
Hallo semua hehe 😅.
Apa kabar?.
Jika berkenan tinggalkan jejak like, vote coment, favorit ya 😅.
Selamat membaca.
Terima kasih....
💮💮💮💮💮💮💮
Keduanya kembali menemui aya, masih blm ada perkembangan yang signifikan.
Ia menghela nafas panjang lalu kembali duduk, handphone nya berdering segera ia melihat notifikasi.
"Jimin-aa,kamu tunggu disini aku pergi sebentar,"ujarnya tergesa-gesa.
"I-iya Hyung."Jimin duduk dan menjaga Aya dengan baik.
Namjoon berjalan sangat cepat hingga ia tiba disebuah kantor.
"Hallo Namjoon, silahkan duduk,"
"Hallo Hyung, terima kasih."
Mereka mulai berbincang-bincang dengan mimik wajah serius.
Namjoon mendatangi orang kepercayaan nya untuk selalu mengamati gerak gerik Delin .
Ia tidak mau Aya dan calon anaknya terluka .
"Dulu dia tak seperti ini ,ada apa sebenarnya Namjoon?"
"Huh......Dia masa lalu ku , sudahlah aku tidak ingin mengingat itu lagi."
Memperketat penjagaan di rumah sakit. Tiba-tiba saat Namjoon berjalan ke arah pulang ia menabrak seseorang.
"Lu kalau jalan pakai tu mata dong !."ketusnya tanpa melihat seseorang didepan nya.
"Delin."
"Kamu lagi , jangan-jangan kita memang jodoh,"tuturnya dengan percaya diri.
"Ya Allah semoga jodoh ku tetap istri ku"sindirnya dengan lantang.
"Bagaimana keadaan istri kesayangan mu itu he ,"sedikit menekan volume bicara nya.
Namjoon tersenyum manis dan menjawab"Alhamdulillah istri ku baik-baik saja, karena Allah selalu melindungi nya "ujarnya dan tersenyum tipis.
Rasa dendam dihati Delin makin menjadi ,ia mencoba menahan emosi dengan tersenyum .
__ADS_1
"Kamu jangan salah artikan senyuman ku ini , ingat ya Delin kalau kamu berani menyentuh istri ku . Akan aku pasti kan kamu tidak bisa lari ,"dengan sedikit menggertakan giginya.
"Tak semudah itu saudara Kim Namjoon ,"ujarnya lalu tersenyum smirk.
"Buktinya aku bisa masuk kedalam kehidupan mu lagi ".
"Sudah lah Delin kamu jangan begitu ,aku akan tambah tidak suka bila kamu selalu menganggu rumah tangga ku."
"Kamu tidak suka ,tapi aku sangatlah suka hehe,"
Namjoon menghela nafas panjang lalu pergi meninggalkan Delin yang masih berbicara.
Ia segera kembali ke rumah sakit karena tadi Jimin sempat meminta nya kembali lebih cepat.
Setibanya di rumah sakit ia mendapati Aya yang sudah tersadar.
Tersenyum tipis memandangi kedatangan nya.
Namjoon seraya memeluk istrinya dengan erat tanpa disengaja air mata keduanya luruh .
"Kamu tidak papa?,apa ada yang sakit ?atau apa?anak kita gimana?"tanyanya bertubi-tubi membuat Aya tersenyum tipis.
"Semua nya baik-baik saja Chagiya, jangan terlalu khawatir ya hehe,"pungkas nya .
"Ish kamu ,aku ini suami kamu kalau gak khawatir ya gak bisa lah ,"protes nya namun terlihat sangat lucu Dimata Aya.
"Lah ini anak siapa sih ,kok bikin gemes hehe,"
"Hyung ,Nuna disini ada aku , jangan dijadikan nyamuk juga ,"keduanya menengok kearah Jimin yang sedari tadi diam menyimak obrolan keduanya.
"Maafkan aku Jiminie hehe, sini coba,"berpelukan hangat dengan Namjoon.
"Hyung aku paling suka kalau dipeluk hihi,"Namjoon memang suka berpelukan dengan Jimin .
"Oh ya,Nuna kami akan selalu menjagamu dan juga Namjoon junior. Kamu tidak boleh banyak pikiran nanti merambat ke Hyung ntar gak doyan makan lagi ."
Aya menganggukan kepala nya,dan senyuman lebar terukir di wajah kedua lelaki yang berada tepat didepan nya.
Beberapa bulan kemudian.........
Hari ini adalah hari tepat nya jadwal kelahiran Namjoon junior.
