Jodohku Seorang Idol

Jodohku Seorang Idol
Episode 36


__ADS_3

Namjoon keluar dari kamar dengan pakaian rapi dan menghampiri ibu dan anaknya.


"Ibu ayo ikut aku , seperti nya ada yang ingin aku beli perlengkapan buat baby Joon "


"Ooh tidak dengan istri mu saja?"


Namjoon mengode ibunya agar paham akan maksud nya, untung ibunya pintar jadi kode rahasia ia tau.


"Eh Beb mau kemana,ini teh nya belum diminum loh"


Namjoon menghampiri Delin yang menenteng teh tersebut.


"Kamu cinta aku ,,,, Boleh tidak ini kamu saja yang minum soalnya aku mau pergi "


"Ta-tapi kan "


Namjoon menaikkan satu alisnya membuat Delin membuang nafas kasar.


Terpaksa ia minum teh yang sudah dicampuri obat perangsang tersebut.


Setelah memastikan Delin meminum habis , Namjoon beserta ibunya pergi meninggalkan rumah.


Obatnya sangat efektif , langsung berfungsi ditengah rasanya yang tak karuan ada yang menekan bel rumah.


Delin masih setengah sadar melihat seseorang yang didepannya dengan agak kabur.


"Hey mana bayaran ku ... kenapa lama sekali katanya suamimu kaya!" ucap seorang pemuda yang berparas tampan .


Ia adalah bos dari anak buah yang kemarin membuang Aya .


"Aish ,kamu tak sabaran nanti aku transfer"dengan nafas tersengal-sengal.


"Oke kamu mau berapa"mengetik nominal dihandphone Delin lalu mentransfernya tanpa ada negosiasi.


"Oke thanks" baru mau beranjak pergi tangannya dicekal oleh Delin.


"Kali ini tolong bantu aku , ini sangat lah panas ku mohon bantu aku pliss..... Chagiya"dengan nada manjanya.


Awalnya pemuda tadi menolak namun Delin terus memaksa hingga ia menarik pemuda tersebut masuk .


Menutup pintu lalu mendorong pria tersebut ke sofa . Entah lah tenaga Delin sangat kuat padahal dia seorang wanita bisa mengalah kan tenaga pria.


"Ish ...Kamu berani memulai maka harus kamu terima akhirnya"


"Cih siapa takut ,aku penasaran seganas apa kah dirimu "dengan meremehkan nya.


Senyum smirk diperlihatkan oleh Delin , mereka pindah ke tempat tidur.

__ADS_1


Tempat tidur tamu yang terletak tak jauh dari situ , keduanya saling menikmati dan melupakan beban dunia.


Bahkan Delin yang berhubungan badan tanpa memastikan wajah pria tersebut , padahal jelas-jelas itu adalah pria bayaran nya.


"Kumohon sayang ,i'm ready"titahnya dengan manja.


Dengan cepat sang pria mengikuti arahan Delin hingga keduanya sama-sama tumbang.


Bajunya berserakan dilantai, hanya selimut berwarna putih yang menutupi tubuh kedua.


Bahkan mereka tidur sambil pelukan ,dan jangan tanya lagi sang pria itu telah menitipkan benihnya dirahim Delin.


Entah apa yang akan terjadi nanti setelah beberapa hari .


Pukul 17:00 Delin tersadar lalu mengeliat ketika melihat wajah seseorang tepat didepan nya .


Ia langsung melihat kedalam selimut badanya full naked ,sontak ia menutup mulutnya .


"Apa yang sudah terjadi ,gak mungkin kan aku melakukan itu sama dia , kalau iya betapa bodohnya aku " batinnya merutuki diri sendiri karena telah ceroboh .


Dan menduga-duga ini bukan karma untuk nya kan , ia berfikir Menganti sipasi yang akan terjadi kelak.


Sang pria bangun lalu meraih bajunya , setelah memakai nya ia mendekati Delin yang masih belum tersadar full.


"Terima kasih untuk semua kamu sangat lah candu , aku telah menitipkan sesuatu ditubuh mu . Jika ia tumbuh jagalah dengan baik aku akan bertanggung jawab ,okee Chagiya "ujarnya lalu mengecup kening dan bibir Delin bergantian.


