
Hallo semua hehe...
Apa kabar ...
Jika berkenan tinggalkan jejak, like, vote, coment favorit ya...
Selamat membaca 😁
💮💮💮💮💮💮💮💮💮
"Chagiya tolong ,aku tidak mau begini hiks...hiks..hiks..."
Dengan bantuan bodyguard ia menghajar semua lelaki tak biadab tersebut. Namjoon segera melepaskan tali lalu memeluk istrinya.
Namun tiba-tiba seorang lelaki menyerang Namjoon dan kembali berkelahi, Aya memandangi suaminya sambil menangis .
Hingga ia melihat lelaki tersebut mengeluarkan benda tajam , lari sekuat tenaga dan tepat .
"Cha-gi-ya da-rah," suaranya menghilang dan ia jatuh tepat di pelukan nya.
"Chagiya bangun lah ku mohon ."
"Aku tidak ku-at cha-gi-ya ,kamu tidak apa-apa kan?" dibalas gelengan kepala oleh Namjoon , Aya tersenyum lalu tak sadar kan diri.
Lagi dan lagi Aya tertusuk pisau , dengan panik Namjoon membopong tubuh aya dan berlari membawa istri nya kerumah sakit .
Ia diantar keenam member , ia terus mengusap pipi Aya pelan mencoba membangun kan wanita yang sudah berwajah pucat karena kehabisan darah.
Lukanya saat ini lebih parah dari yang dulu,Air matanya luruh menetes ke wajah aya .
"hiks... ayo bangun lah , aku tidak mau kehilangan mu hiks...hiks tolong percepat mobilnya Hyung,"sambil menitihkan air mata .
"Tenanglah dia akan baik-baik saja ,kamu harus percaya itu okee,"ujar Jhope mencoba menenangkan adiknya.
Hingga akhirnya tiba dirumah sakit, membuka pintu dan langsung membopong Aya menuju ruang IGD.
Mereka dengan gercep menghampiri Namjoon sembari membawa brangkar.
Lagi dan lagi Aya kembali terbaring di ruangan yang sama seperti dulu.
Namjoon sangat terpukul ,tubuhnya terperosok menengelamkan wajahnya dibalik katupan tangan.
Jin menghampiri nya lalu memeluk dengan erat sembari menepuk-nepuk pundak Namjoon supaya tenang.
Mereka semua sangat lah sedih mengapa hal ini terulang kembali , dan lebih parah dari yang waktu itu.
Tak berselang lama dokter keluar dari ruangan.
"Keluarga pasien?"
"Iya dok,saya suami nya gimana keadaan istri saya dok?."
"Begini luka tusukan yang pasien derita parah dan harus menjalani operasi segera , karena kalau tidak bisa membahayakan janin di kandungannya."
"Janin?"tanya Namjoon dengan ragu .
__ADS_1
"Iya saudari Aya sedang mengandung dan usianya sudah 1 minggu , selamat anda akan menjadi Aya ."
Namjoon tertegun antara dia senang dan sedih melihat keadaan sekarang.
Disisi lain ia bahagia karena Allah telah mempercayai dirinya dan Aya untuk segera menimang anak ,namun tusukan nya hampir mengenai rahim sang istri .
Dua orang yang paling ia sayang sedang berjuang untuk hidup , walaupun saat ini belum ada perkembangan.
Dokter dan suster membawa Aya keruang operasi , Namjoon dan ke enam member masih setia menemani nya .
Lampu operasi menyala menandakan operasi akan segera dimulai.
Mereka terus berdoa untuk kebaikan Aya.
4 jam berlalu dokter keluar dengan wajah datar.
"operasi sudah berjalan lancar ,namun pasien belum sadarkan diri dan masih kritis tadi sempat menurun drastis saat operasi ."
Namjoon tak bisa menahan air mata nya yang sedari tadi mengalir begitu saja.
Jin selalu berada disampingnya sambil menepuk-nepuk pundak.
Kini Aya telah dibawa keruang VIP supaya aman dan bisa pulih dengan cepat .
Namjoon mencium punggung tangan istrinya lama ,air matanya luruh begitu saja membasahi wajahnya.
Mencium kening Aya dengan sangat hati-hati.
"Chagiya ku mohon bangun lah ,kamu harus kuat supaya anak kita kuat . Kemarin kamu bilang pingin hadir nya si kecil hiks..."memeluk tubuh yang hanya diam dan tak bergeming sedikitpun.
