Jodohku Perawat Kakakku

Jodohku Perawat Kakakku
23. Panggilan sayang


__ADS_3

"Ayo! kita ke sana" ucap lukman menarik tangan Ani ke sebuah stand penjual pakaian.


Ani hanya mengikuti kemauan kak Lukman saja setelah sampai di stang penjual baju.


Lukman mengambil satu model baju couple.


"Coba lihat ini, lucu ya..!"


ucap kak Lukman sambil memperlihatkan baju yang dipegangnya kepada sang kekasih kemudian menyerahkan kan baju couple untuk ceweknya.


Ani menerima sambil membolak-balikkan baju dan menelitinya.


"Ini bagus"


ucap Ani tersenyum riang.


"Coba kamu pakai pas tidak"


ucap Lukman.


Ani mengangguk tanda mengiyakan tinta dari kak Lukman.


Setelah memakai baju couple yang berwarna biru malam.


Ani berbalik memperlihatkan dirinya kepada sang Pujaan Hati.


"Cocok tidak?" ucap Ani setelah melihat kak Lukman melirik ke arahnya.


"Cantik" ucap kak Lukman membuat sang kekasih hatinya merona dan tersipu malu.


Setelah melepas kembali pakaian yang dicobanya lalu menyerahkannya ke pada Mbak penjual pakaian tersebut untuk dimasukkan ke dalam paper bag.


Lukman mengeluarkan dompetnya dan bertanya kepada mbak penjual pakaian.


"Berapa harga pakaian ini mbak?"


ucap Lukman Seraya mengeluarkan uang di dompet.


"Harganya sepasang itu Rp250.000 ribu yang couple." Ucapkan mbak penjual.


Setelah menyelesaikan pembayaran bajunya.


Lukman mengajak sang kekasih hatinya menuju stand penjual berbagai macam jajanan.


"Pilihlah yang kamu mau"


ucap Lukman sambil tersenyum.


"Tapi, aku masih kenyang Kak" ucap Ani Seraya tersenyum manis mengalahkan gulali.


"Kalau gitu Pilihlah makanan buat emak dan adik-adikmu yang ada di rumah" ucap kak Lukman lembut.


"Iya" ucap Ani sambil memperhatikan stand-stand penjual makanan.


Pilihannya jatuh pada stand penjual martabak manis dan asin


"Mas pesan martabak manis satu sama martabak asin nya satu" ucap Ani setelah sampai di stand penjual martabak.


Mengangguk sambil memperhatikan wajah cantik dari pelanggannya.


Setelah memberi tahu pesanan kepada temannya. yang khusus membuat martabak manis dan asin.


Mas pemilik stand martabat tersebut kembali mencuri-curi pandang kepada gadis cantik yang duduk tidak jauh dari tempatnya.


Lukman yang melihat gerak-gerik penjual martabak itu yang terus menatap Ani dengan tatapan Memuja menjadi panas terbakar api cemburu.


Walaupun sang kekasih tidak menggubris Apa yang dilakukan kan oleh penjual martabak itu.


Sedang Ani fokus melihat pesanannya Yang lagi dibuat oleh mas yang lihai mengeratkan tangannya seperti antraksi saja.


Lukman berdehem sambil menatap tajam ke arah ah Mas penjual martabak Seraya merangkul pundak kekasihnya.

__ADS_1


Lukman berniat memamerkan kemesraannya di depan orang yang ada di sana, lebih tepatnya kepada mas yang sedari tadi menatap kekasihnya.


Ia ingin memberitahukan secara tidak langsung bahwa gadis yang ada di sampingnya adalah miliknya.


Ani yang pundaknya nya dirangkul secara tiba-tiba menatap kak Lukman sambil melotot.


Lukman jelas tahu arti pelototan mata sang kekasih yang seakang-akang mengatakan dan menanyakan kan apa yang sedang kamu lakukan ini.


kamu tidak malu diperhatikan oleh banyak orang begitulah kira-kira arti dari tatapan kekasihnya.


Setelah melepas tangan Yang merangkul pundaknya Ani kembali fokus kepada mas mas yang lagi sibuk membuat pesanannya.


Beda dengan mas, yang sedari tadi memperhatikan Ani.


merasa kecewa karena gadis yang dia taksir ternyata sudah memiliki seorang kekasih.


Ia menundukkan pandangannya ke arah bawah karena merasa gugup kedapatan mencuri-curi pandang kepada wanita cantik yang memiliki pawang yang galak.


Mas itu merasa ngeri sekaligus menciut melihat tatapan tajam bak elang yang siap mencabik-cabik mangsanya.


Setelah 10 menit kemudian..!


Pesanan nya pun selesai dibuat


Lukman langsung mendekat ke arah Mas pemilik stand martabak dan segera membayarnya.


Ia ingin segera meninggalkan stand tersebut dan membawa pergi pemilik hatinya.


"Ayo" ucap Lukman sambil menggenggam tangan kiri Ani menuntunnya ke tempat parkir motornya.


Ani hanya tersenyum melihat tingkah posesif kak Lukman.


Di parkiran motor Lukman memakaikan helm ke kepala sang kekasih yang membuat wajah sang gadis jadi merona.


Setelah duduk di jok belakang Ani kembali dikagetkan oleh tangan kak Lukman yang menarik tangan Ani untuk melingkar di pinggangnya.


