
Di dalam kamar....!!!
Ani merebahkan tubuhnya dikasur, sambil mengecek handphone nya yang sedari tadi disimpang di dalam tas.
"Astaga" ucap Ani yang melihat banyak panggilan tak terbawab dari Ikbal.
Setelah melihat handphone Ani menaruh nya disamping bantal tidur dan mulai memejamkan matanya.
"Kakak...."
"Kakak...."
"Kakak...."
Ani menoleh dan melihat Adiknya yang sudah lama di rindukan nya.
Di sebrang sungai yang sangat indah. Yang dipenuhi berbagai bunga yang bermekaran dan banyak pohon buah yang tumbuh subur di seberang sana, dan bermacam-macam hewan juga di lihatnya.
Wangi-wangian juga tercium di indra penciuman nya. Entahlah itu dari buah atau bunga yang bermekaran.
Ani melihat jembatan penghubung antara tempatnya berdiri dan tempat adiknya berada sambil tersenyum.
"Adik kakak rindu ucap" Ani setelah melihat Adiknya yang tidak berubah dari terakhir dilihatnya.
Adiknya tidak berucap apa pun hanya diam sembari tersenyum kepada sang kakak.
Ani berniat kesebrang memeluk Adiknya. sambil melepas rindu yang begitu menyiksanya, selama beberapa tahun ini.
Tapi langkah terhenti, melihat jembatan yang di lihatnya tadi menghilang beserta tempat melihat Adiknya berdiri pun ikut menghilang di tutupi embung putih.
"Tidak jangan tinggalkan kakak lagi" ucap Ani histeris jatuh di tempatnya berpijak.
Terdengar suara Adiknya berkata.
"Ini belum waktunya. Hiduplah dengan bahagia. Jaga Emak dan Bapak untukku jika, waktunya tiba. Maka Adikmu sendiri yang akan datang menjemputmu disini, tepat di pintu gerbang."
ucapnya setelah itu.
Ani mendengar suara Emaknya membangunkan nya.
"Ani"
"Ani"
"Ani"
Emak mengguncang tubuh Ani agar terbangun dari tidurnya.
"Emak" ucap Ani setelah membuka matanya dan langsung memeluk Emaknya dengan erat ia teringat dengan pesan Adiknya untuk selalu menjaga emak dan bapaknya.
Emak mengelus rambut putrinya agar berhenti dari tangisnya.
Tampa bertanya Emak sudah tahu apa yang sedang dialami putri.
flashback 5 tahun yang lalu.
*H*ari dimana keluarganya berduka setelah anak ketiganya berpulang kerahmatulla.
Putra semata wayangnya yang menderita penyakit muntaber.
__ADS_1
Di malam sebelum rahman meninggal. Ia sudah memberi tahukan perihal kematian nya kepada keluarganya.
Bahwa ia akan pergi sangat jauh besok hari. Jadi, meminta saudaranya untuk tidak menginap di rumah tantenya.
"Kak jangan pergi kemana-mana dulu" ucapnya sambil menatap kakaknya yang paling disayangi nya yaitu Ani dan mengeggam tangan nya.
Tapi Ani tetap ikut kerumah tantenya yang sudah datang menjemputnya sedari tadi sore.
Tidak menghiraukan ucapan Adiknya yang dikiranya cuma bercanda.
Itulah malam yang paling disesali Ani seumur hidupnya,karna telah melewatkan malam terakhir kebersamaan nya bersama sang Adik.
Malam yang tidak akan pernah terulang di kehidupannya.
Ani dan rahman sejak kecil tidak pernah tepisahkan walaupun cuman sehari.
Kemana sang kakak pergi, maka sang adik akan mengikuti nya. Begitu pun sebaliknya. Dimana sang adik berada, maka sang kakak akan mengikutinya.
waktu itu Ani dan Rahman ikut bapak ke kota untuk mencari nafkah dan emak dikampung bersama dua adik kembar dan kak Ramlah.
Setelah sampai dikota Ani dak Adiknya tinggal di rumah om nya.
Ani menjual gorengan dan menjajakanya
di rumah-rumah penduduk sekitar bersama sang Adik.
Dan setiap dua minggu sekali ia pulang bersama bapak dan Adiknya menengok Emak dikampung.
