Jodohku Perawat Kakakku

Jodohku Perawat Kakakku
26. Di gombalin oleh yeobo


__ADS_3

๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€


Setelah mencabut Ubi kayu, dan memetik daunya. Ani dan kedua Adiknya, lanjut memetik Mangga muda.


"Siapa yang akan, memanjat Pohon ini?" ucap ketiganya sambil menatap satu sama lain.


Ani menatap kedua Adiknya. Lalu menyuruhnya, Swit. Bagi yang kalah Akan memanjat Pohon Mangga Ucap Ani merasa tenan karna tidak memanjat pohon.


Tapi, kedua Adiknya. Menatapnya penuh selidik. Alhasil kedua Adiknya, tidak mau melakukan yang di katakan sang kakak.


"Bagaimana kalau kita bertiga saja supaya Adil." ucap Hasna. Memberikan solusi.


Dengan terpaksa. Ani menyetujui, ide dari Adiknya.


"Okey...!" Ucap Ani.


"Omping pala, yuk gamreng. Nenek Ijah, pake baju rombeng.


"Yes...! gue menang." Ucap Ani sambil bersujud di depan Pohon Mangga.


"Tuhan akan selalu berpihak. Kepada Hambanya yang Beriman. Dan baik ini" Ucap Ani melangkonis.


Sedangkan, kedua Adiknya. Menatap Tingkah Kakaknya. Yang Alay dan merasa jengah sendiri.


Dua H kembali melakukan swit, dan hasilnya. Hasna yang kalah.


Dengan wajah cemberut. Hasna menghampiri Pohon Mangga, dan segera memanjatnya.


"Jangan terlalu erat, memeluk pohon Mangga nya. Kasian, Nanti sesak napas lagi." Ucap Hasni, mengejek saudara kembarnya.


Hasna, sudah esmosi tingkat tinggi. Mendengar ejekan, dari Hasni. Terbesik sebuah ide. Untuk membalas saudara kembarnya.


"Awas ya...! kamu." Ucap Hasna, menatap kebawah, sambil tersenyum misterius.


Di atas Pohon Mangga. Hasna mulai memetik buah mangga satu persatu, dan melempasnya kebawah. Merasa cukup banyak. Hasna di minta oleh kak Ani. Agar segera turun dari pohon mangga.


Tapi, ketika akan turun. Hasna melempar satu biji. Buah Mangga ke arah, kepala Hasni.


Tapi, meleset mengenai baru Hasni saja.


"Duh...!" Ucap Hasni, ketika Buah Mangga mengenai bahunya. Lalu menengadah melihat ke atas Pohon. Disana, Hasni melihat. Saudara kembarnya, menampilkan mimik wajah, seolah-olah merasa bersalah dan berucap tidak sengaja.


Pasti kamu sengaja kan ucap Hasni tidak terima dengan sikap kasar saudara kembarnya.


"Iri bilang Bos." ucap Hasni, menatap Hasna dengan tatapan menyeleneng.


"Siapa...?Aku?" Ucap Hasna tidak terima dikatai Hasni Iri.


"Iyalah...! siapa lagi?. Masak aku mengatai Pohon Mangga itu." Ucap Hasni seraya melangkah kearah kak Ani, yang lagi duduk santai menyaksikan debat live nya dengan Hasna.


"Ayo kita, kembali ke Rumah. Ucap Ani, sambil menenteng. Ember yang penuh dengan Buah Mangga dan Ubi kayu.


Di perjalanan pulang. Dua H selalu saja berdebat. Dan ada-ada saja, tingkahnya yang membuat, orang yang melihatnya geram.

__ADS_1


Sesampainya di rumah. Ani mencuci tangan dan kakinya, yang kotor karna menggali Ubi kayu yang tertinggal di tanah.


"Mak...!" teriak Ani mencari Emaknya.


"Ada apa Nak?. Kok, teriak-teriak gitu?" Ucap Emak keluar dari kamar. Lalu menegur Ani, karna hampir saja membangunkan Adiknya. Yang baru saja tidur.


"Emak lihat Ponselku?" Ucap Ani, sambil memandang wajah Emaknya.


"Oh...itu toh, ada. Emak simpang di dalam laci. Dan sedari tadi terus berbunyi. Ucap Emak sambil tersenyum.


Ani langsung melangkah, ke dalam Kamar. Dan mengambil Ponselnya. Benar saja, terlihat banyak panggilan tidak terjawab. Dari dua nama, dan juga pesan masuk.


Ani membuka pesan dari nama yang bertuliskan my Love.


"Bee, kok kamu. Enggak angkat telponku sih? Aku kangen!" dengan emoticon๐Ÿ˜” murung.


Ani membalas pesan dari kekasihnya.