Merasa gugup wajah Ani sudah merah padam degup jantungnya berdetak kencang deg,deg,deg persis orang yang lagi mengikuti lomba lari maraton.


"Bagaimana kalau kita membuat nama panggilan" Ucap lukman sembari melajukan motornya pelan agar sang kekasih tidak kesulitan mendengar ucapannya.


"Boleh!" ucap Ani mengiyakan usulan kak lukman.


"Kamu panggil aku yeobo dan aku panggil kamu bee" ucap lukman sambil tersenyum bahagia.


Ani yang tidak mengerti arti dari kata yeobo jadi bertanya-tanya kepada kak Lukman.


"Yeobo itu artinya apa kak? dan bahasa dari mana? kok aku baru tau ada kata seperti itu" ucap Ani heran.


Lukman yang mendengar ucapan dari kekasihnya menghembuskan nafas berat lalu kembali bertanya


"Kamu jarang nonton televisi? atau main sosial media gitu?" ucap Lukman heran.


Karna kata yeobo cukup sering di ucapkan para YouTubers ataupun dari kalangan sosialita artis yang lagi berpacaran.


Ucapan Lukman membuat Rona bahagia yang terpancar di wajah Ani memudar.


Boro-boro menonton televisi bergaul sesama gadis seusianya saja tidak ada waktu ucap Ani dalam hati.


Lalu menjawab pertanyaan kak Lukman secara portal.


"Iya kalau di rumah ada televisi. kan di rumah tidak ada" ucap Ani tersenyum renyah menyembunyikan kesedihannya.


Lukman yang mendengar jawaban dari kekasihnya merasa tidak enak hati telah menyinggung perasaan kekasihnya.


ia melihat wajah kekasihnya yang tertunduk sedih.


Lukman berinisiatif membuka obrolan kembali dengan bertanya.


"Jadi masih penasaran nggak nih?"


ucap Lukman sembari melirik wajah gadisnya di Spin motor.

__ADS_1


"Tentang apa?" ucap Ani Seraya menatap Wajah kak Lukman.


"Tentang nama panggilan kita"


ucap kak Lukman sambil mengedipkan matanya.


"Pokoknya kamu harus panggil aku yeobo dan aku panggil kamu bee"


ucap kak Lukman tak terbantahkan.


Yeobo itu semacam panggilan sayang berasal dari bahasa Korea ucap Lukman menjelaskan.


"Oh gitu!"ucap Ani lalu kembali diam.


Ani berperang di dalam benaknya merasa minder karena tak selevel untuk bersanding dengan Pujaan hatinya.


Kamu bagaikan langit yang tinggi yang susah digapai oleh capung sepertiku. walaupun langit tidak pernah berpindah tempat, tetapi terkadang Awan Gelap datang menutupinya. Jangankan menggapainya melihatnya saja susah walaupun begitu sang capung sekuat tenaga terbang untuk menggapainya Disaat itu juga awan hitam akan menjatuhkan bulir air membuat sang capung jatuh bahkan mati dalam angan nya.


Ani mengibaratkan Lukman sebagai langit yang tinggi sedangkan dirinya sendiri adalah capung Yang Malang.


Hening seketika….!!


sampai Ani di pekarangan rumahnya.


Ani turun dari motor dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk.


Sedangkan Lukman hanya mengekor berjalan di belakang Anik.


"Assalamualaikum"


ucap Ani dan Lukman bersamaan setelah sampai di depan pintu.


"Waalaikumsalam"


Ucap emak yang ada di dalam rumah Seraya berdiri dari duduknya dan membuka pintu rumah.


"Ayo silakan duduk" ucap emak mempersilahkan Lukman duduk di kursi ruang tamu.


Lukman melangkah masuk ke ruang tamu sambil menenteng belanjaan juga makanan yang dibelinya tadi tak lupa ia menyodorkan bungkusan tersebut kepada emak.


"Ini ada makanan buat adik-adik dan emak" ucap Lukman menyerahkan kantong tersebut sambil tersenyum Tulus.


Emak menerima bungkusan tersebut dan membawanya ke dalam.


Sedangkan Ani menuju ke dalam dapur mengambil air putih dan meneguknya satu gelas penuh lalu membawa botol air minum beserta gelasnya ke ruang tamu.


Adik-adik, emak, dan Ani berkumpul di ruang tamu sambil memakan makanan yang dibelinya tadi diiringi dengan ngobrol-ngobrol ringan dan juga candaan.


Setelah beberapa menit mengobrol Lukman meminta izin untuk kembali pulang dan menatap dalam kekasihnya


"Bu aku pamit pulang dulu sudah larut soalnya!" ucap Lukman berdiri dari dari duduknya dan berjalan ke arah keluar rumah.


Ani mengantar kak Lukman sampai di tempat parkir motornya.


"Hati-hati ya! Kak. jangan ngebut bawa motornya" ucapan Ani sambil tersenyum.


"Iya bee!" ucapkan Lukman sambil membalas senyuman Ani.


Setelah kepergian kak Lukman.


Ani kembali ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


******BERSAMBUNG******


JANGAN LUPA LIKE👍🏻


VOTE❤


DAN KOMEN DI BAWAH


TERIMA KASIH😊😇😇

__ADS_1


__ADS_2