
Delin mengeleng kan kepala , terus memberontak tak mau .
Dengan sekuat tenaga kedua polisi tersebut membawanya ke kantor.
Setelah Delin pergi Namjoon menghela nafas panjang lalu mengusap air matanya yang tadi luruh.
Adiknya menggusap-usap punggung Namjoon ,supaya sang kakak tenang.
Ketiga nya berpelukan menyalurkan kekuatan agar bisa melewati ini semua .
Namjoon tersenyum dan menyakinkan kedua perempuan yang ada di depan nya jika ia baik-baik saja.
"Joona dimana Aya menantu ku yang asli?"
"Iya dimana kak Aya ,aku sangatlah kangen"
"Dia ada dirumah sakit ,ayo kita kerumah sakit "diiringi senyum tipis.
Mereka bertiga segera kerumah sakit menjenguk Aya ,ia juga membawa baby Joon .
Ia berharap adanya baby Joon bisa membuat Aya kembali lagi .
Tak ada perbincangan selama perjalanan , semua terfokus dengan pikiran masing-masing.
"Dady ,mamy hihi mamy hihi mamy Dady"ocehan baby Joon diiringi tawa kecil.
"Iya kita mau ketemu mamy baby , kangen gak sama mamy?"
"Kangen Dedy ,mamy I love you hehe"dengan logat anak kecil .
Ia tersenyum melihat keceriaan anaknya,makin hari makin pintar dan tentu nya sosok Aya sangat dibutuhkan .
Ia tak mau anaknya kekurangan kasih sayang , apalagi tokoh ibu akan berperan penting untuk anak.
Namjoon bersyukur masalah nya satu persatu kelar sekarang ia akan menunggu Aya tersadar .
Kehidupan nya terasa sepi tanpa ada kehadiran Aya , ditambah jadwal nya yang lumayan padat bulan depan membuat dirinya cemas.
Ia akan konser tour ke beberapa negara dan tentunya untuk sementara waktu tak bisa melihat istrinya.
Tiba diruangan serba putih dan sesosok wanita masih nyaman terlelap dalam tidurnya.
Namjoon menggenggam tangan Aya lalu menciumnya cukup lama ,serta baby Joon yang terus memandangi Ibunya.
"Mamy ,mamy bangun mamy njoon kangen "
"Aya bangun lah ,aku membawa anak kita kumohon dia masih sangat membutuhkan mu"
Tes air matanya mengalir dengan mudah , saat ini ia benar-benar hancur .
__ADS_1
"Ha-hay" dengan suara lirih mampu membuat Namjoon mengedarkan pandangannya.
"Ciah ,,, Chagiya hiks,,,,hiks aku panggil kan dokter "lalu menekan tombol diruangan tersebut.
"Mamy "dengan suara keras menyadari ibunya telah terbangun walaupun belum sepenuhnya sadar.
Aya tersenyum tipis dibalik alat bantu pernafasan.
Baby Joon tersenyum sumringah lalu Namjoon mengajaknya keluar karena dokter akan memeriksa kondisi pasien.
Namjoon keluar dan langsung disambut adiknya dan ibunya.
"Namjoon apa yang terjadi ?"
"Alhamdulillah Bu Aya sudah siuman".
"Alhamdulillah"ujarnya dengan kompak namun membuat Namjoon ternganga.
"Okee baby Joon mamy sadar oke Alhamdulillah"
"Alhamdulillah aunty"logat anak kecil.
Mereka sangat senang,sedari lama ia pikir Aya berubah ,namun nyatanya bukan Aya yang berubah.
Tetapi wajah yang sama dengan tubuh yang berbeda.
Delin terhitung terlalu terobsesi pada Namjoon hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan .
"Ooh jangan ganggu dia ,dia sudah cuti untuk menikah biar kan dia bahagia sejenak. Aku akan menggantikan nya" jawabnya dengan mantap lalu menyodorkan kartu identitas dokter resmi.
Kartu identitas memang sangat penting takutnya dokter gadungan yang bukan menyelesaikan penyakit pasien namun malah merugikan pasien.