Namjoon menaruh boneka koya disampingnya .
"Aku akan menunggu mu sampai kapan pun itu , karena kamu adalah tulang rusuk ku."
Merasa cape ia beristirahat di dalam ruangan .
Kini tinggal sendiri karena member lain sudah pulang.
Dia berbaring disofa yang berjarak 1,5 meter dari brangkar.
Mencoba memejamkan mata namun tetap saja tidak bisa , akhirnya ia memandangi wajah istri nya yg dipasang dengan alat bantu pernafasan serta monitor yang berbunyi .
"Chagiya kamu pasti bisa,"diiringi senyum dimplenya lalu terlelap dan tidur.
Saat Namjoon tengah berselancar ke alam mimpi ada seseorang yang memantaunya dari luar, ia sangat emosi tangannya mengepal .
Rasanya ia ingin memiliki Namjoon seutuhnya tanpa ada penghalang . Mengedarkan pandangannya ke sekeliling seperti nya waktu tidak tepat.
Kemudian ia pergi dengan membawa kebencian dan sedang menyusun rencana kembali.
Keesokan harinya ,ia terbangun dari tidur untuk menunaikan shalat subuh.
__ADS_1
Kemudian ia duduk disamping Aya masih mengenakan peci dan baju Koko. Mulai melantunkan surah dengan suara stabil dan merdu.
Seolah mendengar suara Namjoon ,Aya mengerakkan tangan nya .
Namjoon langsung menggenggam tangan Aya berusaha membawanya kembali kedunia .
Hingga ia mengakhiri bacaan sambil meneteskan air mata.
Mengecup punggung tangan Aya pelan.
"Chagiya ,aku akan selalu ada disamping mu ...aku akan berusaha menuntun mu kembali ...maafkan aku belum bisa menjadi sosok suami yang sempurna untuk mu hiks ...hik...hiks,"menidurkan kepalanya disamping tangan Aya .
Tak terasa ia kembali terlelap dalam tidur, hingga Jimin tiba di ruangan.
Ia tersenyum kala melihat Hyung nya tertidur di samping Aya .
"Hyungie kamu sangat lah membuat aku kagum ,aku ingin menjadi seperti mu dan menikah dengan orang muslim,"gumamnya.
Setia tersenyum sambil menghampiri Namjoon lalu membangun kan nya.
Jimin datang membawa sarapan serta buah-buahan , karena ia tau persis pasti Namjoon belum makan dari kemarin.
"Hyung bangun lah sudah pagi , sarapan dulu hehe,"panggilnya perlahan .
Sang empu terbangun dan langsung melihat wajah Jimin yang sudah fres .
"A Jimin-aa kamu pagi sekali sudah kesini , maafkan aku merepotkan mu."
"Ish Hyung kaya sama siapa aja , santai aja itu kebetulan tadi aku lewat terus sekalian beli."
"Em terima kasih Jimin ,"diiringi senyum manis dan menepuk pundak Jimin.
"Hyung kita ini sudah seperti keluarga ,jadi jangan sungkan aku juga sering merepotkan mu hehe."
Keduanya tersenyum manis lalu pindah keruangan yang disediakan khusus untuk makan.
"Hyung makanlah yang banyak agar kamu ada tenaga jangan terlalu memaksa kan diri "
Dibalas anggukan kepala.
"Aiya Jimin-aa apakah Delin akan mengacaukan rumah tangga ku. Aku sangat takut jika ia mencelakai Aya lebih dari ini."
"Jangan berfikir seperti itu,yakinlah dia pasti sembuh jika Hyung butuh bantuan tinggal hubungi saja semua member kami akan hadir untuk mu My our leader Kim Namjoon"
"Iya Jimin , terima kasih kalian selalu ada untuk ku sampai sekarang"
Member lain mulai datang.
Seketika berpelukan rame-rame saling menguatkan satu sama lain .
"Terima kasih banyak kalian selalu ada untuk ku ,kalian memang pantas untuk menjadi motivator untuk banyak orang."
__ADS_1
"Tetap lah begini ,kita adalah keluarga dan juga kita punya army . Jadi apapun masalah nya kita hadapi sama-sama jangan pernah menyerah selagi matahari masih terbit."ujar Jhope .