Jodohku Perawat Kakakku

Jodohku Perawat Kakakku
06. Teman


__ADS_3

🎀🎀🎀🎀🎀🎀


Beberapa menit kemudian...!


Pelayan mendekat, membawah kantong kresek yang berisi dua porsi nasi goreng.


"Ini dek. Totalnya, Rp.40 rb" penjual.


Ani yang pikirannya, melambung jauh, langsung tersadar dari lamunan nya.


"Eeh...iya pak. Ini uangnya." Selesai membayar makanan nya. Ani melangkah ke luar dari warung.


Ingat dengan tujuan selanjutnya.


Ia mencari tempat counter pulsa. Teryata ada di depan sana.


Ani menyungingkan senyum manisnya, karna tempat yang di tuju tidak jauh, dari tempatnya berdiri. Tapi, langkahnya terhenti. Saat mendengar seseorang menyapanya dari arah belakang.


"Hai kenalkan, namaku Ikbal" sambil mengulurkan tangannya ke depan.


"Saya Ani" sambil menerimah uluran tangan, orang yang ada di depan nya.


"Mau kemana..?"


"Eeeh, ini aku mau ke depan


sana" sambil melirik ke depan. Tepatnya ke counter pulsa.


"Bareng aja. Aku juga mau ke sana"


"Emm, iya"


Mereka berjalan sambil ngobrol. Sesekali Ikbal bercanda untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.


Sampai di depan counter. Tampah basa, basi Ani langsung melangkahkan kakinya, mendekati penjaga counter tersebut untuk membeli Pulsa.


"Kak, pulsanya dong?"


"Pulsa berapa dek...?" kata penjaga counter sambil menyunggingkan senyum ramah.


"Pulsa 10 aja kak" ucap Ani sambil menyodorkan uang pecahan dua belas ribu.


Ani menoleh ke samping mencari ke beradaan Ikbal. Tapi, tidak menemukan nya, Ani baru sadar, Ikbal tidak ikut masuk ke dalam counter.


Ani mengerutkan dahinya, tanda tidak mengerti.


"Katanya, tadi mau bareng aku beli pulsa.?" ucap Ani pelan.


" Tapi, nyatanya. Dia malah menungguku di depan sana."


Ani melangkah ke luar counter. Ia bertekad akan langsung pulang saja.


"Udah...?" Ucap Ikbal, saat Ani sampai di hadapan nya.


"Iya" ucap Ani.


"Oya!, aku mau langsung pulang"


Setelah pamit, Ani langsung berjalan, dan sedikit berlari kecil. Agar cepat sampai di kamar inap kakaknya.

__ADS_1


Ani melangkahkan kakinya tergesah, gesah seperti orang yang lagi di kejar setan.


Brukkkk…!


"Siapa sih?, kalau jalan itu, lihatnya ke depan. Bukan kebelakang " ucap Riki kesal, karna terperosok kebelakang.


Hening…!


Dengan perasaan kesal, Riki menengok orang yang menabraknya, dan betapa kaget nya Riki, setelah melihat orang itu.


"Oh…! Jadi loh orangnya!" ucap Riki sambil memungut kantong Ani yang terjatuh tadi pas tabrakan.


"Iya, emangnya kenapa?" ucap Ani sambil merebut kantong yang ada di tangan Riki dan tersenyum mengejek.


"Nggak kenapa,napa sih. Cuman, gue ngerasa kayaknya kita jodoh deh. Abisnya kita ketemu terus" ucap Riki sambil tersenyum memandang wajah cantik gadis yang ada di hadapan nya.


Ani mengdengus, mendengar ucapan Riki yang tidak ada paedanya. Lalu melangkah pergi tapi, tangannya di cekal oleh Riki.


"Mau apa lagi sih?" ucap Ani malas.


"Maaf, waktu itu aku jahilin kamu."


Ani terdiam sejenak mendengar ucapan Riki dan kemudian mengangguk kan kepalanya tanda mengiyakan.


"Benar nih?" ucap Riki.


