Jodohku Perawat Kakakku

Jodohku Perawat Kakakku
22. Posesif


__ADS_3

Setelah kepergian Ardi……


Ani Menatap Lukman Intes Lalu Mengemgam Tangan Kanan Lukman


"Maaf Kak!"


"Karna Aku Telah Meragukan Kakak"


Ucap Ani Memandang Manik Mata Orang Yang Ada Di depan Nya


Sambil Menyunggingkan Senyum Yang Membuat Orang Yang Melihatnya Meleleh.


Lukman Tersenyum Lalu Menarik Tangan yang di Pegang Ani Dan Mencium Punggung Tangan Pemilik Hatinya.


"Yuk Kita Pulang" Ucap Ani


"Siapa Bilang Kita Akan Pulang?"


ucap Lukman Sembari Menarik Tangan Ani Ke Cafe Yang Berada Di Pinggir Pantai.


"Duduk" Ucap Lukman Setelah Sampai Di Sebuah Meja Yang Terletak Di Sudut Cafe Tersebut.


Ani Hanya Menurut Sambil Mendudukan Pantat nya Di Kursi.


Tak Lama Seorang Pelayan Mendekat Membawa Buku Menu.


"Silahkan"Ucap Pelayang Itu Sambil Menyerahkan Buku Menu Dan Bersiap Mencatat Pesanan.


Ani Melirik Ke Arah Lukman Lalu Bertanya.


"Kakak Mau Pesan Apa?"


Lukman Yang Sudah Sering Nongkrong


Di Cafe Boygrill Sudah Tau Menu-Menu Spesial Tampa Harus Melihat Daftar Menu.


"Aku Pesan Cappuccino Dengan


Roti Bakar"


Ucap Lukman Melirik Pelayan.


"Kalau Kamu Yan?"


Ucap Lukman Sambil Melirik Ani.


"Aku pesan Ice Coffe Milk


Dengan Siomay"


Ucap Ani Melirik Pelayan Cafe.


"Ani" Ucap Seorang Dari Luar Cafe


Ani Yang Mendengar Namanya Di Sebut Spontan Menoleh Kearah Luar.


"Itukan Arina" Ucap Ani Pelan.


Ani Yang Melihat Teman Nya Di Luar Cafe.


Spontan Tersenyum Dan Melambaikan Tangan Menyapa Teman Nya Balik.


Lukman Yang Melihat Ani Menatap Ke Luar Cafe Ikut Menoleh Dan Melihat Seorang Cewek Berpenampilan Tomboy


Sedang Membalas Sapaan Dari Ani.


Setelah Cewek Tomboy Itu Tidak Kelihatan Lagi Lukman Menatap Ani Penuh Tanya.


Seakan Bertanya Siapa Dia?


Ani Yang Mengerti Melihat Raut Wajah Kekasihnya.


Kembali Membuka Mulutnya Dan Tersenyum Tulus Ke Arah Kekasihnya.

__ADS_1


"Itu Teman Aku Di Tempat Kerja"


Ucap Ani Menjelaskan.


"Hm Dia Seperti Seorang Cowok"


Ucap Lukman Menilai Penampilan Dari Teman Ani.


Cara Berpakaian Nya Saja Seperti Cowok.Ucap Ani


Tapi Body Nya Aduhai Ucap Ani Melirik Lukman.


Lukman Yang Mendengar Ucapan Kekasih Nya Mengidik Ngeri Pasal Nya Ani Memuji Lekuk Tubuh Teman Kerjanya.


"Lain Kali Kamu Jangan Terlalu Dekat Dengan Temanmu Itu,Tidak Baik."


Ucap Lukman Membeo.


"Lah Emangnya Kenapa?"


Ucap Ani Heran Karna Lukman Melarangnya Berdekatan Dengan Teman Kerjanya.


Kalau Itu Cowok Masih Wajar Sih Lukman Melarangku Berdekatan.


Nah Ini..? Cewek Apa Alasan Nya Coba


Batin Ani.


"Kamu Tau Tidak?"


Lukman Sedikit Menjeda Ucapan Nya Memperhatikan Raut Wajah Gadis Yang Tengah Serius Menanti Penjelasan Nya.


Lukman Kembali Melanjutkan Ucapan Nya.


"Perempuan Seperti Itu,Biasanya Menyukai Sesama Jenis" Ucap Lukman Pelan Takut Ada Yang Mendengar Obrolan Mereka.


Ani Menutup Mulutnya Tanda Tidak Percaya Atas Ucapan Lukman Barusan


Bukan Apa-apa Karna Ani Mengetahui


"Hei Jangan Menghujat Seseorang


Dengan Melihat Tampilan Luarnya Saja


Karna Belum Tentu Apa Yang Kau Lihat Sama Dengan Keadaan Yang Sebenarnya" Ucap Ani Menasehati.


Lukman Yang Mendengar Ani Memberi Pencerahan Atas Sikapnya Yang Seenaknya Mencap Seseorang Itu.


Menjadi takjub Atas Sikap Dewasa Dan Bijaksana Yang Ani Perlihatkan.


"Aku Memang Tidak Salah Memilihmu Menjadi Ibu Dari Anak2 Ku Nanti"Ucap Lukman Dengan Suara Pelan Tapi Masih Bisa Di Dengar Oleh Sang Pujaan Hati.


Semburat Merah Merona Menjalar Sampai Di Telinga Ani Mendengar Ucapan Lukman Barusan.


