
🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Malam hari…!
Kamar inap kak Ramlah, sudah ramai pembesuk, yang datang menjenguk kak Ramlah. Ada keluarga dekat dan tetangga sekitar rumah kak Ramlah.
Mereka asik ngobrol dan bergosip ria.
Biasa!. Kerjaan Emak,emak kalau lagi ngumpul. Ada,ada saja bahan yang di gibahin. Lupa tujuannya datang ke rumah sakit.
"Eeh dek, kamu sudah mandi?'' ucap kak Ramlah setelah melihat adiknya.
"Iya, sudah." Ucap Ani.
"Pantes kamu sudah press dan wangi gini'' ucap kak ramlah.
Ani hanya tersenyum secerah Matahari mendengar pujian dari Kak Ramlah.
"Kak, aku pamit. Mau ke luar sebentar, mumpung ada suami kakak disini, bisa Jagain kakak sebelum aku balik."
"Ngapain kamu keluar Dek?'' tanya kak Ramlah sambil menatap adiknya.
"Aku mau kepenjual pulsa kak dan beli makanan juga" ucap Ani.
"Ooh...!, Cepat kembali kesini, sebelum jam besuk habis" tintan kak Ramlah.
"Jangan lupa ajak Morgan" ucap kak Ramlah lagi.
"Siap komandan…!" Ucapku tersenyum riang dan melangkah keluar ruangan kak Ramlah. Tapi, langkahku terhenti melihat seseorang yang ku kenal. Orang yang paling resek sedunia, dia adalah cowok yang pernah nertawain aku, pas mau jenguk kerabatku yang ada di rumah sakit ini. Tapi, keburu jam besuk habis, jadi gerbang nya di kunci. Tepatnya dua bulan yang lalu.
"Nggak nyangka, aku bisa ketemu kamu disini lagi. Jangan, jangan kita jodoh lagi" ucapnya sambil tersenyum sok ramah kepadaku.
"Jangan ke, geer deh. Siapa juga yang ingin berjodoh sama kamu" ucap Ani melengos pergi meninggalkan orang yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
"Tapi, aku meminta pada Tuhan yang menciptakan kita, agar menyatukan kita nanti" ucap Riki pelan tapi, masih bisa di dengar Ani.
"Ngaco nih orang" ucap Ani, lalu melanjutkan langkahnya.
Setelah melihat Ani menghilang dari pandangannya. Riki tersenyum miris menyesali perbuatan nya, yang membuat Ani ilpil dan enggang untuk menatap nya.
#flash back
Riki berjalan menuju gerbang rumah sakit. Habis menebus obat dari apotik dan akan kembali ke ruangan ibunya. Tapi, langkahnya terhenti melihat wanita cantik yang menunggu di depan pintu masuk. Riki mencopot kartu pembesuk yang sedari tadi dikalungkan di lehernya dan memasukan nya di dalam kantong kresek yang berisi obat-obatan. Lalu mendekati Ani yang merasa bosan menunggu.
"Hai, lagi nunggu pintu di buka yah?" ucap Riki kepada Ani.
"Iya" jawab Ani cuek.
"Kasian" ucap Riki.
"Kasian?, untuk apa yach. Kamu sendiri kan lagi nunggu pintu di buka" ucap Ani heran.
Ani menjadi kesal, akan tingkah Riki yang songong menurutnya. Apalagi setelah melihat Riki, mengeluarkan kartu pembesuk yang sedari tadi di simpangnya di dalam kantong obat. Setelah menunjukkan kartunya. Riki di bukakan pintu oleh satpol dan menutup pintu kembali setelah Riki masuk. Tinggal lah Ani seorang diri, di luar gerbang. Dan yang membuat Ani naik pitam setelah mendengar ucapan Riki.
"Selamat menunggu wk,wk,wk"
"Ahahahahah" tawa Riki.
#flash end
"Morgan, woy melamun aja lo'' ucap Ani.
"Siapa?, juga yang melamun dasar sepupu bar-bar" ucap Morgan.
"Kak Morgan pandai juga ngeles yah!, kayak bajai'' candaku.
"Kak ayo temani aku keluar" ucapku sambil merengek.
__ADS_1
"Ngak, males" jawabnya.
"Yach sudah, aku pergi sendiri bye"
Ani berjalan santai keluar gerbang rumah sakit xxx. di dekat rumah sakit, terdapat kafe dan warung kaki lima.
Ani masuk ke dalam warung.
" Pak nasi goreng merahnya dua yah!. Yang spesial" ucap Ani.
"Untuk di bawah pulang yah dek?"
"Iya pak…!"
"Silahkan duduk dulu, sembari menunggu pesanan adek selesai di buat'' kata bapak penjual.
Saat duduk di kursi Ani menyederkan kepalanya. Pikiran Ani melayang jauh,
Mengingat insiden Lukman kejedok tembok. Setelah kejadian tersebut, Ani tidak melihat Lukman lagi. Sang Perawat tampan uang membuat, meluluh lantahkan hatinya.
******BERSAMBUNG******
JANGAN LUPA LIKE👍🏾
RATE⭐⭐⭐⭐⭐
TEKAN💟
VOTE💘
KOMEN DI BAWAH😊
TERIMA KASIH🤗😇
__ADS_1