Jodohku Perawat Kakakku

Jodohku Perawat Kakakku
25. Kelakuan dua H


__ADS_3

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Keesokan paginya...!!


Ani bangun dari tidurnya, dengan keadaan sangat kacau. Matanya yang Sembab, karena menangis semalam.


Dan hidungnya memerah, seperti orang yang lagi terkena Plu. Juga Rambutnya, yang kusut.


Melangkah keluar kamar. Sambil, membawa handuk mandinya.


Diluar kamar. Ani celingat-celingut, melihat apakah anggota keluarganya sudah ada yang bangun atau tidak.


Ani menghembuskan napas legah. Melihat dirinyalah, orang yang pertama bangun


dari tidur.


"Untung, yang lain belum bangun. Kalau tidak. Mereka akan melihat, penampilanku, yang seperti orang gila." Rancau Ani.


Ani sedikit berlari, Menuju kamar mandi. Dan segera melakukan ritual mandinya.


Ani berniat berlama-lama bermain air. Agar dapat, mendinginkan pikirannya yang kacau. Dengan cara mengunyur kepalanya dengan air dingin.


Setelah merasa kedinginan. Ani menyudahi acara mandinya. Dan melangkah kembali kedalam kamar Untuk memakai baju.


Hari ini, adalah hari minggu. Adik Ani tentu libur sekolah. Dan akan tinggal bersama dirumah.


Setelah memakai baju, Ani melangkah ke ruang tamu. Untuk membangunkan adik-adiknya. Agar segera mandi dan melakukan aktivitas di hari libur.


"Dek...! bangun. Ini sudah siang lo. Kalian tidak mau pergi membeli kue mbak Titin? Kalau, tidak mau. Yah sudah, biar kakak sendiri saja." Ucap Ani berpura-pura melangkah, dan hendak membuka pintu rumahnya.


Tapi langkahnya terhenti, mendengar teriakan Adiknya. Yang berkata.


"Kak. Aku ikut pergi, membeli kue ya!" serunya merengek menampilkan pupil eyesnya. Yang kelihatan menggemaskan.


"Ya sudah...! cepat bangun, dan bereskan selimut, dan juga batalmu. Lalu bawah kedalam kamar.


Baru kalian mandi. Kalau lama, kakak tinggal pergi sendiri." Ucap Ani.


Ani tersenyum tersembunyi, karena ia selalu berhasil membangunkan Adiknya. Dengan mengucapkan embel-embel kue.


Setelah membereskan, apa yang dipinta kakaknya. Hasni dan Hasna berlomba masuk kedalam kamar mandi.


"Aku duluan." Ucap Hasni mencengah Hasna untuk masuk ke kamar mandi.


"Enak saja. Aku dulu...!" Ucap Hasna, Yang tidak mau mengalah, dan mengeser tubuh Hasni. Yang ada di depan pintu kamar mandi.


Terjadilah perdebatan. Antara Hasni dan Hasna. Karna diantara mereka, tidak ada yang mau mengalah.


Emak yang mendengar, Anaknya beradu mulut. Melangkah keluar kamarnya. Sambil menggendong si bunsu.


"Apa yang, kalian ributkan?" ucap Emak sesampainya di hadapan kedua putrinya.


"Ini...! Mak. Hasni melarangku mandi." Ucap Hasna. Dengan mimik muka yang, dibuat-buat seolah di intimidasi.


Setelah mendengar aduan Hasna. Emak melirik Hasni.


"Apa itu...! benar?" ucap Emak Bertanya.

__ADS_1


Hasni terdiam. Lalu menatap Hasna, dengan senyum mengejek.


"Enggak kok, Mak." Ucap Hasni tersenyum sambil menatap Emaknya.


"Ya sudah...! jangan ribut. Bapakmu masih tidur!" Ucap Emak. Meninggalkan kedua putrinya menuju ruang tamu.


Hasni melirik tajam, kepada Hasna. Setelah melihat Emak, melangkah keluar. Lalu berucap.


"Dasar... !tukan mengaduh." Ucap Hasni, lalu melangkah keluar ke ruang tamu. meninggalkan Hasna yang tersenyum penuh kemenangan.


Di ruang tamu. Hasni hanya melihat Emaknya bersama Adiknya.


Hasni celingak, celingut. Mencari kak Ani tapi tak menemukannya.


Emak yang heran, melihat tingkah Anaknya pun bertanya.


"Apa yang sedang Kau cari?"


"Kakak." Ucap Hasni singkat. Lalu mencari kakaknya ke dalam kamar.


Tapi, langkahnya terhenti mendengar ucapan Emaknya.


"Kakakmu sudah pergi ke Kedai Mbak Titin."


"Apa...?" Ucap Hasni kesal. Sambil menahan geram. Kepada kakaknya karna merasa di bohongi.


Tak lama Hasna muncul dengan senyum yang mengembang dan melirik Hasni acuh.


Hasni yang melihat, tingkah kembarnya. yang merasa sedang diatas angin. pun tersenyum penuh arti. Dan melangkah ke kamar mandi.


