Jodohku Seorang Idol

Jodohku Seorang Idol
Episode 25


__ADS_3

Hallo semua hehe.....


Apa kabar hehe 😅


Jangan lupa like, vote, coment, favorit ya 😅.


Bisa feedback juga....


Selamat membaca 😁


...****************...


"Aku tak tahan akan aku lepas disini saja " keluh Delin yang berusaha melepaskan dres yang ia kenakan , tangan nya ditahan oleh sang pria . Dengan sekuat tenaga pria tersebut membopong Delin sambil sempoyongan tidak jelas memesan kamar yang ada dibar.


Delin yang sudah tak ingat apapun hanya menuruti saja .


Tiba dipintu yang dituju mereka langsung masuk. Tanpa merubah posisi Delin yang berada dipangkuan.


" Chagiya" rengekan Delin lagi sambil menyentuh wajah sang pria.


"Apa kamu sangat lah panas?"


"Iyaa Chagiyaaa ,aku ingin membuka semua ini supaya adem . " jawabnya sambil meremas bawah dresnya .


"Aku ingin ke kamar mandi dahulu , boleh kah kamu turun ?" ujar sang pria yang langsung dijawab gelengan kepala dari Delin dan meminta untuk ikut.


Setelah 5 menit , mereka keluar dari kamar mandi dengan masih sama Delin tak turun dari pria tersebut.


"Aku sudah tidak tahan lagi " ujar Delin yang langsung turun dari pangkuan lalu mulai membuka resleting dresnya lagi-lagi sang pria menahan nya.


Delin mulai kesal karena ia sudah tak tahan lagi sedari tadi selalu ditunda.


Pria tersebut menarik tubuh Delin mendekat kepadanya.


"Biar ku buka milikmu , kamu buka milik ku"bisik si pria ditelinga Delin dengan senyuman smirk.


Delin tersenyum smirk lalu mencopot satu persatu kancing baju sang pria.


Begitupun sang pria yang perlahan membuka resleting dresnya , karena begitu lama Delin langsung saja membukanya .


" Aduh sangat lah adem hihi, kamu sudah adem belum?" tanya Delin yang sudah tanpa sehelai benang yang ia pakai.

__ADS_1


"Iyaaa Chagiyaaa ini sangat adem , tapi aku menginginkan sesuatu darimu . Kamu berani memulai harus mendapatkan balasan" langsung menarik tubuh Delin ke atas kasur .


Entah lah malam ini akan seperti apa untuk Delin ,salah dirinya juga minum soju dan wine terlalu banyak.


Keesokan harinya sekitar pukul 04:00perlahan ia mengerjapkan matanya , melihat seisi kamar yang begitu asing .


Dan hingga pandangan matanya tertuju ke samping kanan, spontan ia melihat pria berhidung mancung,rambut koma herdu , wajah mulus berada tidur tepat disisinya .


Ia sangat malu apa yang terjadi semalam dan apa yang ia lakukan semalam . Delin mengintip tubuhnya dibalik selimut dan benar tak ada benang sehelai pun yang membalut nya.


Pikiran nya sudah kacau , perlahan ia bangkit dari tempat tidur, namun dengan gercep sang pria menarik kembali tubuhnya dan memeluk dari belakang.


"Mampus gue, kalau kaya gini" rutukanya dalam hati ,dan tak sengaja ia melihat beberapa warna darah disprei.


Seketika matanya terbelalak dan menutupi mulutnya dengan tangan. Ia semakin penasaran apa yang terjadi semalam , mengapa ia tak ingat sama sekali.


Dan siapa pria yang tidur dengan nya sampai saat ini.


"Lepaskan aku!" serunya sembari mendorong badan pria tersebut.


Pria itu tersenyum smirk karena usaha Delin untuk mendorong nya sangat lah nihil .


"Gak akan kuat kamu, mau dorong aku sampai kapan pun juga gak akan ngaruh . Nikmati saja lah , semalam saja kamu sangat menikmati dan terus memohon . Jadi ini balasan mu " ujarnya lalu semakin mempererat pelukannya hingga Delin kesulitan bergerak.


Namun ia tak menyerah terus berusaha keluar ,namun tetap saja usahanya sia-sia . Delin terus memberontak hingga si pria bangkit lalu menghela nafas kasar.