Delin terkejut saat sang pria mengecup bibir nya dan mengigit nya pelan .


Sipria keluar dari rumah tersebut ,perlahan Delin bangkit dari tempat tidur untuk meraih beberapa pakainya.


Ia merasa ada yang sakit ,lalu kembali ketempat tidur untuk mengecek tapi tak ada bekas darah .


Namun begitu sakit ,ini memang bukan kali pertama untuk Delin ini adalah kali ke3 .


Ia pernah bermain dengan pria bayaran diclub sebanyak 2 kali .


Namun dari ketiga itu ,ia sangat menikmati dengan yang baru saja terjadi.


Ia menuju showroom lalu menguyur kan tubuhnya dengan air yang mengalir dengan lambat .


" Gimana kalau aku hamil anak dia ,dasar cowo brengsek kenapa keluarin bibitnya didalam " gumam nya dengan emosi yang memuncak.


Setelah mandi ia menuju dapur ,perutnya terasa lapar . Apa daya Delin ia hanya bisa memasak mie instan , sedangkan ibunya Namjoon hari ini tak masak karena mereka makan diluar.


 


Sedari tadi baby Joon tak henti-henti nya tertawa ,bermain dengan Dady ,aunty serta neneknya .

__ADS_1


Aduk Namjoon merupakan seorang dokter dalam , kebetulan hari ini tak ada jadwal operasi dan bisa bermain dengan baby Joon dipusat perbelanjaan.


"Udah lama ya Oppa gak jalan bareng gini , karena terlalu sibuk . Aku gak bisa bayangin sesepi apa kak Aya pas ditinggal kerja berhari-hari"


sambil memandangi langit-langit mall.


"Aku juga rindu banget sama Aya ,dia gak bangun-bangun padahal aku lagi full time dirumah "


"Kalian berdua yang sabar ,kita hanya manusia yang berjalan mengikuti skenario Tuhan . Rumah tangga itu tak selalu berjalan mulus terkadang ada guncangan besar yang membuat nya bertahan apa berpisah."


Keduanya mengangguk faham bagaimana pun juga orang tua mereka lebih dulu merasakan pahit,manis,asam ,asinya kehidupan berumah tangga.


Setelah itu mereka pulang dan betapa terkejutnya mereka melihat ada sepatu seorang pria didepan pintu rumah.


Dan sangat jelas itu bukan milik Namjoon dari segi ukuran dan model yang banding terbalik dengan selera nya.


Adiknya meraih sepatu tersebut lalu berjalan ke rak sepatu .


"Oppa sendal mu kemana kok tidak ada dan ini sepatu siapa pula"


"Itu jelas sekali bukan sepatu ku ,dan iya sendal ku kemana apa jangan-jangan ada yang habis datang "


Mereka merencanakan sesuatu saat masuk kedalam rumah dan tak mendapati Delin.


Namjoon berjalan kekamar tamu yang pintunya terbuka sedikit.


Ia terkejut saat melihat kamar yang berantakan serta seperti telah terjadi peperangan.


Adiknya menghampiri dan ikut terkejut.


"Siapa yang melakukan ini semua,kan Oppa tadi ikut aku "dengan nada bingung .


"Kita lihat kitaran 2 Minggu lagi apa ada yang terjadi sesuatu" adiknya menganggukkan kepalanya.


Keduanya menutup pintu tersebut dan berjalan menuju kamar masing-masing.


Namjoon masuk kamarnya bersama Aya ,betapa rindunya ia dengan Aya yang selalu tersenyum walaupun dunia terasa menghakimi.


Mengusap wajah dengan kasar ,lalu mengunci pintu dan berlanjut ke kamar mandi.


Ia memang pisah kamar dengan Delin ,ia tidur dikamar tamu yang bersebelahan dengan ruang tv lantai 2.


Menikmati setiap guyuran air yang menenangkan ,tak lama ia sudah rapi dengan piyamanya.



Ia memutuskan untuk selalu dikamar karena malam ini baby Joon akan tidur bersama ibunya .

__ADS_1



Duduk didepan komputer sambil menghela nafas panjang.


__ADS_2