Jodohku Perawat Kakakku

Jodohku Perawat Kakakku
21. Di Pantai


__ADS_3

Setelah Menempuh Perjalanan Yang Cukup Lama Karna Macet. Sampailah Dua Sejoli Yang Di Mabuk Cinta Di Pantai.


Di Pantai xxx Setiap Hari Sabtu Sore Sampai Jam Sebelah Malam Ramai Di Kunjungi Berbagai Kalangan Masyarakat.


Ada Yang Datang Berbelanja Dan Membawa Anak Nya Ke Wahana Bermain Ada Juga Yang Datang Untuk Ngedete Dan Berbagai Macam Lagi.


Setelah Memarkirkan Motornya Lukman Berjalan Ke Arah Pujaan Hatinya Yang Sedang Menunggu nya Di Seberang Jalan.


Lukman Yang Begitu Fokus Melihat Ke Depan


Sehingga Tidak Melihat Kesamping Saat Menyebrang Jalan Nyaris Keserempet Motor.


Chittttt........Sreeeet......


Anggaplah Bunyi Rem Tiba-tiba.


"Woy Kalau Nyebrang Itu"


"Lihat Jalan Bro"


"Jangan Melamun"


Ucap Pri Yang Kaget Karna Hampir Menabrak Seseorang.


"Untung Aku Ngerem Nya Tepat Waktu.


"Kalau Tidak Bisa Patah Tulang lu"


Ucap Pri Itu Yang Masih Merasa Kesal.


Karna Merasa Jengah Lukman Menatap Tajam Pri Yang Sedari Tadi Mengomel


Layaknya Emak-emak Yang Sering Di Tonton


Di Channel Youtube.


"Yang Seharusnya Memaki Itu Gue"


Sambil Menunjuk Ke Dada Bidangnya.


"Secara Aku Lah Yang Hampir lo Tabrak."


"Baik Kalau Gue Langsung Koit"


"Kalau Gue Cacat Trus Muka Gue Hancur"


"Lo Mau Tanggung Jawab Gitu?"


Ucap Lukman Seraya Melipat Tangannya Di Depan Dada Dan Memandang Sinis Kearah Cowok Yang Masih Setia Duduk Diatas Motornya.


"Dan Lagi Gue Itu Tidak Melamun"


"Dasar Lu nya Saja Yang Melajukan Motor


"Kayak Orang Kesetanan"


Ucap Lukman Berkilah.


Ani Yang Melihat Perdebatan Didepan Matanya Merasa Jengah Karna Hal Yang Didebabkan Tidak Peting Menurutnya, Toh Orang Yang Hampir Di Tabrak Tidak Kenapa2


Dan Orang Yang Hampir Menabrak Juga Tidak Sampai Jatuh.


Tak Lama Ani Mendengar Handphone Nya Berbunyi Di Dalam Tasnya Tanda Panggilan Masuk.


Buru-buru Ani Menerima Panggilan Tersebut Setelah Melihat Ikbal Menelponya.


"Halo" Ucap Ani Sambil Melangkah


Menjauh Dari Pria Senantiasa


Berdebat itu.


"Kamu Sudah Di Pantai Ya?"


Ucap Ikbal Di Seberang Karna Mendengar


Suara Ribut Yang Yang Berasal Dari Suara


Para Pedagang Yang Meneriakkan Jualan


Nya.


"Iya" Ucap Ani Seraya Bertanya Ke Ikbal.


"Emang Nya Kamu Juga Sudah Datang?"


Ucap Ani.


"Maaf"


Ucap Ikbal Tampak Dari Suaranya Tidak Bersemangat Karna Tidak Bisa Ketemu Dengan Gadis Yang Senantiasa Hadir Di Pikirannya.


"Maaf Untuk Apa Yach?" Ucap Ani


"Karna Aku Tidak Bisa Datang Menemuimu


Padahal Kita Sudah Janjian"


Ucap Ikbal Murung.


Ani Yang Mendengar Penjelasan Ikbal Merasa Bersyukur Dan Juga Lega Karna Kalau Ikbal Ngotot Pengen Ketemu Juga Akan Jadi Rumit Jadinya.


"Is Okey"


"Gak Usah Merasa Tidak Enak Gitu Kak"


"Aku Gak Apa-apa Kok"


"Oh...ya"


"Udah Dulu Ya Kak" Ucap Ani Melihat Lukman

__ADS_1


Berjalan Kearahnya.


Tut,tut,tut


Ani Langsung Memutuskan Panggilan telponya.


Setelah Sampai Di Hadapan Ani.


Lukman Merasa Lega Karna Sudah Menemukan Keberadaan Pemilik Hatinya.


"Kok Kamu Pergi Tidak Bilang-Bilang Sih?"


Ucap Lukman Merajuk Manja Sambil


Mengecilkan Pupil Matanya.


Ani Yang Melihatnya Pun Merasa Gemas Dan Langsung Mencubit Pipi Kanan Lukman Agar Berhenti Melakukan Tindakan Sok Imut nya itu.


"Auw" Ucap Lukman Berpura-pura Meringis


Setelah Di Cubit.


"Kamu Tau Ngak?"Ucap Lukman Bertanya


"Enggak"


Ucap Ani Dengan Cepat Sambil menggeleng.


"Dasar Tidak Peka" Ucap Lukman.


"Apaan Sih Dasar Cowok Baperan"


"Aku Tuh Sampai Mencari-cari Kamu Di Ujung Pasar Sana"


Sambil Menunjuk Menggunakan Isyarat Matanya.


Kembali Memandang Ani Dengan Saksama


Niat Hati Ingin Menggoda Ani.


