Jodohku Orang Terdekat

Jodohku Orang Terdekat
Bab 14


__ADS_3

"By, kamu jadi kemaleman loh?" kata Arumi sesampainya dirumah


"Gak apa-apa loh, aku bukan anak kecil, Arumi" jawabnya sambil membantu membuka helm Arumi


"Gak usah mampir deh, nanti kemaleman loh" kata Arumi lagi


"Iya, aku gak mampir. Tapi aku mau pamit sama orangtua kamu. Pergi minta ijin, masa pulang langsung slonongboy aja" pinta Abyan


"Oke deh, sebentar ya" jawab Arumi lalu memasuki rumah memanggil Ayahnya.


"Buru-buru emang, By?" tanya Ayah Arumi

__ADS_1


"Eh, enggak kok Om santai aja" jawab Abyan sambil bersalaman


"Kalo gitu ini salaman dateng dong, bukan salaman pamitan" kata Ayah Arumi "Yuk masuk dulu" ajaknya kemudian


Abyan yang tak bisa menolak pun mengikuti Ayahnya Arumi masuk rumah.


"Mam, udah siap makanannya? Nih sekalian sama Abyan ajak makan, loh"


"Ayo dong, By. Makan dulu. Masa anter udah mau pamit aja" kata Mamanya Arumi mengajak makan


"Nah, kan. Gak boleh gitu loh dek. Udah di anter jauh-jauh masa suruh langsung pulang. Kan capek. Lagian ini kan masih malam minggu, besok gak kuliah, kan?" kata Ayah memastikan

__ADS_1


"Libur kok, om. Santai aja. Kalopun Arumi khawatir Byan diperjalanan, nanti pulang ke tempat kakak sepupu aja" jawab Abyan


"Nah, yaudah yuk makan dulu deh yuk" ajak Ayahnya


Akhirnya mereka pun makan malam bersama masakan Mama Arumi. Karna kalau hari kerja biasanya mama memilih pesan makanan saja, sedangkan di weekend tanpa acara begini selalu menyempatkan memasak, memanjakan lidah suami dan anak-anaknya dengan makan masakan hasil olahannya yang sebenarnya tak kalah enak.


Setelah makan, mereka pun mengobrol. Banyak obrolan yang ditanyakan pada Abyan juga. Karna selama ini Abyan hanya mengantar/menjemput Arumi sebentar saja, tidak pernah mampir selama ini.


Alasannya karna Ayahnya Arumi juga membatasi laki-laki yang akrab dengan keluarganya karena Arumi masih terlalu dini untuk terlalu dekat dan serius dengan lelaki. Sedangkan saat ini sudah semeter 5 akhir, sudah cukup umur jika Arumi menjalani hubungan yang lebih serius, bahkan Ayahnya harus tau sejauh mana laki-laki yang dekat dengan anaknya berpikir tentang masa depan apalagi tanggung jawabnya sebagai lelaki.


Karena merasa sudah cukup baik menjadi orangtua, maka ia pun tak ingin anaknya jatuh ke lelaki yang tanggungjawabnya tidak jelas, bahkan pemikiran masa depannya masih pendek. Karena bagimanapun lelaki itu memegang tanggungjawab yang besar ketika sudah berumahtangga.

__ADS_1


Abyan yang cukup dewasa, bisa mengimbangi pembicaraan Ayahnya Arumi. Karena ia terlahir sebagai anak kedua yang maan termasuk anak laki-laki pertama dan mempunyai dua adik. Keluar dari zona nyaman keluarganya yang berbasic pendidikan. Dan menekuni sebuah usaha yang ia lakukan untuk persiapan mentalnya sebagai lelaki di masa yang akan datang yang mana penuh tanggungjawab yang akan ia pegang.


Waktu menunjukkan pukul 21.30, Abyan pun ijin berpamitan karena tidak enak kalau bertamu terlalu malam. Sesuai dengan perkataannya tadi, Abyan malam ini menginap dirumah kakak sepupunya dan akan kembali ke Bogor besok. Agar Arumi bisa istirahat tenang dan tak khawatir dengannya karena melakukan perjalanan malam dengan kondisi yang tentunya lelah karena sudah diperjalanan sejak subuh tadi.


__ADS_2