Kamu Adalah Milikku

Kamu Adalah Milikku
Chapter 39


__ADS_3

"Kak, Hari ini...Timor mau pulang ke negara sendiri. Boleh nggak?"


"Hum...Timor yakin mau balik?" Indosila hanya dapat memastikan bahwa Timor baik-baik saja selama di negaranya. Dia itu masih kecil dan mereka semua nggak tega kalau dia harus ngurusin negaranya sendirian.


"Iya, kak. Timor kangen dengan negaraku. Boleh ya. Cuman sebentar aja kok."


"Aku sih keknya boleh aja. Coba kamu minta saran sama Bang TNI."


"Sama bang TNI ya? Hum...ya udah deh." Timor langsung pergi mencari TNI. "Yah, sepi deh keraton. Ayahanda dan Ibunda juga bilangnya akan pulang 2 hari lagi. Eh...enggak-enggak. walaupun cuman berlima tetap saja rusuh. Maklum ada PK-Ih nyebelin. Huh...pusing aku punya Abang kek gitu."


"Hm gimana ya? Tapi kamu kan-!"


Timor langsung memotong perkataan TNI."Timor bisa kok jaga diri."


"Abang...aduh gimana ya...hm...."


"Boleh ya..." Timor menunjukkan muka imutnya.


"Ya sudah deh. Kalau abang bolehin, tapi janji ya jangan sampai kenapa-kenapa."


"Yeayy! Aku janji."


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barrokatuh! Apa ada orang?" Potong PKI yang berteriak dari ruangan sebelah.


"Wa'alaikumussalam, Udah tau rame begini. Masih aja nanya ada orang atau nggak." Jawab PFI sedikit kesal. "Ih ya udah sih. Sans aja, Saudara. Jangan marah-marah gitu." Lanjut PKI.


"Wa'alaikumussalam, kenapa sih ribut-ribut."


"Eh...nggak ada apa-apa kok bang TNI." Ucap keduanya bersamaan. "Perasaan kok rumah seperti banget ya." PKI lalu berlari ke kamarnya Indo. "Nggak ada." dan keruangan lainnya.


"Sedang cari apa bang?" -Indosila.


"Indo mana ya? Dia balik ke asrama kah?" -PKI.


"Abang lupa. Indo kan pergi liburan dan menginap dirumahnya Lombok. Acieee...nyariin ya. Asikkk ada yang merasa kesepian karena nggak ada temen berantem."


"Eh...b-bukan. Aku kan cuma nanya doang." Elaknya tidak mau mengaku. "Masa? Aku nggak percaya ah." Ledek Indosila.

__ADS_1


"Ih ya udah."


"Ya emang udah."


"Ish bodo."


"Indosila tau Abang mau ngomong apa?


"Emangnya apa?


"Tuh kan bener mau bilang apa."


"Maksudnya...? Eh...! Udah ah. Lama-lama kamu kek Indo aja." PKI lalu pergi begitu saja meninggalkan Indosila.


Brakkk!


PKI membanting pintu kamarnya. "Huh semuanya pada nggak asik."


🥀


"Ehehe...ya maaf, kan cuman bercanda."


....


"Aduh berantem aja terus. Malu-maluin tau. Nggak malu apa berantem di depan negaranya." Ujar Lombok yang masih bersama dengan Indonesia. Mereka saat ini di suguhi dengan drama yang kurang menyenangkan.


"Udah nggak apa-apa, Lombok. Bukannya mereka sudah biasa seperti itu. Palingan juga marahannya nggak lama."


Indonesia lalu meminum jusnya, sedangkan Lombok sudah bersikap bodo amat dengan kedua Provinsi yang masih saja berdebat itu.


"Kamu hari ini nggak boleh nginep di rumahku atau di rumahnya Lombok." "Siapa juga yang mau nginep." Balas NTT. "Ok bagus."


"Woy! Udah rapi belum nih berdebatnya. Pusing aku melihatnya." Sela Lombok sambil menunjukkan ekspresi ketidak senangannya. "Udah selesai barusan." Jawab NTB sambil melirik NTT.


Allahu Akbar...Allahu Akbar...


"Udah azan Dzuhur." Indo segera berdiri dan mengambil tasnya. "Aku pergi dulu ya." Indo pun berlari dari sana.

__ADS_1


"Negara kita sudah tau ada masjid di sebelah mana?" Lombok lalu menjawab. "Sudah. Aku sudah memberi tahunya."


"Oh. Terus kita mau ngapain disini?"


"Debat lagi aja sono." Jawab Lombok ketus. "Nggak ah bosen aku debat sama NTB mulu. Tadi kan juga udah."


"Aku juga nggak mau debat lagi. Capek mulut aku." Sahut NTB juga. "Ya udah kalau gitu diam aja."


10 menit kemudian.


"Hai kalian bertiga. Aku sudah selesai." Panggil Indo sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. "Rencananya, habis ini kita mau kemana?"


"Kita sepertinya makan dulu saja sebelum pergi." Indo mengangguk. "Oh ya sudah. Aku mah ikut aja."


"Ok kalau gitu aku pulang. Tugas aku disini sudah selesai kan." Izin NTT. "Sudah kok. Terima kasih sudah membantuku mulai dari pengalaman yang menyenangkan sampai yang bikin baik darah."


NTT menelan ludahnya. "Eh iya sama-sama. Kalau gitu aku pamit dulu dah."


NTB melihat NTT sudah pergi. "Aku boleh pamit juga nggak?"


"Nggak. Bantuin aku dulu."


"Tapi kan udah."


"NTB baru boleh pulang kalau udah sore."


"Yah...masih lama dong :("


"Ya iya...masih lama lah."


Indo masih memperhatikan ponselnya. "Apa aku telpon Korut lagi saja ya. Kalau kemarin malam, mungkin Korut sudah tidur. Aku telpon lagi saja deh."


Indo menjauh dari NTB dan Lombok terlebih dahulu. "Semoga di angkat." Ujarnya berharap. Indo lalu menekan nomor N.K.


Di sekolah Negara.


"Hyung, Hpmu berbunyi tuh." Ucap S.K. "Oh iya, sebentar..." N.K pergi ke tempat yang cukup sepi lalu mengangkat telponnya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Korea Utara." Kata Indo di seberang sana.


"Indonesia!"


__ADS_2