Jodohku Perawat Kakakku

Jodohku Perawat Kakakku
07. Bingung


__ADS_3

πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Keesokan harinya...!


Ani membersihkan tempat tidurnya, yang di pakai semalam dan melipatnya. Ani melangkah masuk, ke kamar mandi, dan segera mengunyur tubuhnya dengan air dingin. Setelah cukup lama dengan ritual mandinya. Ani keluar dengan pakaian santainya.


Kira2 seperti ini penampilan Ani πŸ˜‰



Setelah di periksa oleh dokter.


Hari ini kak Ramlah sudah di nyatakan sehat dan di perbolehkan pulang,


jam 3 sore nanti. Setelah dokter meninggalkan kamar inap kak Ramlah. Ani melihat tiga orang perawat datang dan mendekati kak Ramlah untuk melepas jarum infus.


Aku melirik seseorang yang selalu menganggu pikiranku. Dia adalah perawat yang bernama Lukman.


Jantungku berdegup kencang saat dia juga menatapku. Seketika aku jadi salting karna kedapatan menatap nya.


"Oh, Tuhan ada apa dengan diriku?. Aku bisa malu kalau2 mereka mendengar detak jantungku, yang begitu keras dan nyaris melompat dari tempatnya." ucap Ani dalam benak nya.


Setelah selesai melepas jarum infus kak Ramlah, para perawat itu pergi meninggalkan kamar inap. Kecuali, satu orang dia adalah perawat Lukman. Tapi, setelah berdiam diri. Lukman menjadi gugup dan meninggalkan ruangan itu.


#Lukman pov


Aku memegang ponselku dan mencoba meminta nomer telponya. Tapi, entah kenapa aku menjadi kaku. Ingin sekali rasanya aku mengajaknya mengobrol. Tapi, entah kenapa? mulutku rasanya terkunci. Ini pertama kalinya aku gagu di hadapan seorang wanita. Inikah yang di nama kan jatuh cinta? entahlah aku kebingungan sendiri.


Dia berbeda dari wanita yang selama ini ku_kenal dan ku_ kencan nih.

__ADS_1


Dia masih polos dan lugu.


Aku takut di tolak, sungguh aku gugup.


Sehingga aku hanya modar-mandir tidak jelas. Sesekali aku menatap wajahnya, yang menungguku mengucapkan sesuatu. Aku mengurungkan niatku.


dan meninggal kan ruang tersebut.


***


Ani mendegus kesal dan membuang napasnya kasar setelah melihat Lukman meninggalkan ruangan kak Ramlah. Ani merasa kecewa karna berharap Lukman akan mengajaknya ngobrol.


"Aku bingung sendiri melihat tinkahnya. Atau jangan2 dia hanya PHP in aku lagi." Ucap Ani pelan.


Tak lama datanglah suami kak Ramlah dengan menggendong anaknya yang berusia satu tahun lebih. Ketika kami sedang asyik mengobrol tiba-tiba saja Marsya merengek meminta di ajak jajan.


Ani mendekat, mengambil alih gendongan kakak iparnya.


**


Setelah aku melangkah cukup jauh dari ruangan kak Ramlah, aku berpapasan dengan kak Lukman.


Dia mendekat kearahku dan menyapa Marsya yang sedang ku gendong.


"Hai adik kqecil " ucapnya sambil mencubit gemas pipi gempul Marsya.


Aku tersenyum melihatnya berinteraksi dengan anak kecil. Dia terlihat lucu saat bercoloteh layaknya anak kecil.


Melirik dari ujung ekor matanya, tapi aku masih bisa melihatnya.

__ADS_1


Seketika aku jadi gugup saat mata kami bertemu.


Deg, deg, deg. Suara jantungku berdegub kencang. Matanya masih saja menatapku, entah apa arti dari tatapan nya. Hanya dia dan Tuhan yang tau, batinku.


Sampai suara wanita memanggilnya, memutuskan tatapan kami. Dia adalah Sabrina anak pasien kamar VIP.



Ini visual Sabrina yach guys😍😍


Aku langsung meninggalkan kak Lukman yang menoleh Kebelakang melihat Sabrina. Yang memanggilnya dengan suara manja.


**


Hay guys😘😘 jadi greget nih episode selanjutnya...


Siapa yang akan di pilih oleh sang perawat tampan...?πŸ€”


******BERSAMBUNG******


JANGAN LUPA LIKEπŸ‘πŸΎ


RATE⭐⭐⭐⭐⭐


TEKANπŸ’Ÿ


VOTEπŸ’˜


KOMEN DI BAWAH

__ADS_1


TERIMA KASIHπŸ€—πŸ˜‡


__ADS_2