
Kak, apa kita sebaiknya kembali ke ASEAN saat pagi nanti?"
"Sebaiknya jangan. Kita nanti akan menjadi beban papa lagi."
Lelaki itu kembali dari dapur sambil membawa nampan yang di atasnya tersedia 2 cangkir minuman.
"Maaf ya jika lama. Ayo silahkan diminum." Indo menjawab. "Terima kasih bang. Kita merepotkan Abang jadinya."
Lelaki itu menggeleng. "Tidak kok, kalian berdua tidak merepotkan kakak. Oh ya nanti kalian berdua tidur di kasurku dan aku akan tidur di bawah menggunakan karpet."
"Uhuk..." Indo langsung tersedak. "Sebaiknya...kami...uhuk...saja yang tidur...di bawah."
"Tidak, kalian itu tamu. Tamu harus dilayani dengan baik."
"Apa Abang hanya tinggal sendirian disini? Apa kakak tinggal bersama orang tua kakak juga?" Tanya Timor.
Lelaki itu tertunduk sedih.
"Aku tidak tahu. Aku terpisah dengan orang tua ku serta saudara-saudaraku."
"Dulu kami sedang berwisata alam di hutan. Aku punya saudara kembar dan 2 orang kakak. Aku dan saudara kembarku memutuskan untuk bermain petak umpat di sekitar hutan. Saat itu giliran aku yang bersembunyi. Mungkin aku bersembunyi terlalu jauh...sehingga aku tidak tahu jalan mana yang sudah aku lewati tadi. Aku tidak bawa senter. Aku ingin membuat api, tapi aku tidak bisa. Untung saja aku menemukan rumah ini, jadi aku bisa tinggal disini sampai saat ini."
"Ternyata...sedih juga ya. Aku harap Abang dan saudara Abang dapat berkumpul kembali." Ujar Timor yang menangis karena sedih.
Indo teringat sesuatu, "Oh ya kami belum memperkenalkan diri. Namaku Indonesia dan ini adikku Timor Leste. Panggil saja kami Indo dan Timor. Nama Abang siapa?"
"Indonesia?" Abang itu terpaku dengan nama tersebut.
"A-Apa kalian mempunyai orang tua bernama Nusantara dan Zamrud Khatulistiwa?"
Indo memiringkan kepalanya. "Hum...iya. Kami adalah putra dan putri Ayahanda Nusantara dan Ibunda Zamrud Khatulistiwa. Bagaimana Abang bisa tahu nama kedua orang tua kami?"
"Berarti...k-kalian...adik-adik ku..."
"Hah?!" Indo dan Timor kaget bukan main.
"Namaku PFI. Aku senang aku dapat bertemu dengan adik-adik ku." Laki-laki itu langsung memeluk Indo dan Timor.
"PFI? Tunggu! Bukannya Ayahanda pernah mengatakan ini kepada kita?!"
Timor menyahut, "Iya...Ayahanda bilang kepada kita dan juga kak Indosila bahwa sebelumnya kalian punya seorang Abang laki-laki."
"Akhirnya kita dapat bertemu Abang kami yang hilang..." Tangis Indo pecah ketika mengetahui PFI adalah abangnya."
__ADS_1
Mereka bertiga masih berpelukan. Akhirnya rasa rindu PFI dapat teratasi karena dapat bertemu dengan adik-adiknya.
"Kalau begitu, Abang harus kembali ke keraton bersama dengan kami. Abang pasti kangen dengan Ayahanda dan Ibunda."
"Baiklah. Abang akan pulang ke Keraton." Ucapnya dengan senyuman.
Setelah selesai menghabiskan minumannya, PFI mengajak kedua adiknya untuk tidur.
"Selamat tidur adik-adik."
"Selamat tidur juga bang PFI." PFI lalu mematikan lampu ruangan.
Indo dan Timor tidur di atas, sedangkan PFI tidur dibawah.
Hari itu adalah hari terbaik PFI. Dimana ia dapat bertemu dengan keluarganya kembali.
🥀
Keesokan harinya.
"Indo, Timor, ayo bangun! Kalian harus siap-siap pergi ke sekolah!" Ucap Papa ASEAN sambil memanggil kedua anaknya.
Tidak ada jawaban dari salah satu kamar. ASEAN membuka pintu kamar Timor. "Timor pasti tidur di kamar Indo."