Tangan Aya menggenggam tangan Namjoon dan sprei dengan erat.
Menyalurkan rasa takut yang menjalar sejak kontraksi pertama.
Namjoon menenangkan istri nya hingga sampai di ruang bersalin.
"Chagiya ,aku sangat takut apa aku bisa aku---"
"sut kamu pasti bisa gak boleh berfikir yang tidak-tidak ,genggam terus tangan ku jangan pernah dilepas oke . Sekarang tarik nafas lalu buang ."
"Ibu tenang saja melahirkan itu tidak seseram yang dibayangkan cukup tiup-tiup saja ya,"dokter tersenyum sambil mempersiapkan alat medis.
__ADS_1
Aya hanya mengangguk kan kepalanya, karena merasa kontraksi semakin intens.
Rasa nyeri diperutnya tembus hingga tulang belakang.
Ia pun gelisah dengan sabar Namjoon mengelus tulang belakang Aya .
Dan akhirnya pembukaan yang diharapkan tiba , perlahan dokter mengarahkan Aya agar melahirkan dengan sempurna.
Namjoon merasa tidak tega melihat Aya sangat kesakitan. Menjadi perempuan dan menjadi seorang ibu adalah hal yang sulit butuh perjuangan untuk melahirkan satu nyawa .
Bertaruh nyawa demi melahirkan anak, dengan susah payah menahan rasa sakit agar tak menangis karena setiap perempuan pasti akan mengalami.
"Chagiya ini sangat sakit ," Namjoon mencium kening Aya dan mengusap nya agar Aya kembali tenang dan tak menangis.
"Ibu tenang lah ,tarik nafas hembuskan perlahan saja ya nanti tau-tau udah keluar oke."Diiringi senyum manis sang dokter agar suasana tidak tegang.
Namun Aya kembali merengek karena rasa sakit bertambah level lebih tinggi.
Dengan tenang Namjoon tetap disisi Aya dan tak henti-hentinya membisikan sholawat ke telinga sang istri agar selalu ingat ada Allah .
"Jika diberi pilihan aku meminta rasa sakitmu biar aku saja yang merasakan,"ujarnya dengan rasa iba .
"Disaat begini jangan ngadi-ngadi Chagiya"serasa Aya ingin tertawa karena mimik wajah Namjoon terlihat lucu .
Dan tiba-tiba suara bayi terdengar nyaring didalam ruangan,senyum bahagia terukir di bibir keduanya.
Mereka pertama kali melihat anaknya tak menyangka bagaimana tidak,serasa baru nikah dan mengandung kini anaknya sudah terpampang di hadapan nya.
Aya memeluk anaknya , Namjoon terharu melihat anaknya.
"Chagiya dia sangat lah imut"tuturnya sambil tersenyum.
Setelah bayi dibersihkan kembali di serahkan kepada Aya agar menyusu dengan ibunya.
Ditengah kebahagiaan mereka ,ke 6 member datang keruangan . Dan langsung heboh ingin mengendong anak Namjoon.
"Hyung,kamu harus hati-hati di itu bayi bukan barang jadi tak boleh sembarang,"titah Taehyung panjang lebar.
"Ya Taehyung-aa , Namjoon pasti berhati-hati ini kan anak nya sendiri. Aku yakin Namjoon pasti bisa jadi ayah yang sempurna untuk anaknya,"puji Jin karena sedari dahulu ia sangat mengenal sosok Namjoon.
Namjoon sosok leader yang sangat baik, good attitude, dan juga bisa mengayomi mereka.
Pemikiran nya sudah dewasa dan selalu melihat kedepan karena menurut nya masa lalu hanya menjadi kenangan dan tak bagus jika terus menerus diungkit.
Itu akan membuat diri kita down dan tak percaya terhadap yang akan terjadi kedepannya.
Sejatinya semua orang punya masa lalu makanya bisa sesukses sekarang, mereka terlebih dahulu merasakan luka hati ,fisik ,lelah pikiran dan sakit lainnya.
Banyak pengemar yang sangat terkagum-kagum dengan motivasi Namjoon serta setiap lirik lagu yang Namjoon buat selalu dalam.
Kebanyakan bertema untuk mencintai diri sendiri, dan juga tidak boleh menyerah apapun kondisi nya.
"Semangat Hyung kini anakmu bertambah hehe , sekarang JUNGKOOK ada saingan bayi haha,"sindir Jimin hingga semua orang tertawa .
__ADS_1