
ππππππ
Setelah mematikan panggilan telepon dari kekasihnya. Ani kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Memarut Ubi kayu, di teras rumah.
20 menit kemudian...!
Ani sudah selesai, memarut Ubi kayu. Yang akan di buat menjadi adonan kue. Lalu memanggil Emaknya, untuk melanjutkan membuat kue. Karna Ani belum paham cara membuatnya.
"Sini, jangan pergi dulu!. Lihat Emak membuatnya, supaya nanti kamu bisa membuatnya tampa batuan Emak."
Ani kembali duduk di dekat Emak. Memperhatikan Emak, Mengiris tipis gula merah yang di pegangnya. Setelah selesai, Emak membungkus adonan tadi dengan menggunakan daun pisang.
Ani memperhatikan ke telatenan Emak. Membungkus Adonan Ubi kayu. Dengan daun pisang, yang sudah dari tadi di siapkan.
Ani melangkah masuk, ke dalam Kamar.
Untuk merebahkan tubuhnya, yang lelah dari kebun. Ani baru saja ingin memejamkan matanya sebentar. Tapi, suara notip pesan masuk, mengusiknya. Lalu Ani mengambil Ponselnya yang sedari tadi di cas.
Ani melihat pesan masuk dari Ikbal balasan smsnya yang tadi Ani kirim.
"Oh... gitu!. Entar aku telpon kamu, soalnya aku lagi Rapat sekarang.
Ani tidak membalas pesan dari Ikbal.
Lalu kembali memejamkan matanya. Agar rasa lelahnya, bisa hilang setelah bangun dari tidurnya.
Di ruang tamu...!
Hasni dan Hasna bermain tembak-tembakan.
"Buah apa yang suka bangun pagi...?" Ucap Hasni sambil memandang saudara kembarnya.
Hasnah terdiam sejenak memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Hasni. Dan menjawabnya asal karna tidak mengetahuinya.
"Nangkah" jawab Hasna sekenanya.
"Salah" ucap Hasni, lalu tersenyum bangga.
"Lalu apa dong?" Ucap Hasna antusias.
"Appele pagi" Ucap Hasni, lalu mencatat satu Poin untuknya.
"Okey,, giliran aku" ucap Hasna tidak sabar.
"Buah apa yang durhaka?" Ucap Hasna sambil memandang wajah Hasni.
Tampa berpikir lama. Hasni langsung menjawab pertanyaan Hasna. Dengan mimik muka menahan tawa.
"Pasti Melon Kundang,, iya kan?" Ucap Hasni memandang wajah cemberut di depannya.
Hasna hanya menganggukkan, kepalanya. Tanda mengiyakan jawaban Hasni.
Hasni menambah satu poin lagi, di bawah namanya. Karna berhasil menjawab pertanyaan dari Hasna.
"Lanjut" ucap Hasni.
"Buah apa yang di takuti mahasiswa?"
__ADS_1
Hasna kembali frustasi karna merasa tidak bisa menjawab pertanyaan dari Hasni.
"Aku nyerah,, apa...?" Ucap Hasna penasaran.
"Belimbingan skripsi" Ucap Hasni, sambil menambah, satu poin lagi. Di bawah namanya.
Hasna bertekat, memberikan pertanyaan yang sulit. Kepada Hasni, agar bisa mendapat poin juga.
"Buah apa yang pernah menjajah Indonesia?"
Ucap Hasna, dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
Hasni terdiam sejenak, menatap raut bahagia dari saudara kembarnya. Kemudian Hasni menjawab, asal agar Hasna mendapat poin juga dibawah namanya. Padahal, Hasni mengetahui jawaban dari pertanyaan Hasna. Tapi, Hasni pura-pura saja agar hasna merasa senang.
"Buah jambuh" Ucap Hasni asal, sambil tersenyum kepada saudara kembarnya.
Hasna tersenyum bangga, karna berhasil mendapatkan poin.
"Salah" Ucap Hasna.
"Terus apa dong?" Ucap Hasni berpura-pura tidak tahu.
"Terong belanda" Ucap Hasna, lalu merebut pulpen yang di pegang. Oleh Hasni, dan segera menulis poin dibawah namanya.
Hasni menggeleng-gelengkan kepalanya. Melihat tingkah laku, Hasna. Yang tidak sabaran akan suatu hal.
"Sekarang giliran Aku" Ucap Hasni lalu memilih pertanyaan gampang untuk Hasna.
"Buah apa yang bisa menampung banyak barang...?" Ucap Hasni melirik Hasna, yang tampak berpikir dalam.
"Apa" ucap Hasna menyerah.
"Leci meja" Ucap Hasni. Sambil tertawa lalu, menambahkan satu poin lagi.
