Jodohku Seorang Idol

Jodohku Seorang Idol
Episode 22


__ADS_3

Hallo semua......


Apa kabar hehe 😅....


Jangan lupa like, vote, coment, favorit ya......


Bisa folback juga....


Selamat membaca 😁


...****************...


Keduanya asik didapur diiringi canda gurau mereka.


"Akhirnya aku punya teman buat masak hehe"


"Iya ibu , tapi harap dimaklumi aku belum terlalu lihai didapur " ujarnya memperlihatkan barisan giginya yang gingsul.


"Tak mungkin ,ini aja udah bagus banget pleting nya , malah tadi ibu gak kepikiran mau buat sebagus ini . Ini semua berkat kamu" ujarnya lagi.


Seperti nya jika hanya es buah semata terasa kurang .


"Ibu apa boleh jika masak mie pedas , seperti nya cocok habis makan pedas terus minum es buah " usulnya tanpa ada keraguan sedikit pun , Ibunya Namjoon berfikir sejenak lalu mengiyakan ajakan Aya .


Mencari bahan baku didalam lemari dan kulkas , akhirnya menemukan apa yang mereka cari .


Dengan lihai Aya memotong bawang merah dan bawang Bombay , sehabis itu memblender cabai merah keriting,cabai setan, bawang putih, bawang merah merah,kemiri,tomat.


Setelah dirasa sudah cukup halus ,ia mempersiapkan telfon sedangkan ibu Kim sedang memindahkan mie yang direbus .


Keduanya saling bekerja sama membuat pekerjaan cepat selesai.


Setelah telfonya terasa hangat ,pertama -tama ia masukkan bawang merah potong serta bawang bombay.


Aroma wangi pun sudah menyeruak ke seluruh ruangan ,Aya memasukkan bumbu yang tadi sudah diblender.


Menumis hingga harum serta diberi tambahan kecap lalu memasukan air secukupnya setelah mendidih masukan mie masak hingga Sida air sedikit.


Sembari menunggu mie nya jadi Aya menata selada dipiring serta tomat juga.


Ibu Kim tersenyum manis ternyata Aya begitu lihai didapur.


Mie nya pun sudah siap Aya menyajikan nya di empat piring setelah nya ia mengaduk telur untuk dibuat omlet.

__ADS_1


Menaruh omlet diatas mie tak lupa juga ia menaruh daging ayam yang dipotong kecil-kecil dan sudah ditumis .


Setelah semuanya siap , keduanya menyajikan masakan di atas meja makan.


"Wah kamu ini sangat is the beast" puji nya sambil mengacungkan jempol nya .


"A tidak ibu ,ini hanya mie pedas siapapun bisa membuat nya . Ibu duduk terlebih dulu aku akan memanggil Namjoon dan juga Lee" ujarnya lalu 0ergi ke ruang tamu.


Ketiganya duduk di meja makan , Lee terpana melihat mie didepan nya . Cara penyajian nya mirip direstoran mewah membuat nya langsung memotret hingga sayang kalau dimakan nanti gak bagus lagi.


" Loh Lee kenapa gak dimakan, kamu gak suka apa mau aku masakin yang lain?"tanya Aya dengan heran karena sedari tadi Lee hanya memandangi mie nya tanpa memindahkan sumpit sama sekali.


"Justru itu aku sangat suka dan sayang nanti kalau dimakan gak jadi sebagus ini" jawabnya memasang mimik imut nya .


"Aish ya iya lah gak bagus , orang ntar masuk keperut kamu terus diaduk-aduk haha" sahut Namjoon .


Lee menampol lengan Namjoon .


"Sut jangan gitu Oppa , kamu makan aja lain kali akan ku buatkan lagi untuk mu hihi"


Lee mengangguk , perlahan ia mengambil mie dengan sumpit. Rasa ragunya menyeruak tetap saja sayang.


Dan akhirnya ia berhasil menyuapkan mie ,dan dirasakan itu begitu enak .


Rempah-rempah nya sangat kuat dan harum , perpaduan manis, asin,gurih ,segar,pedas yang sangat pas .