"Iya" ucap Ani.


"Kalau gitu, sekarang kita teman" ucap


Riki sambil mengulurkan tangan nya di depan Ani.


"Kalau gitu, aku ke dalam dulu yah!" ucap Ani melepaskan tangannya yang di gengam oleh Riki.


"Eh, iya" ucap Riki sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Belum juga Ani beranjak dari tempatnya berdiri. Riki kembali bertanya.


"Siapa yang sedang kamu besuk?" ucap Riki.


"Kakakku" ucap Ani menatap Riki dan bertanya balik.


"Kalau, kamu sendiri?" ucap Ani.


"Ibuku" ucap Riki dengan suara lirih.


"Memang nya, ibumu sakit apa?" ucap Ani prihatin.


"Stroke, dan udah sering bolak-balik rumah sakit. Tapi, belum ada kemajuan"


Ani mendekat ke Riki dan menepuk bahunya. Ia berniat menenangkan Riki yang terlihat sangat sedih.


Spontan Riki mendongkatkan kepalanya menatap tangan Ani yang sedang menepuk bahunya. Setelah Riki terlihat tenang. Ani memberikan satu nasi goreng nya untuk Riki makan.


Kebetulan Ani dan Riki berada di dekat taman rumah sakit.


"Ayo, kita duduk di sana!" ucap Ani sambil berjalan ke arah kursi yang ada di taman itu.


Setelah mereka duduk. Ani menyodorkan satu nasi goreng yang di belinya tadi.

__ADS_1


"Makanlah, pasti kamu lelah jagain mama kamu seharian" ucap Ani.


Riki menggelengkan kepalanya, menolak karna merasa tidak enak hati kepada Ani. Tapi, Ani bersikeras dan mengatakan tidak akan mau berteman dengan Riki jika, menolak untuk makan.


"Kamu pasti, belum makan juga kan?" ucap Riki menatap wajah Ani.


"Iya" ucap Ani.


"Aku tidak akan makan, kalau kamu tidak makan juga" ucap Riki menghentikan suapan nya menatap Ani.


"Ya, sudah aku juga makan ni!" ucap Ani sambil mengeluarkan makanannya dari dalam kantong.


Riki tersenyum dan kembali menyendok kan makanannya masuk ke mulutnya.


Mereka makan bersama dalam dalam diam.


Jika ada yang melihat mereka. Pasti mengira mereka sepasang kekasih 💑. Yang sangat romantis.


Uhuk..uhuk…!


Ani terbatuk dan sialnya tidak ada air minum yang di belinya.


Melihat Ani terbatuk Riki berdiri dari duduknya dan pergi membeli air mineral terdekat.


"Nih, kamu minum dulu. Supaya batuknya berhenti!" ucap Riki.


Ani mengangguk, lalu menerima air yang di sodorkan Riki, dan kembali makan.


Setelah selesai makan. Ani berpamitan kepada Riki untuk kembali ke kamar inap kakaknya.


"Ayo, aku antar" ucap Riki.


Ani hanya menurut saja. Sampailah di depan kapar inap kak Ramlah. Ani menawari Riki mampir. Tapi, Riki menolak karna ibunya pasti menunggu nya.


"Terima kasih, untuk makanan nya tadi" ucap Riki.


"Sama-sama, udah gih, buruan. Nanti ibu kamu nungguin kamu lagi"


"Bye" ucap Riki.


"Bye, juga…!" ucap Ani.


****


Di dalam kamar inap kak Ramlah. Baru saja Ani nongol di balik pintu, Ani sudah di cerca banyak pertanyaan dari kakaknya. Dari mana saja kamu, kenapa pulangnya lama, makanan nya yang kamu beli di mana, dan banyak lagi😂


******BERSAMBUNG******


JANGAN LUPA LIKE👍🏾


RATE⭐⭐⭐⭐⭐


TEKAN💟


VOTE💘


KOMEN DI BAWAH😊


TERIMA KASIH🤗😇

__ADS_1


__ADS_2