Tapi Ini Mach, Senjata Makan Tuan.


"Kamu Cantik Tapi Aku Belum


Mencintaimu,Gak tahu Kalau Sore,


tunggu Saja."


Seketika Ani Tersenyum Memandang Wajah Maskulin Lukman Dan Berucap.


"Ini Udah Malam Kali Kalau Nunggu Besok


Sore Terlambat."


"Aku Sudah Di Ambil Orang"


Ucap Ani Bercanda.


"Memang Siapa Yang Berani Merebutmu


Dariku?" Ucap Lukman Sambil Menakup


Kedua Pipi Ani Dan Menatapnya.


Blus Pipi Ani Memerah Seperti Kepiting Rebus.


Ani Yang Gugup Berusaha Menyembunyikan


Kegugupan nya Sambil Berucap.


"Emanya Kamu Ada Hak Apa Melarang Orang


Mendekatiku?"


Ucap Ani Membalas Tatapan Lukman.


"Kita Saja Tidak Memiliki Hubungan Apapun"


Ucap Ani Yang Memancing Emosi Lukman


"Dengar Ya Mulai Saat ini, Detik Ini,


Kamu Adalah Pacarku."


Ucap Lukman Sambil Mencium Punggung


Tangan Ani.


"Lepas Dasar Gombal",


Sudah Berapa Banyak Wanita Yang Kamu


Gombal Begini Ucap Ani Tersenyum mengejek.


"Gombal...?" Ucap Lukman Mengulang


Kata-kata Ani.


"Apa Kamu Tidak Sadar Dengan Apa Yang


Kamu Ucapkan Saat Ini Menyakiti Diriku


Ucap Lukman."


Ani Hanya Terdiam Mencerna Ucapan Lukman


"Asal Kamu Tau ya...!"


"Kalau Aku Tidak Cinta Sama Kamu"


"Mana Mungkin Aku Bela-belain"

__ADS_1


"Nemuin Kamu Sampai Aku Tersesat Di Jalan"


"Kalau Kamu Pikir Aku Main-Main Kamu


Salah Besar"


Ucap Lukman tersenyum Sinis Lalu Berdiri Dari Duduknya.


"Ayo Kita Pulang Saja" Ucap Lukman Menarik Tangan Ani.


Ani Yang Ditarik Tangan nya Pun Ikut Berdiri


Setelah Beberapa Langkah Ani Berhenti Spontan Lukman Berhenti Dan Menoleh Kebelakang.


"Apa...?" Ucap Lukman Cuek Karna Merasa


Kesal Dengan Sikap Ani.


Ani Yang Menunduk Kan Kepalanya Dengan Rasa Sesal Telah Berpikir Yang Tidak2


Enggan Menatap Lukman.


Sampai Suara Dari Seseorang Mengagetkanya.


"Bro Udah Ketemu Rupanya"


Ucap Ardi. Sambil Memandang Ani.


Yah Orang Itu Adalah Ardi.


Orang Yang Memiliki Suara Lima Okta.


Yang Di Temanin Lukman Berdebat


Di Pinggir Jalan.


Tunggu Apa Yang Ku Lewatkan Ucap Ani Dalam Hati.


Kenapa? Tiba-tiba Mereka Kelihatan Akrab Batin Sambil Menatap Mereka Bergantian.


Meminta Penjelasan.


#*pov


Setelah Kepergian Ani


Menerima Telpon Dari Ikbal.


Lukman Terus Saja Berdebat Dengan Ardi Hingga Tidak Melihat Ani Melangkah Pergi.


Ketika Lelah Berdebat Baru Lah Lukman Kelimpungan Mencari Keberadaan Ani.


Karna Kasihan Melihat Lukman Bertanya-tanya Kepada Orang Yang Ada Di sekitar Tempat Terakhir Ani menghilang.


Ardi pun Berinisiatif Membantu Lukman.


"Bagaimana Ciri-cirinya?"


Sambil Menepuk Bahu Lukman.


Lukman Menoleh Kearah Ardi Dan Berucap


"Thanks Bro"


"Dia Memakai Kaos Putih Dan Jaket Yang Dia Pegang Ditangan nya"


"Rambutnya ikal Coklat" Ucap Lukman Panik.


Ayo Kita Cari Kesana Ucap Ardi Sambil Menunjuk Jalan Yang Di Himpit Penjual* .


*Sampai Di Ujung Jalan Tapi Tidak Menemukan Orang Yang Di Cari.


"Bro Cewek Loh Bawah Handphone?" Ucap Ardi Bertanya.


Bukan nya Menjawab Lukman Malah Menepuk Dahinya.Merutuki Kebodohanya


Dan Segera Menekan Nomer Jerika.Tapi Sanyangnya Nomer Jerika Sedang Ada Di panggilan Lain.


"Kenapa...?"


"Tidak Diankat!" Ucap Ardi Penasaran.


"Tidak Nomernya Sedang Sibuk"


Ucap Lukman Lesu.


"Ya Sudah"


"Kamu Cari Kesana menujuk Pinggir Pantai" "Dan Aku Coba Cari Disana" Menuju Stand


Penjualan Makanan*.


*


Begitu Ceritanya Ucap Lukman Dan Ardi Bersamaan.


Kalau Gitu Aku Pamit Bro Ucap Ardi Berjabat Tangan Dengan Lukman.


*******BERSAMBUNG*******


JANGAN LUPA:


*LIKE👍🏻


*VOTE❤


*COMEN💬


DI BAWAH


TERIMA KASIH🤗😇😇

__ADS_1


__ADS_2