"Ini lebih enak dari dibanding direstoran bintang 5" pujinya yang tak henti-hentinya menyuap kan mie ke dalam mulut nya.


Aya senang waktu pertama kali bertemu ia sudah bisa dekat dengan ibu dan adiknya Namjoon.


Padahal dulu Lee sangat lah sulit untuk akur bersama Delin , namun tidak kali ini Lee langsung akrab dengan Aya .


Sedari dulu Lee termasuk orang yang pemilih teman , namun bukan dipandang dari harta yang mereka miliki.


Lee memandang mana yang tulus dan mana yang hanya ada ketika temannya banyak harta.


Kali ini Aya berhasil menaklukkan hati dingin nya Lee pada saat jumpa pertama.


"Lee kamu gak papa?" tanya Namjoon ragu melihat adiknya menyantap seluruh makanan yang ada dipiring nya .


Makannya tandas tak tersisa sedikit pun.


"Ibu lihatlah anakmu yang satu ini , kenapa jadi aneh"

__ADS_1


"Biarkan saja Joon , mumpung dia doyan makan ibu cape kalau nyuruh dia makan".


"Kak Aya kamu berhasil membuat ku menilai makanan ini 100 , semua pas dan enak banget "


Selesai makan siang mereka duduk disofa sembari mengobrol santai.


Ibu Kim langsung membahas kapan Namjoon akan menikahi Aya , gaunya sudah siap tinggal orang nya saja.


Namjoon berfikir sejenak lalu berkutat dengan fikiran sendiri itu sangat lah rumit.


"Bagaimana kalau bulan depan saja ,ibu takut sampai ada orang ketiga dikalian "


Keduanya sangat memahami keduanya terlebih ia juga trauma akan hal saat Namjoon batal nikah .


Cukup menjadi trauma pertama dan terakhir ,semoga tak terjadi hal-hal buruk dikeluarganya.


"Ibu jangan khawatir kali ini aku menikah didasari dengan cinta dan ini adalah pilihan ku jadi jangan khawatir ibu. Semua akan baik-baik saja " ujarnya diiringi senyum manis .


"Aku juga minta maaf ibu , karena syarat untuk menikahi ku begitu kontras , maaf sudah membuat Namjoon ikut dengan keyakinan ku" titah Aya dengan halus .


"Itu semua tidak terlalu penting, yang penting kita punya keyakinan yang harus kita taati masalah itu kita saling toleransi" sahut Lee , karena menurut nya pindah agama itu bukanlah suatu hal yang buruk .


Lee juga sedang mengenal cowo muslim namun entah lah , dari lubuk hatinya Lee ia ingin sekali memakai hijab karena ia terkesan longgar dan bebas.


Akhirnya Aya pamit pulang karena hari mulai sore, Namjoon mengantarkan Aya.


Suasana di dalam mobil begitu hening hingga dering ponsel Aya menyadarkan nya.


Seperti biasa Nita menelfon karena ada pesanan gaun .


Aya meminta Namjoon agar mempercepat pesanannya.


Setelah mengakhiri telepon ,Aya memandangi keluar arah jendela ,tak sengaja ia melihat Delin dan juga Tian yang sedang berjalan santai di trotoar.


" Aya itu Delin ,rupanya dia sudah bertobat"pekiknya .


"Shut janganlah begitu Oppa , mungkin mereka sedang ada rencana bisnis jadi mungkin ke restoran bareng "


Tak berselang lama mereka tengah sampai di apartemen dengan selamat tanpa kehilangan suatu apapun.


Keduanya berpisah dilorong apartemen, Masuk kedalam dan mendapati Tia dan Nita sedang berkutat dengan bahan-bahan.


Tanpa butuh waktu lama Aya segera bergabung ,ia kebagian untuk mendisain dan memilih kainya sendiri secara langsung.

__ADS_1


Dengan saksama ia mengerjakan gaun pengantin milik artis ternama Indonesia , karena meminta disain yang rumit namun dikemas secara simpel membuat nya bingung.


Ia memilih warna mocca karena seperti nya warna itu netral dan bisa membuat sang pemakai tinggi dan terkesan mewah ,elegan ,simpel walaupun aslinya rumit .


__ADS_2