"Kemana mereka berdua?" ASEAN memutuskan untuk turun dan menemui anak-anaknya yang lain.
"Anak-anak, Apa tadi melihat Indo dan Timor?"
"Malaysia kira Indo dan Timor masih tido lagi."
"Memangnya di kamarnya tidak ada?" Tanya Thailand.
"Papa sudah mengecek ke kamar mereka berdua. Tapi mereka tidak ada di kamarnya."
"Apa mungkin Indo sudah berangkat duluan?" Tebak Phil. "Berangkat duluan? Tapi ini masih jam 06:13. Masa iya mereka berangkat secepat itu. Biasanya kan mereka berangkat bersama kita." Sahut Singapore.
"Iya, Indo dan Timor tidak mungkin hanya berangkat berdua. Tapi mungkin juga sih. Mungkin saja mereka berdua ada urusan sehingga harus berangkat pagi." Ujar Myanmar.
"Kalau begitu papa akan menelponnya. Kalau tidak diangkat papa akan mencarinya. Kalau begitu kalian sarapan saja duluan, papa akan makan di kantor saja."
"Baik papa." Kesemuanya pergi ke ruang makan. ASEAN mulai menelpon Indo. "Kumohon...angkatlah telpon papa, Indo..." Namun tetap saja tidak bisa.
ASEAN memutuskan untuk menelponnya berkali-kali. Mungkin saja ponselnya di taruh di dalam tas.
__ADS_1
ASEAN mematikan telponnya dan segera mengambil kunci mobil. "Anak-anak, papa pergi dulu ya. Kalau kalian mau berangkat, jangan lupa kunci pintu." Pesan ASEAN sambil memakai sepatunya.
"Iya, hati-hati ya papa."
ASEAN menyalakan mobilnya dan pergi dari sana. "Indo...Timor...dimana kalian..."
Beralih ke Indo.
"Bang PFI sudah siap?" Teriak Timor dari luar rumah. "Sudah kok." PFI mengunci pintu rumahnya.
"Rumah ini sangat banyak kenangan. Kapan-kapan aku pasti akan main kesini lagi." PFI lalu memasukkan kunci rumahnya kedalam saku celananya.
"Ayo kita berangkat." Ajak PFI dengan semangat. "Ayo!" Seru kedua adiknya. Mereka mulai beranjak pergi dari sana.
🥀
Para anak-anak ASEAN sudah tiba disekolah.
"Hey kalian!" Panggil Russia sambil berlari ke arah mereka. "Oh hai Rus!" Jawab semuanya.
Russia mencari Indo diantara mereka semua. "Indo dan Timor kemana? Mereka tidak bersama dengan kalian?"
"Memangnya Indo belum datang?" Tanya Laos yang mulai bingung. "Maka dari itu aku bertanya. Buktinya saja kelas ASEAN masih kosong. Apakah dia ke telatan?"
"Nggak mungkin kan Indo kabur?!" Seru Phil dengan nada panik. "Bagaimana kalau benar?" Lanjut Phil lagi.
"Tapi Indo itu bukan anak nakal, dia cuman bar-bar doang. Terus lagi dia kan perempuan. Masa dia nekat banget?" Jawab Thailand tidak yakin.
"Eh tapi kalau Indo beneran kabur gimana?" Panik Cambodia. Russia tidak mengerti apa yang dimaksud anak-anak ASEAN.
"Tunggu...tunggu...tunggu! Memangnya Indo tidak ada dari tadi pagi?" Anak-anak ASEAN langsung terdiam.
"Indo benar-benar tidak ada dari tadi pagi. Kami pikir Indo datang ke sekolah lebih awal." Seketika suasana panik melanda. Mereka mulai mencari di sekitar sekolah.
"Indo...apa kau di dalam?" Vietnam mencari di gudang. Brunei mencari di di kamar mandi. Sedangkan yang lainnya mencari di tempat lain.
"Kalian menemukan Indo?" Tanya Singa kepada Cambodia dan Myanmar.
Kedua temannya menggeleng. Lalu teman-temannya yang lain datang. "Apa kalian bertiga menemukannya?" Tanya Russia.
"Tidak. Kami tidak menemukannya." Jawab Singapore, Cambodia, dan Myanmar bersamaan.
"Kalau begitu Indo dan Timor...benar-benar kabur..." Ujar Phil menyimpulkan.
__ADS_1
🥀