Terdengar suara Hasna menangis di ruang tamu. dengan suara yang nyaring di pendengaran. Karna ditinggal sang kakak.


Tak selang lama, Ani Sampai di dalam rumah. Dengan muka di tekuk. Mirip adonan kue yang gagal mengembang.


"Loh...! kenapa mukamu ditekuk gitu." Ucap Emak.


"Ini Gara-gara dua H. ucap Ani, menatap Kedua Adiknya. Sambil cemberut.


"Lah emangnya, kenapa?" ucap Emak heran.


"Karna aku nungguin mereka lama, sampai di Kedai Mbak Titin kuenya sudah habis!"


Emak yang mendengar Anak mengeluh memberikan ide.


"Bagaimana...? kalau kalian, ke Kebun saja. Mencabut Ubi kayu. Jangan lupa ambil daunya juga. Bakal sayur nanti" Ucap Emak.


Mendengar usulan Emaknya. Kedua Adiknya. Memaksa Ani untuk ikut pergi ke Kebun.


"Kak ayo! kita ke kebun, dibelangkang rumah." Ucap Hasna yang berdiri di depan kakaknya.


"Sekalian kita memetik sanyur dan buah mangga"


Ucap Hasni yang ikut nimbrung. Obrolan Ani dan Hasna. Seraya mengambil ember tempat sayur, dan buah mangga nantinya.


"Ayo," ucap Ani sambil merangkul kedua Adik kembarnya. Dan berjalan beriringan menuju kebun.


"Kak, yang datang semalam itu. Pacar kakak ya...?" ucap Adiknya yang bawel.

__ADS_1


Ani terdiam sejenak. Sambil mengingat sesuatu. Dan tersenyum kepada ke dua Adiknya. Sambil mengangguk.


"Sepertinya, pacar kakak anak orang kaya" ucap Hasni yang sedikit matre ikut perilaku kak ramlah.


Ani hanya terdiam memandang Adiknya yang masih kecil, tapi bicaranya asal nyablak saja.


Muncul ke khawatiran tersendiri, di dalam benaknya. Tentang perbedaan kasta yang di milikinya dengan sang pujaan hati.


Ani melirik adiknya. Lalu bertanya.


"Memangnya kamu tau dari mana? kalau kak lukman itu anak orang berada" ucap Ani sambil menaik turunkan alisnya menatap Adiknya.


"Memangnya kakak, tidak lihat. Dari pakaian yang dia pakai. Semuanya masih baru, dan lagian pas kakak masuk kedalam membuat teh untuk kak Lukman."


Ucapan Hasni terpotong. Melihat Hasna melotot padanya. Dan memberi isyarat lewat gerakan matanya, untuk tidak memberi tahu kakaknya.Soal uang jajan yang diberi kak Lukman padanya.


Hasni reflek menutup mulutnya. Dengan kedua tangan nya, karna hampir membocorkan rahasianya sendiri.


Ani yang mendengar Adiknya. Berhenti berbicara, menjadi heran. Dan sedikit curiga pasalnya. Hasni seperti, akan membicarakan sesuatu yang menyakut kekasih hatinya.


"Tunggu" Ucap Ani berhenti melangkah.


Hasni dan Hasna. Sudah merasa ketar, ketir ketakutan. Karna merasa tertangkap basa, akan kebohonganya. Dan apabila terbongkar. Dua H akan di adili oleh sang kakak.


Hasni dan Hasna saling memandang satu sama lain. Sambil memberi isyarat lewat matanya.


Ketika Ani memanggil dua H. Mereka kompak berbalik. Dan saling meremas ujung bajunya.


Ani yang merasa heran, dengan tingkah kedua Adiknya. Memicingkan matanya, menatapnya satu persatu. Dan menguatkan dugaannya.


Yang ditatap dengan tatapan menyelidik. Malah meneteskan peluh. Dan sudah pasrah akan nasibnya. Seraya menunduk ke arah bawah.


"Jadi... benar!" ucap Ani menjeda dan menatap adiknya dengan kesal.


Sedang dua H semakin gugup. Tak berani menatap kakaknya, yang kelihatan garang.


"Dimana...? kau menyimpangnya!" Ucap Ani yang menatap kedua adiknya.


Dua H langsung terkejut. Tidak menyangka sang kakak, akan meminta uang. Yang di berikan kak Lukman untuknya jajan.


"Sudah habis" ucap dua H bersamaan sambil tertunduk dan matanya sudah berkaca-kaca.


"Apa yang habis? mana mungkin kalian memakan Ponselku. Ucap Ani geram.


Dimana kalian menyembunyikan nya?" Ucap Ani menahan kesal karna sedari tadi Ani mencari-cari Ponselnya tapi, tidak ketemu.


Ya...! yang Ani maksud, adalah Ponselnya.


Sejak bangun dari tidurnya.Ia tidak melihat benda pipi itu lagi. Ani lupa menanyakan perihal Ponselnya kepada Emak.


*******BERSAMBUNG*******


JANGAN LUPA LIKEπŸ‘πŸΎ


VOTE❀


RATE⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


KOMEN DI BAWAH


TERIMA KASIHπŸ˜‡πŸ˜‡


__ADS_2