
๐๐๐๐๐๐
ย Krin...krin...!!
Aku terbangun dari tidurku, mendengar bunyi ponselku yang nyaring ditelinga.
Aku meraba-raba mencari ponselku. Yang ku taruh di samping bantal. Sebelum aku tidur semalam.
"Ketemu," ucapku sambil mengibas rambutku kebelakang, karna menutupi wajahku.
Aku melihat nama yang tertera di layar ponselku.
"Ternyata kakak yang menelponku. Sepagi ini?" Aku mengernyitkan dahi. Tanda heran, karna tidak biasanya kakak menelponku pagi-pagi buta.
Aku menggeser tombol hijau dari ponselku, dan segera mendekatkan benda persegi itu ditelinga.
"Halo, dengan Ani disini ada yang bisa saya bantu?"
Rancauku begitu panggilan terhubung berbicara seolah-olah karyawan kantoran yang menerima telepon.
"Hehehehe"
"Sedikit menjahili kakak yang yang sudah mengganggu tidur adiknya, nggak apa-apa kan?!"
Di seberang.
"Apa-apaan nih bocah. Sok, sok an banget deh" ucap kak Ramlah mengerutu.
"Halo, kamu sudah diberi tahu emak kalau aku ada didalam rumah sakit sekarang" ucap kak Ramlah.
"Apa...?"
"Belum, kok bisa? kakak dibawah kerumah sakit, memangnya kakak sakit apa?"
ucap Ani khawatir.
"Sudah kuduga, Emak pasti lupa ngabarin kamu"
"Kamu datang saja kesini kalau kamu mau tahu kakak sakit apa" ucap kak Ramlah.
"Yah! sudah, kakak mau istirahat dulu."
"Kakak tunggu kamu dan jangan lupa kalau kamu kesini, bawah baju sekalian temani kakak selama masa perawatan." Ucap kak Ramlah.
Tut...tut...tut...
Panggilan terputus...!
"Dasar kakak...!"
Ucapku sambil menahan geram karna aku masih mau ngobrol eh, malah di matiin.
Aku langsung bangun dari tempat tidur
dan bersih-bersih, setelah selesai.
Aku langsung ke kamar mandi.
Memulai ritual mandiku.
"Ohh segarnya....!"
Ucapku melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuh mungilku.
Aku memilih baju yang akan ku pakai dan kubawah kerumah sakit didalam lemari pakaianku.
Aku memilih setelan rok dan baju kaos warnah putih yang bertulisan l Love You
dengan jaket denim...!!!
__ADS_1
Aku berkaca melihat penampilanku dan memoles wajahku dengan make up natural.
Setelah selesai aku turun kelantai dua.
Untuk minta izin pulang menjenguk kakak.
Tok...tok...tok...
Ani mengetuk pintu kamar majikannya.
"Masuk"
ucap orang yang ada didalam kamar
Ani sedikit berbasa-basi sebelum mengutarakan keinginannya.
"Nona, aku mau pamit pulang dulu"
"Kenapa?, kamu mau pulang tiba-tiba!"
ucapnya sambil mengomel.
"Biasanya juga kamu minta izin nya jauh,jauh hari sebelum cuti" ucapnya lagi.
"Ini karna kakak ku sedang dirawat dirumah sakit" ucapku sambil menatap matanya.
"Oooo...ya sudah! kamu pergi saja dan ini ada sedikit uang dari saya untuk kamu jajan" ucapnya sambil menyerahkan beberapa lembar uang biru.
"makasih nyonya" ucapku senang.
Setelah mendapat izin pulang, aku di jemput sepupuku yang bernama Morgan.
Dia bekerja di tempat pembuatan tahu & tempe. Orangnya sangat usil dan pendiam, bagi orang yang baru mengenalnya.
Morgan menepikan motornya, lalu memperhatikan aku yang berjalan kearahnya.
ucapnya sambil tersenyum mengejek.
