
Pertemuan kemarin bukanlah berarti komunikasi kembali lancar, justru hanya menjadi pelepas rindu yang setelahnya masih tidak bertemu atau bahkan sekedar berkomunikasi.
Kata Abyan, nanti ia akan menghubungiku kalau sudah waktunya. Entah waktunya kapan, yang pasti Abyan sedang sibuk dengan kerjaan yang ia tekuni diluar jam kuliahnya.
Bahkan, saat ini sudah masuk masa libur kuliah yang artinya selanjutnya menginjak semester 5.
'Kak Arumi?' sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal
'Iya, siapa ya?' balas Arumi bertanya balik
'Ini Dea, kak. Kakak apa kabar?'
Dea adik kelas Arumi semasa SMA. Saat sekolah, ia cukup akrab bahkan beberapa kali main bareng. Tapi memang lost contact sekitar setahun setelah Dea lulus karna nomornya yang tidak aktif. Dan karna Dea pindah tinggal dengan kakaknya, jadi ia hanya tau kabar melalui sosial media saja tanpa tanya nomornya lagi.
'Baik, De. Kamu apa kabar loh? Udah lama ya gak ketemu' kitapun saling membalas pesan text
__ADS_1
'Baik banget! Iya nih, aku kangen tau kak. Kalau aku telfon, ganggu gak kak?'
Karena Arumi sudah selesai kelas tapi masih santai di taman kampus, akhirnya Arumi pun ngobrol dengan Dea melalui telfon.
Ternyata saat ini Dea kuliah di Bogor. Bahkan dia satu kampus dengan Abyan. Jadi sebetulnya bukan tiba-tiba tanpa alasan Dea mencari nomor Arumi, tapi untuk bertanya hal ini, karna Dea pernah melihat Arumi buat status di sosial medianya bersama Abyan.
"Aku tau karna satu komunitas kak" kata Dea
"Oh ya? Asik gak orangnya?" tanya Arumi
"Loh, emang siapa yang pacaran?" tanya Arumi sok polos
"Eh serius loh? Emang gak pacaran? Aku kira pacaran loh kak, soalnya waktu pas kakak posting liatnya sweet banget gitu" heran Dea memastikan
"Hahahaa, tau lah, De. Abyan bagi aku tuh bisa jadi segalanya. Pacar bisa, abang bisa, sahabat bisa banget, bahkan ada sosok ayahnya, dan lebih gila lagi dia juga bisa jadi musuh. Dan semua itu aku rasain dari dia. Jadi, yaudah jalani aja" kata Arumi menjelaskan sosok Abyan di hidupnya.
__ADS_1
Setelah bercerita panjang lebar ngobrol sana sini, akhirnya mereka pun memutuskan panggilan
"Salam buat Abyan ya, De" kata Arumi di akhir obrolannya
"Siap, kak. Ketemu pasti aku sampein loh" jawab Dea
Arumi yang cukup heran tiba-tiba mendapat kabar dari Dea pun jadi berpikir kemana-mana. Wajar saja, apalagi Dea langsung mengenali Abyan dan tanya begitu. Tapi, percuma aja mau negatif thinking pun hanya menghabiskan energi Arumi. Bahkan, kalau dugaan Arumi benar pun ia gak akan mempermasalahkan. Tohx mau diapain juga?
Gak perlu nunggu waktu lama. Malam harinya ketika sedang mengerjakan tugas, ada sebuah pesan masuk dari Abyan
'Salamnya sudah sampe ke aku loh. Kangen gak, sayang? Kamu semangat ya kuliahnya. Maaf, kalau aku menghilang, hanya sementara kok. Tapi sekarang aku janji akan sering kabari kamu'
Arumi tadinya malas membalas. Akhirnya ia balas juga
'Hahaa kalau bukan Dea yang tiba-tiba berkabar sama aku juga gak akan ada tuh salam untuk kamu :p . Santai kak, aku ngerti kok. Aku gak akan minta penjelasan apapun yang pasti aku cukup ngerti kamu menghilang'
__ADS_1
Cukup menyakitkan sebenarnya berkabar saat ini. Tapi, memang itulah keadaannya.