"Oow, sekarang giliran aku" ucap Hasna ketus.
"Sayur apa yang sering muncul di akhir film...?" Ucap Hasna dengan Angkuhnya.
Hasni tersenyum sendiri. Mendengar pertanyaan Hasna. Yang sangat gampang di tebak.
"Itu mah, gampang sekali." Ucap Hasni jujur, lalu menawari Hasna. Mengganti pertanyaan nya.Tapi, Hasna bersikukuh tetap dengan pendirian nya.
"Toamat" ucap Hasni lantang. Membuat Hasna, merasa jengkel karna pertanyaan nya selalu di tebak oleh Hasni.
Hasni tersenyum, sambil geleng-geleng kepala. Mendengar Hasna, menggerutu tidak jelas. Lalu menambahkan satu poin lagi di bawah namanya.
"Jadi lanjut nih?" ucap Hasni menatap Hasna.
"Lanjutlah" Ucap Hasna sewot.
"Buah apa yang punya banyak uang...?" Ucap Hasni memandang Saudara kembarnya. Lalu bergulma dalam hatinya. Kalau kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku. Kamu sudah kebangetan, ogolnya sudah tidak bisa di tolong lagi. Heheheh.
Hasna, tersenyum. Mendengar pertanyaan Hasni, yang begitu mudah di jawabnya. perasaan kesalnya, tiba-tiba hilang bak di bawah embusan Angin saja. Lalu menjawab pertanyaan Hasni dengan lengkungan di sudut bibirnya.
"Sry kaya" Ucap hasna sambil mengambil pulpen lalu menulis satu poin di bawah namanya.
"Lanjut ya...!" Ucap Hasna, sambil memikirkan pertanyaan yang akan di berikan kepada Hasni.
__ADS_1
"Sanyur apa yang bisa nyanyi...?" Ucap Hasna dengan lengkungan yang menghiasi bibirnya.
Hasni yang melihat. Hasna kembali ceria, dan tidak lagi menggerutu. Ikut tersenyum. Lalu berucap.
"Apaan...?" Ucap Hasni, membuat Hasna tambah terbahak. Dan antusias menjawab pertanyaan nya.
"Kol play" Ucap Hasna sambil menulis satu poin di bawah namanya.
Kini, tiba giliran. Hasni memberi pertanyaan kepada Hasna.
"Pohon, pohon apa yang enggak ada daun dan buahnya...?"
Hasna kembali gregetan, mendengar pertanyaan Hasni. Yang begitu sulit menurutnya, untuk di jawab. Lalu menekan-nekan dagunya, mengunakan jari telunjuknya sambil berpikir.
"Emang ada ya!. Pohon yang tidak memiliki daun dan buah. Ucap Hasna dalam hati. Lalu menjawab asal. Pertanyaan Hasni.
"Pohon mati" Ucap Hasna asal, sambil meletakan pulpen, yang di pegang nya.
"Salah" Ucap Hasni, sambil mengambil pulpen. Yang tergeletak di meja. dan menambahkan satu poin lagi di bawah namanya.
Hasna yang melihat Hasni menambahkan satu poin ke bawah namanya. Tampa memberitahukan jawabannya. Menjadi protes.
"Jawab dulu, baru lo tambah poin dong." ucap Hasna sewot.
"Pohondasi" ucap Hasni menahan senyum. Melihat Hasna meliriknya tajam. Setajam silet.
"Giliran gue nih!" Ucap Hasna.
"Sok atu" ucap Hasni terbahak.
"Gang apa yang selalu bikin ibu-ibu kesel?"
Ucap Hasna sambil mengambil pulpen yang ada di meja. Hasni berpikir cukup serius dan menerka-nerka lalu berucap.
"Ganguin anak gadisnya" ucap Hasni spontan lalu merebut pulpen yang ada di tangan Hasna.
"Salah" ucap Hasna sambil mempertahankan pulpen yang ada ditangan nya.
"Lah terus apa dong...?" ucap Hasni heran.
"Gangguin suaminya" ucap Hasna tegas lalu menulis satu poin di bawah namanya.
Hasni yang merasa jawabannya benar melayang kan protes kepada Hasna.
Hasna kembali menjelaskan. Perihal jawabannya lah. Yang paling masuk akal. Karna kalau ibu-ibu itu, belum punya anak. Masak kesalnya. gara-gara menganggu, anak tetangganya.
********
YANG BISA MENGHITUNG JUMLAH POIN HASNA DAN HASNI. DI KOLOM KOMEN DI BAWAH. SAYA VOTE 40 UNTUK 1 ORANG SAJA YA GUYSπ
JANGAN LUPA LIKEππΎ
VOTEβ€
DAN TEKAN π
TERIMA KASIHππ
__ADS_1