"Sudahlah lupakan saja semuanya, anggap saja aku tidak pernah tidur dengan mu . Jika diperutmu hingga tumbuh janin maka gugurkan saja ,aku tidak mau bertanggung jawab. Mengerti!" lalu memunguti pakainya dan memakai nya hingga rapi.


Hotel


"Chagiya ,bangun yok shalat subuh hehe" titah Aya dengan halus.


"Ya , Chagiya tapi aku mau sesuatu" ujarnya.


"Lah ,shalat harus ada syarat nya?"


"Bukan syarat cuma ,aku mau minta kalau kamu gak mau juga gak papa . Shalat itu kewajiban hehe jadi jangan dianggap syarat oke" ujarnya lagi panjang lebar.


"Ooh baiklah ,apa itu?" tanyanya diiringi senyum manis.


"Aku mau seperti semalam hehe , aku mau kita cepat punya Namjoon junior hehe" kata Namjoon sambil memperlihatkan dimple senyumnya dan malu-malu.

__ADS_1


Aya yang mendengar itu serasa pipinya terasa hangat , mungkin sekarang sudah merona .Ia merasa malu , karena ucapan Namjoon.


"Emm nanti dipikirkan lagi ya ,kita shalat dulu oke , imam ku hihi" pujinya lalu Namjoon bangkit untuk mandi dan mengambil wudhu.


Hingga keduanya shalat berjamaah ,rasanya sangat sejuk Namjoon didepan sebagai imam dan Aya dibelakang sebagai makmum.


Keluarga yang diinginkan setiap orang adalah seorang pria mampu menjadi imam yang baik dan bisa membimbing istri nya ke jalan yang benar.


Saat Aya mencium punggung tangan Namjoon jantung keduanya berdetak begitu kencang , karena belum terbiasa .


Setelah berdoa bersama , Namjoon berbalik badan dan menatap istrinya sembari senyum-senyum. Aya merasa malu ditatap terlalu lama .


"Chagiya, kenapa kamu itu datang nya lama banget ya padahal aku udah dari dulu minta kamu loh" ucap Aya .


"Iya ,aku juga setelah kita bertemu waktu itu sebenarnya langsung ada yang berbeda . Waktu itu aku selalu minta ke Tuhan supaya kamu jodoh ku dunia akhirat " jawab Namjoon .


Aya menaruh kepala nya dibahu Namjoon,spontan Namjoon merangkulnya dan membawa Aya kedekapan nya yang hangat.


"Istriku memang cantik luar dalam ,aku tidak salah memilih mu" pujinya ,Aya hanya tersenyum karena kebahagiaan yang ia rasa kan sudah tak bisa dijelaskan lewat kata-kata.


"Berjanji lah padaku apapun yang akan terjadi nanti , jangan pernah kamu ninggalin aku . Hidup ku bisa berantakan jika gak ada kamu Aya"


"Keinginan ku begitu ,tapi Allah yang menentukan semoga kita menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan selalu bersama apapun yang terjadi nanti "


Keduanya berpelukan dengan erat , serasa kesedihan,trauma, masa lalu itu semua sudah mereka lalui.


Mereka sangat bersyukur ,dan ingin selalu saling menjaga . Apa lagi Aya tau mantannya Namjoon bukan lah cewe sembarangan .


Tak terasa keduanya tertidur kembali hingga matahari mulai bersinar terang.


Keluarga Namjoon sudah pulang sejak pagi hari hanya pamit lewat WhatsApp karena takut menganggu pengantin baru.


Aya mengerjapkan matanya lalu bangkit dan menuju kamar mandi .


Tak butuh waktu lama ia kembali dan mendapati Namjoon belum terbangun juga.


"Chagiya ,bangunlah susah pagi . Cepet gih mandi" ujarnya , Namjoon malah memandang nya sambil tersenyum dan langsung menarik tangan Aya hingga sang empu jatuh dipangkuan Namjoon.


Kedua mata mereka saling beradu waktu berhenti sejenak.


"Ish ,ada yang kurang Chagiya . Permintaan ku belum dituruti kamu sudah mandi lagi . Akan aku buat kamu keramas lagi Chagiya boleh kan " ucapnya dengan dimple senyum yang menawan.

__ADS_1


__ADS_2