Adiknya Namjoon bekerja disalah satu cabang rumah sakit nya . Buat awalnya mendirikan rumah sakit hanya untuk meringankan beban untuk keluarga yang kurang berkecukupan untuk bisa cek kesehatan dengan harga terserah yang bayar.
Rumah sakitnya diberi nama Pelita Harapan nama yang dikarang oleh Namjoon dan Aya.
Pemeriksaan terus berjalan karena garis teliti dan detail terlebih lagi ,Aya telah melewati banyak operasi jujur pasti akan terasa sangat sakit.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja"ujarnya menenangkan Aya untuk memeriksa kondisi nya.
Hanya senyuman lemah yang ia tampilkan karena belum ada tenaga sama sekali.
Dengan cekatan ia melihat luka kakaknya yang telah koma 1 bulan.
Selesai memeriksa ia tak menemukan sesuatu yang berbahaya .
7Hari kemudian.....
Aya mulai terlihat segar ia sudah mulai membiasakan diri untuk berteman lagi dengan dunia.
__ADS_1
Tawa kecil terdengar sedari tadi apa lagi baby Joon sangatlah antusias bermain dengan ibunya .
Dengan ocehan kecilnya mampu membangkitkan semangat nya untuk menghadapi dunia .
Ia percaya skenario Allah lebih baik dari segalanya.
Ia Tah henti-henti nya bersyukur dan tersenyum bisa hadir di tempat yang penuh dengan lika liku kehidupan.
"Mamy hehe mamy "
"Iya baby ,aduh mamy sangat kangen sama pipi cabi ini "
Ya hari berlalu bulan berlalu begitu cepat .Aya sudah diperbolehkan pulang namun tidak boleh beraktivitas berat terlebih menyadari jika Aya baru saja terbangun.
Rasa bahagia menyeruak kembali ia terharu melihat ruangan faforitnya yaitu kamar.
Ia merasa sangat kangen dengan barang-barang nya tersebut.
Namjoon datang dan memeluk tubuhnya dari belakang sontak ia terkejut dan belum bisa mengontrol suasana.
"Chagiya aku sangat bersyukur kamu bisa kembali kepelukan ku"
"Alhamdulillah dari sekian banyak cobaan kita masih bersama ,aku mau kita selamanya bersama "
"Aku sangat takut jika sampai kehilangan mu , karena kutak tau bagaimana menghadapi dunia tanpa kehadiran istri tercintaku sport sistem ku " lalu menoel hidup Aya sang empu hanya tersenyum manis.
Ujiannya kali ini memanglah berat namun ia percaya setiap cobaan ada hikmah yang bisa mereka ambil.
"Aduh baru juga meluk istri siapa sih yang mengganggu ku" desusnya kesal karena handphone berdering berulangkali.
Ternyata Jimin yang menelponnya, menarik nafas terlebih dahulu sebelum berbincang.
"Iya Jimin ada apa?"
"Hyung maaf menganggu ini kita ada meeting dadakan,cepatlah kemari "ujarnya dengan tergesa-gesa.
"Iya aku kesana , tunggu sebentar" lalu mengakhiri panggilan tersebut.
Wajahnya masam baru saja ia pulang dan memeluk sang istri . Kini ia harus pergi untuk bekerja.
"Ish jangan kecut gitu gak enak dilihat orang,tak apa ya pekerjaan juga penting okee semangat Chagiya......"diiringi senyum manis yang mampu membuat Namjoon ikut tersenyum dan bersemangat lagi.
"Oke demi anak istri tercinta harus semangat haha....pamit dulu ya Chagiya "mengulur kan tangan nya .
Aya mencium punggung tangan Namjoon lama dan tersenyum supaya suaminya tenang pergi bekerja.
"Aduh senyuman kamu aku tambah diabetes tau kalau kaya gini "sindirnya dengan menahan gelak tawa.
"Udah gih berangkat nanti telat ,kasian member lain udah nunggu dari tadi" mendorong Namjoon hingga ke pintu keluar.
__ADS_1
"Iya Chagiya ,okee aku berangkat ya Babay"melambaikan tangan ke Aya dan mendapatkan balasan dari Aya.
"Ekhem kaya pengantin baru aja ,inget pak anak mu sudah gede "sindir adiknya Namjoon yang sedang bermain dengan baby Joon di ruang tv.