
Pagi yang sangat cerah Namjoon sudah rapi dan tiba dirumah sakit.
Senyuman mengembang saat ia melihat wajah cantik istri walaupun terpasang beberapa alat medis.
Ia masuk ruangan dengan berjalan pelan ,duduk dikursi sebelah Aya .
Menggenggam tangan istri nya lalu menciumnya .
"Chagiya kapan kamu bangun ,aku dan baby Joon sangat merindukan mu . Pa tidak capek tidur terus ,ayo bangunlah "
Ya tak terasa waktu telah berjalan cepat dan Aya telah melewati berbagai operasi dengan Namjoon yang masih setia menunggu nya bangun.
Diruangan serba putih serta bau obat khas rumah sakit menjadi saksi jika Namjoon selalu menemani istri nya yang tengah koma.
"Oh ya aku habis rilis lagu ,lagunya aku persembahkan untuk kamu nanti aku akan membuat diner romantis untuk mu ...dan kita shalat berjamaah seperti hari lalu "
"Kamu harus bangun ,baby Joon sangat membutuhkan mu ,aku juga tak sanggup jika harus begini Terus hiks...hiks...."
Ia sudah lelah dan ingin menyerah namun entah apa , hatinya masih percaya jika sang istri akan sehat kembali.
"Chagiya " panggilnya pelan , Namjoon yang sedang menangis langsung menatap istrinya yang bergumam sambil meneteskan air mata.
Ia menekan tombol lalu dokter hadir bersama suster. Memeriksa kondisi pasien dengan intens.
"Dia mulai merespon jadi harap sabar , perkiraan saya dia akan sadar dalam kurung waktu beberapa hari ini ,tapi itu semua tergantung Tuhan tetaplah berdoa jangan pernah putus"
"Baik , terima kasih dok "
Namjoon pulang kerumah karena sudah beberapa hari ia tak pulang.
Betapa terkejutnya ia kala tiba dirumah mendapati ibu dan adiknya sedang menyidang Delin.
" Hallo ,ada apa ini ?" sambil mengernyit dahinya.
"Nah ini kebetulan Oppa pulang ,dia ngaku hamil dan ini rest kehamilan nya positif "
"What!,kamu benar-benar bukan istri ku ,akan kupastikan aku tak mau bertanggung jawab karena aku tidak pernah menyentuh mu sama sekali"
"Tapi aku hanya dirumah dan hanya bersama kalian tak mungkin rasanya kalau aku hamil anak orang lain"
"Kamu kira kita bodoh ,lihatlah kita sudah mengetahui ini sebelum kamu hamil....kamu lupa Oppa memasang cctv disetiap sudut rumah "
__ADS_1
"Dan kamu tau kita tau betul cerita dari awal kamu hingga berakhir kamu hamil"
Delin merasa dirinya dalam bahaya apa lagi ia kini tengah hamil ,anak dari pria itu benar-benar tumbuh dirahim nya.
"Apa yang membuat kalian tidak percaya jika ini anaknya Namjoon, aku ini Aya istri sahnya "
"Cih , jangan mimpi ,kak Aya sangat lah multi talent sedangkan kamu zonk"
"Aku punya semuanya , contohnya dokumen-dokumen ini" Namjoon meletakkan beberapa dokumen informasi terkait perkembangan hidup Delin.
Meraih dokumen tersebut dan membaca nya ,dan ia kaget mengapa bisa sedetail ini .
Ia sudah seperti detektif yang meringkas info yang sangat akurat.
"Bagaimana ,apa masih mau mengelak ,ini informasi resmi, berdasarkan fakta dan detail....kalau kamu mengelak berarti kamu sangatlah lemah "
"Mengaku saja , sebelum kita lapor polisi dan kamu akan dihukum seumur hidup atau hukum mati "
"Polisi tidak akan pernah bisa menangkap ku karena wajah ku adalah istri kamu Kim Namjoon "
"Kau sembunyikan dimana istri ku ,teganya memisahkan anak balita dengan ibunya ......Aku rasa kamu sudah tak punya perasaan "
"Ya Namjoon aku memang tak punya perasaan , karena cinta mu membuat ku buta akan segala nya"
Ibu dan adiknya terlihat syok mendengar kata"Derasnya air sungai "apakah Aya dibuang kesungai atau dia yang membunuhnya?.