Setelah merasa cukup menyewa sebuah rumah kecil di pinggir kota.
bapak membawah pindah keluarga kecilnya
Sampai Rahman meninggal bapak membawa kembali emak ke kampung agar kami dapat melupakan kesedihan yang amat dalam.
Sejak kepergian Adiknya Ani menjadi murung.
Bahkan sering kali Emak mendapati putri keduanya menangis histeris di pojokan rumah.
Emak masih ingat betul dihari Anaknya akan dimakamkan Ani sampai menghalangi upacara pemakaman Adiknya dan jatuh tak sadarkan diri.
*Ketika sadar dari pingsannya Ani mencari-cari keberadaan sang Adik yang amat dicintainya
dan meraung-raung menyuruh semua orang mengembalikan Adiknya.
Berhari-hari Ani lalui dengan kodisi tubuh yang semakin kurus dan pinggir mata yang menghitam.
karna di setiap akan makan Ani kembali mengingat Adiknya.
Semasa hidup sang Adik. Ani selalu makan dalam satu piring berdua dan akan berebut lauk pauk ketika makan.
Sehingga sulit baginya menelan makanan yang ada di hadapan nya.
Yang ada hanya pandangan kosong.
Merasa prihatin dengan kondisi keponakan nya. Ani di bawah sementara di rumah om nya.
Agar dapat melupakan masa-masa kebersamaan nya dengan sang adik.
Sebulan berlalu. Tapi, tidak ada tanda-tanda Ani akan dapat melupakan kesedihan nya atas kepergian sang Adik tercintanya.
__ADS_1
Tapi sedikit demi sedikit. Ani membuka mulutnya saat akan disuap oleh tantenya dan ketika akan tidur Ani di dongenkan agar dapat memejamkan matanya.
Kondisi Ani semakin hari semakin membaik tapi Ani masih tidak mau pergi bermain dengan kawan-kawan nya.
Ani lebih memilih menyendiri sambil membayangkan sesuatu yang indah bersama sang Adik.
Ketika mengingat memori dimana Ani akan pulang dari rumah tantenya, dan bertemu sang Adik tercintanya.
Ani singga di sebuah taman dan memetik bunga kembang sepatu untuk bermain bersama sang Adik ketika sampai dirumah.
Alangkah terkejutnya setelah sampai dirumah sang Adik sudah sekarat.
bunga yang dipegangnya terjatuh begitu melihat Adiknya disendoki air masuk ke mulutnya.
Ani mendekat kearah sang Adik yang berbaring lemah tak berdaya. Lalu mengusap lengan nya.
Seketika Adiknya menoleh dan tersenyum kepada kakaknya disaat itu juga rahman menutup matanya sambil tersenyum.
Ani yang kaget ketika bapak memeriksa denyut nadi Adiknya yang sudah tidak berdenyut.
Seketika semua orang yang ada disana menangis histeris.
Ani yang merasa heran mulai bertanya-tanya?
"Ada apa? kenapa kalian menangis?"
"Adik cuman tertidur sebentar juga bangun" ucap Ani polos waktu itu.
Seseorang dari kerumunan itu membuka suara dan menyuruh Ani membangunkan Rahman.
"Kalau Adikmu cuman tertidur ayo bangunkan" ucapnya sambil sesegukan.
Ani spontan duduk di dekat adik nya yang berbaring menutup mata.
lalu memegang lengan nya sambil mengguncang Adiknya yang dikira tertidur
"Dek ayo bangun" ucap Ani sambil terus menggerakkan tangan Adiknya.
Ani ditarik oleh om nya yang baru datang setelah dikabari kalau keponakan nya telah meninggal dunia.
Sambil menangis om nya memberi pengertian kepada Ani dan mengatakan bahwa*.
"Allah lebih menyayangi Adikmu dari kita semua itulah Adikmu dipanggil lebih dulu" ucapnya sambil menghapus air matanya yang menetes.
Flashend
Setelah kembali tenang. Emak membaringkan Ani ditempat tidurnya dan terus mengelus rambut putrinya agar kembali tertidur.
Setelah melihat Ani menghembus kan napasnya teratur Emak kembali kekamar dan melanjutkan tidurnya.
*******BERSAMBUNG*******
JANGAN LUPA LIKEππΎ
VOTE YA!β€
DAN KOMEN DI BAWAH
TERIMA KASIHπππ
__ADS_1