"Maaf tadi itu Ponselku tertinggal di Rumah. saat Aku pergi ke Kebun. Jadi tidak ada yang Angkat. Kamu dinaskan hari ini?"


Setelah pesan terkirim. Ani kembali membuka pesan selanjutnya. Dari Ikbal yang berkata.


"Kamu kemana sih, Kok telepon Aku tidak di angkat. Apa kamu marah, soal janjian kita yang batal tadi malam?"


"Enggak kok, aku tidak marah. Ini ponselku tertinggal, saat Aku pergi ke Kebun. Jadinya tidak ada yang angkat. Pesan terkirim.


Setelah membalas. Pesan, dari ke dua cowok yang super kece, dan perhatian. Ani kembali meletatkan Ponselnya, lalu mengecas karna daya Ponselnya melemah.


Melangkah ke ruang tamu. Melihat dua H yang sedang, belajar di meja.


"Sini, biar Aku saja. Yang mengupas Ubinya. Emak istirahat saja. Sambil merebut pisau yang di pegang Emak." Ucap Ani, yang datang dari ruang tamu.


Setelah merebut, pisau yang dipegang Emaknya. Ani melanjutkan, mengupas kulit Ubi kayu. Lalu menyimpannya di dalam Baskom yang berisi Air.


Setelah, membersihkan sisa tanah. Dari Ubi kayu di teras Rumah. Ani, membawa baskom. Yang berisi Ubi kayu, ke dalam Rumah dan mencuci bersih agar siap di parut.


Ani berniat. Memarut Ubi kayu, yang selesai di cuci nya. Dan membawahnya keluar teras rumah. Tapi, langkahnya terhenti, saat mendengar. Ponselnya kembali berbunyi. Ani meninggal kan. Ubi kayu yang ada di dalam baskom.


"Halo" ucap Ani, setelah meraih ponselnya.


"Kamu, lagi ngapain Bee?" ucap kak lukman.


"Lagi rebahan ni." Ucap Ani.


"Kangen kamu Bee. Kapan kita bertemu lagi?"


"Hem,, gak tau juga yeobo." Ucap Ani malu-malu kucing.


Lukman mendengar, kekasihnya. Memanggilnya, dengan sebutan yeobo. Menjadi sangat bahagia. Dan gemas, mendengar suara Ani, yang agak ragu. Memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Asal kamu, tau saja Bee. Sehari saja tak melihatmu. Serasa sebulan." Ucap kak Lukman, dengan nada sedikit menggoda.


Ani yang mendengar. Ucapan ke kasihnya, menjadi salting dan bersemu merah.

__ADS_1


"Dasar gombal." Ucap Ani. menyembunyikan, ke gugupan nya.


"Ini benar Bee. Asal kamu tau saja. Aku sampai tidak berselera makan. Jika, kamu mengabaikan telponku."


"Iya...iya terserah, kamu saja yeobo." Ucap Ani tersenyum bahagia.


"Bee jangan salah paham. Atas semua sikapku kepadamu, bahkan termasuk ketika aku marah, ketika aku kesal, ketika aku jengkel, kamu harus tau. Bahwa semua bersumber, dari aku yang sangat mencintaimu.


Blus wajah Ani, sudah merah seperti kepiting rebus. Mendengar kata-kata ke kasihnya.


"Bee kok, kamu diam saja. Aku bicara panjang lebar. Kamu dengar enggak?"


"Aku dengar, kok yeobo."


"Yeobo kamu tau enggak kenapa tayo warna biru?"


"Enggak. Emangnya kenapa Bee?"


"Karna kalau warnanya kuning berarti ***"


Krik...krik...krik


Lukman Mengira ke kasihnya akan menggombalnya balik. Tapi, ternyata cuman tebak-tebakan garing saja.


"Hahahaha...! kamu lucu Bee."


"yeobo kamu ngetawain aku ya...!"


"Enggak Bee. kalau kamu bisa menjawab. Kata yang aku isyaratkan. Kamu Akan mendapatkan hadiah, spesial dari aku."


"Apa?"


"Nyimak ya...! Benda apa yang huruf depannya K belakangnya L. Sedang bila di tarik keras kalau di lepas lemas apa hayo?"


Lama Ani berpikir. Tapi, tidak mendapatkan jawabanya.


"Aku nyerah saja. Apa jawabannya?"


"Ketapel" ucap lukman sambil tertawa.


Ya sudah. Aku lanjut Dinas dulu Bee.


"Bye"


*******BERSAMBUNG*******


JANGAN LUPA LIKE๐Ÿ‘๐Ÿพ


VOTEโค


TEKAN ๐Ÿ’Ÿ


KOMEN DI BAWAH๐Ÿ’ฌ

__ADS_1


TERIMA KASIH๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


__ADS_2