"Apa...?"ucapku sambil memukul lengan nya menggunakan tas yang aku bawah.
"Hahahaha, gitu aja marah dasar nenek sihir" ucapnya lagi.
"Kalau aku nenek sihir. Pasti sudah ku kutuk kamu jadi moyet" ucapku sambil cengengesan.
"Enak saja, buruan naik panas nih" keluhnya.
Aku Hanya Mengangguk Pertanda Mengiakan Perkataanya.
Hening...!!
Sampai Morgan ber dehemmm mencairkan suasana.
"Lo libur berapa hari?" ucap Morgan
"Sampai kakak sembuh dan pulang ke rumah"
"Ohhh" Morgan.
Sampailah kami di rumah sakit xxx.
Aku turun dari motor dan merapikan rambutku yang sedikit berantakan di terpa angin.
" Ayo, nanti keburu jam besuk habis"
ucapnya menatap Ani yang lagi merapikan rambutnya.
"Baiklah, apa kamu sudah tau di kamar berapa kakak dirawat?"
"Iya" jawabx singkat.
__ADS_1
Kami berjalan beriringan sembari mengobrol.
Di pintu masuk, aku melihat adikku berlari menghampiriku dan langsung memelukku.
"Kakak aku rindu!, kenapa kakak tidak sering ke rumah?"
Aku membalas pelukan adikku dan menatap wajahnya yang cemberut lalu kucubit hidungnya gemas dan Seraya Aku Berucap.
"Hey...! kakak kan kerja adek bawel dan juga, aku rindu dengan Adek Bawelku ini" ucapku sambil tersenyum.
"Apaan sih! Kak Sakit Tau." Ucapnya manyung.
"Ayo..! pasti Ramlah udah nunggu kalian"
ucap Morgan mengajak kami masuk.
Sesampainya di dalam kamar inap kak Ramlah.
"Sampai juga nih bocah" ucapnya sambil menatap Ani
"What bocah?" tanyaku dan menatap balik kak Ramlah yang duduk diatas tempat tidurnya.
"Iya" jawabnya sambil nyengir kuda dan cengengesan tidak jelas.
"Apaan sih!" ucapku sambil merenggut duduk disamping kak ramlah.
Morgan hanya menyimak obrolan kami sambil memperhatikan infus kak Ramlah.
"Kakak sakit apa? kok Tiba-tiba pingsan" tanyaku prihatin.
"Hipertensi dek, oya kamu jadi nginap jagain kakak kan?"
"Iya Kak" jawabku sambil tersenyum.
Setelah beberapa menit aku ngobrol sama kakak, aku menoleh eeh kakak sudah tidur rupanya dan Morgan sudah pamit keluar entah kemana. Tinggal lah aku dengan adikku sambil duduk memperhatikan kak Ramlah yang terbaring.
Aku melihat seorang perawat cowok datang menghampiri tempat tidur kak Ramlah
aku melihat nama di seragam putihnya.
"Jadi namanya Lukman" ucapku pelan.
"Tampan juga nih cowok" *Batinku.
Dia tersenyum padaku dan berkata akan mengganti cairan infus kak Ramlah.
Aku diam-diam mencuri pandang dan menatapnya. Yang lagi serius Menganti cairan infus.
Aku tersenyum melihat wajahnya yang begitu sempurna bak oppa-oppa korea.
Aku perhatian dari atas sampai bawah
rambutnya hitam, alis lebat, matanya tajam bak elang, hidungnya mancung, bibir agak tebal, kulitnya putih dan tingginya Kira-kira 1,70 m
"Wow...! sempurna untuk kriteria cowok idaman" *batin
******BERSAMBUNG******
JANGAN LUPA LIKE๐๐พ
RATEโญโญโญโญโญ
TEKAN๐
VOTE๐
KOMEN DI BAWAH๐
TERIMA KASIH๐ค๐๐
__ADS_1