Entahlah Itu Semacam Pujian Atau Gombalan Yang Lukman Ucapkan Secara Gamlan Yang Jelas Saan Ini Ani Merasa Sangat Bahagia Mendengan Ucapan Lukman.


Ani Merasa Berada Di Sebuah Taman Yang Indah Di Penuhi Bunga Yang Bermekaran Mengeluarkan Wangi Yang Mengundang Kawanan Kupu2 Untuk Menghisap Sarinya.Mendengar Ucapan Sebuah Masa Depan Yang Indah.


"Hm" Ucap Lukman Mengahlikan Angan2 Ani.


"Cepat Habiskan Siomaymu Nanti Dingin Tidak Enak Lagi Lo"


Ucap Lukman Dengan Senyum Yang Menawan.


Ani Menuruti Tinta Kekasih Nya Dengan Segera Memakan Somay Yang Sudah Tersaji Di Atas Meja.


Dengan Sedikit Malu-Malu Ani Menyuap Siomay Satu Per Satu Ke Dalam Mulutnya Tapi Entah Kenapa Ani Tidak Merakan Cita Rasa Dari Siomay Tersebut.


Yang Ani Rasakan Saat Ini Hanya Ke Gugupan Yang Luar Biasa Melandanya


Siomay Yang Di Suap Masuk Kedalam Mulutnya Seakan Langsung Di Telan Nya


Bulat-bulat Lantaran Sang Pujaan Hati Terus Menatap nya Sedari Tadi.

__ADS_1


Siapa Juga Yang Tidak Akan Kikkuk Di Tatap Oleh Seorang Cowok Yang Keren Ples Tampan.


"Kakak Mau?"


Ucap Ani Menawarkan Siomay Yang Sudah Di Tusuk Dengan Garpu Karna Sedari Tadi Lukman Terus Memperhatikan Nya Jadi Ani Mencoba Mengalihkan Pokus Lukman Karna Sedari Tadi Ani Merasa Tidak Nyaman Di Tatap Dengan Intens.


Boleh Ucap Lukman Sambil Membuka Mulut Nya Minta Di Suapkan Siomay.


Ani Yang Merasa Canggung Mau Tidak Mau Menuruti Keinginkan Kekasihnya


"Emm Enak"


Ucap Lukman Begitu Siomay


Masuk Kedalam Mulutnya Dan Sedikit Menarik Lengkung Ujung Bibirnya.


Bukan Karna Siomay Nya Tapi Ia Merasa Bahagia Dapat Perhatian Kecil Dari Kekasihnya Walau Sedikit Di Paksakan.


Lukman Kembali Dengan Sifatnya Yang Menyebalkan Dia Sengaja Memakan Roti Bakarnya Dengan Cara Yang Mirip Anak-Anak Tk Lakukan.


Dan Berpura-pura Tak Menyadari Sudut Bibirnya Yang Blepotan Terkena Dengan Seres Dan Susu Coklat.


Ani Yang Melihat Tingkah Kekasihnya Yang Selalu Haus Akan Perhatian Nya Seketika Tersenyum Lalu Mengambil Kotak Yang Berisikan Tisu.


Dengan Wajah Yang Berseri-seri Ani Berdiri Dari Tempat Duduknya Dan Mendekat Sambil Membungkuk Kan Badannya Agar Lebih Mudah Mengapai Kekasih Hati.


Spontan Lukman Membeku Dari Tempat Duduk Nya Karna Jarak Mereka Begitu Dekat Hingga Deru Napas Mereka Bertemu.


Tapi Setelah Ani Mengusap Sudut Bibirnya Menggunakan Tisu Dengan Penuh Kelembutan Lukman Kembali Dengan Akal Sehatnya.


Lukman Menggelengkan Kepalanya Menepis Pemikiran Mesum Nya.


Awalnya Lukman Merasa Kaget Mengira Sang Kekasih Akan Mencium Nya Dan Memulai Sebuah Hubungan Lebih Intim.


Tapi Setelah Ani Mengusap Bibirnya Menggunakan Tisu Lukman Kembali Dengan Senyum Legah.


Karna Kekasihnya Memang Masih Polos


Dengan Wajah Yang Di Penuhi Semburat Rona Merah Padam Di Pipinya Ani Kembali Ke Tempat Duduknya Dan Mulai Menormalkan Degub Jantungnya.


Hening Seketika….


Sampai Selesai Memakan Pesanan Nya Masing2 Tidak Ada Yang Membuka Obrolan.


Lukman Berdiri, Berjalan Menuju Kasir


Dan Membayar Makanan Nya.


"Ayo"


Ucap Lukman Mengulurkan Tangan Nya Ke Depan Ani.


Ani Sedikit Gugup Menerima Uluran Tangan Kekasihnya.


Setelah Meninggal kan Cafe Lukman Menuntun Ani Berjalan Ke Stan2 Penjual Berbagai Macam Barang.


"Kak Untuk Apa Kita Ketempat Ini?" Ucap Ani Bertanya.


"Untuk Membeli Kado Ulta Adikku" Ucap Lukman Tampa Menoleh Ke Arah Orang Yang Di Temani Nya Bicara.


Ani Merasa Di Abaikan Oleh Lukman. Mencebitkan Bibirnya Geram.


Melihat Ekspresi Ani Yang Lagi Kesal


Lukman Kembali Tersenyum Karna Berhasil Membuat Gadis Nya Menampakan Muka Menggemaskan Nya Itu.


*********


JANGAN LUPA LIKE👍🏻


VOTE❤🙏


DAN KOMEN DIBAWAH

__ADS_1


***TERIMA KASIH****


__ADS_2