Keduanya bertanya-tanya dalam hati,lalu menatap Namjoon mencari jawaban.
"Kamu harus cari Aya sampai ketemu !"
"Oh adik yang manis ,maaf ya kakak ipar kesayangan mu itu sudah tak tertolong jadi terima saja aku sebagai pengganti dia"
"Kak Aya gak akan ada gantinya ,cepat cari sampai ketemu!"
"Oke ,ada syaratnya .....kakak lelaki mu harus menikahi aku dan mengakui jika ini anaknya"
Syarat macam apa yang diajukan Delin membuat ketiga orang tersebut heran.
Sekiranya ia sudah malu namun ternyata tak malu juga malah makin menjadi .
"Aku akan mencarinya sendiri ,aku tak mau dan sampai kapan pun istri ku tetap Rayana putri bukan kamu Delin !"
__ADS_1
Delin masih setia memamerkan senyum renyah dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Namjoon membuka pintu dan terlihat 2 orang bertubuh kekar dengan seragam lengkap polisi .
Mereka datang untuk menangkap delin karena telah ikut serta dalam pembunuhan berencana yang menewaskan 1 orang .
Namjoon membuka pintu selebar-lebarnya dan pihak polisi memasuki rumah lewat pintu belakang.
Dengan gercep karena Delin sedang lengah kedua polisi tersebut berhasil memborgol tangan Delin.
"Lepas kan aku ,aku bukan Delin kenapa kalian menangkap aku"
"Wajah kamu memang bukan Delin ,tapi kami sudah menyelidiki lebih jauh dan kamu itu Delin pelaku pembunuhan dikota Ilsan 1 bulan lalu.
"Siapa yang kamu bunuh Delin!"
"Dia membunuh seorang lelaki muda dan kaya raya ,dan membuang nya diarea hutan" jawab seorang polisi.
"Jangan-jangan ayah dari anak yang kamu kandung!,kejam sekali kamu sudah menewaskan 2 orang Delin untuk apa ?"
"Un-untuk mendapatkan hatimu kembali,,,,,,Aku ingin memiliki kamu seutuhnya Namjoon !"jawabnya dengan tetesan air mata yang mulai membasahi pipinya.
"Namjoon aku terpaksa melakukan itu semua , aku sangat mencintaimu dan aku sungguh takut kehilanganmu hiks...hiks .. hiks... kumohon bantu aku tanggung jawab anak ini"
Namjoon menghela nafas kasar ia sudah lelah menghadapi Delin yang selalu bikin ulah.
Ditambah Aya nyaris meninggal gara-gara penyiksaan dari orang suruhan Delin .
"Aku tidak bisa membantu mu ....kamu memang pantas mendapatkan ini semua"
lalu membuang muka ia nampak malas melihat wajah orang yang telah membuat hidupnya berantakan.
Delin masih memohon sembari digandeng kedua polisi itu pergi dari rumah.
"Kak ,harusnya kakak tau dari awal jika ada resiko jangan diambil ..... jangan terobsesi dengan kakak ku . Ingat dia sudah punya anak sama istri !"
"Haha aku tak perduli mau dia punya istri ,anak atau tidak jika dia milikku maka siapapun tak boleh memiliki nya selain aku"
"Delin cukup , kamu ini perempuan kami juga perempuan tapi kenapa kamu terobsesi dengan anak ibu"
"Aku tak punya alasan untuk itu Bu ,aku hanya ingin memiliki anak sepenuhnya "dengan nada penekanan.
__ADS_1
Mungkin jika dibawa ke dokter Delin telah mengidap gangguan jiwa karena sangat mengerikan.
"Pak bawa saja dia pergi , urusan saya sudah selesai. Hukum dia seberat-beratnya!"tegas Namjoon yang menahan air mata kala teringat kondisi Aya waktu pertama ditemukan.