Kamu Adalah Milikku

Kamu Adalah Milikku
Chapter 33


__ADS_3

Beberapa menit kemudian.


"Silahkan diminum." Nugini menyodorkan kedua gelas berisi air sirup yang di dalamnya terdapat es batu.


"Terima kasih!"


Indo dan Timor langsung meminumnya sampai habis. "Pada haus ya?"


"Iya, kita kan lari pas kesini." Ujar Indo sambil menaruh gelasnya di atas meja.


"Btw kita mau main apa nih?"


Timor langsung menjawab, "Kalau main petak umpet gimana?" Nugini berfikir menimbang-nimbang.


"Bosen. Yang lain gitu."


"Main ular tangga aja. Punya nggak?" Saran Indo. "Punya...punya. Bentar ya aku ambil dulu."


Nugini berlari ke kamarnya. "Mana ya? Perasaan ada disini deh." Ia lalu mencari di laci mejanya. "Nah ketemu."


"Enak banget ya bang TNI, bang Petrus, sama kak Indosila berkemah. Coba kita bisa pergi kesana." Keluh Indo dengan wajah murung.


"Kan kak Indo bisa terbang? Kenapa nggak terbang aja?"


"Masalah aku males terbang ke sana."


"Nih udah ketemu. Ayo kita main!" Ujar Nugini yang tiba-tiba datang. "Okay!


"Kita hom pim pa dulu." Nugini lalu duduk di bawah bersama dengan yang lain.


"Hom pim pa alaium gambreng."


"Aku pertama." -Timor.


"Suit."


"Aku kedua dan Indo terakhir." Seru Nugini meledek Indo. "Nggak apa-apa. Santuy aja. Nggak apa-apa ini."


Nugini menyiapkan dadunya. "Timor, kocok dadunya." Timor membalas dengan anggukan. Ia mulai mengocok dadunya dan mendapatkan angka 3.


"3 langkah." Timor menggerakkan batunya. "Selanjutnya..."


"Okay. Eh bentar...bentar, kok kalian nggak sekolah? Apa karena kamu minta izin buat pulang? Kalau aku kan nggak sekolah karena izin sakit."


"Sakit apa kamu? Sehat-sehat aja aku liat." Sahut Indo. "Aku kemarin malam batuk-batuk, makanya pas tadi kalian minum es...aku nggak bikin."


Indo dan Timor kebingungan mau jawab apa. "Sebenarnya..."


"Sebenarnya kenapa?


"Hum sebenarnya...kita..."

__ADS_1


"Kabur dari Mansion ASEAN."


"Eh apa?! Serius?!" Teriak Nugini tidak percaya. "Bukan serius lagi kak, tapi limarius." Jawab Timor.


"Kenapa kalian kabur dari Mansion ASEAN? Apa kalian di usir?"


Indo menjawab dengan gugup. "A-aku merasa...bahwa aku...hanya beban disana. Jadi kita kabur aja...Ku mohon jangan kasih tau siapa-siapa ya kalau kita sebenarnya kabur."


Nugini tersenyum smirk, "Boleh. Tapi harus ada imbalan tutup mulut." "Pakai imbalan tutup mulut segala. Jahat amat jadi teman ಥ╭╮ಥ"


"Nggak...nggak, cuman bercanda. Ya udah iya aku nggak bilang ke siapa-siapa."


"Eh beneran? Makasih yah^v^"


"Iya, sama-sama." Jawab Nugini sambil tersenyum juga. "Ok aku jalan dulu ya."


"Kita sampai lupa kalau kita lagi main." Sahut Timor yang baru ingat lagi. "XD. Ya udah ayo lanjutkan."


🥀


Di Ruangannya UN.


"UN, aku pusing deh. Ini tugas covid kagak selesai-selesai dari dulu. Bantuin gitu kek." Keluh WHO yang yang saat itu sedang berada di ruangan WHO.


"Ya mau bagaimana lagi. Terima saja...itu sudah takdir." UN menjawab santai sambil merapikan berkas-berkas yang bertumpuk di atas mejanya.


Terdengar suara pintu terbuka. "Selamat siang UN dan WHO." ASEAN menyapa kedua temannya yang saat itu ada di ruangan yang sama.


ASEAN mendekat ke meja UN dan memberikan hasil kerjanya. "Ya begitulah."


UN menerima hasil kerja ASEAN sambil mengeceknya kembali.


"ASEAN, kenapa Indo dan adiknya tidak masuk sekolah? Apa mereka sakit?" Tanya UN sambil menyeruput kopinya yang masih hangat.


"Huh..." ASEAN memegang pelipisnya. "Entahlah, aku tidak tau. Kemarin ada, sekarang tidak ada."


"Maksudnya tidak ada itu gimana?" Tanya WHO agak kaget. ASEAN menghela nafas, "Ya kemarin malam mereka masih ada. Pas tadi pagi saya cek ke kamarnya, mereka tidak ada."


"Mereka tidak di culik lagi kan?" Ucap UN memastikan. ASEAN menggeleng, "Sepertinya tidak. Jangan sampai itu terjadi."


ASEAN teringat sesuatu."Atau mungkin mereka kabur? Tidak-tidak. Indo itu anak yang baik. Begitu juga dengan Timor. Mereka tidak mungkin kabur dari rumah. Kalau sampai Nusantara tau bahwa Indo dan Timor menghilang, apa yang harus aku katakan nantinya."


"Sepertinya kita harus menyelesaikan ini dengan bantuan polisi agar mempermudah pencarian." Saran UN dengan tegas.


"Ya, itu adalah ide yang bagus! Dengan cara seperti itu pasti mereka berdua akan cepat ditemukan." Ucap WHO sambil menghabiskan kopinya yang sudah mulai dingin.


"Aku akan memintanya nanti. Maukah kalian membantuku mencari mereka?"


UN dan WHO saling berpandangan. "Tentu saja. Demi kedua anakmu di temukan, kami akan terus membantu."


"Terima kasih..."

__ADS_1


🥀


'Aku mau kasih kepada Indo. Ya walaupun ini terkesan sederhana, semoga saja dia suka.'


N.K berniat memberikan jepitan rambut yang sangat manis kepada Indo. N.K melihat di depan terdapat anak-anak ASEAN yang sepertinya sedang ada sesuatu terjadi.


"Ada apa itu?" N.K mempercepat jalannya. "Ada apa ini?" Tanya N.K dengan panik.


"North Korea? Indonesia dan Timor Leste menghilang tadi pagi dan kami tidak tahu mereka pergi kemana." Jawab Cambodia memberi tahu.


"Indonesia dan adiknya menghilang? Tadi pagi?"


"Iya, nanti sepulang sekolah nanti kami semua akan mencarinya." Ujar Vietnam.


"Bolehkah aku ikut membantu mencari mereka?"


"Boleh-boleh, semakin banyak yang membantu semakin baik."


Kriiingg!


Suara bel masuk terdengar nyaring sehingga membuat para murid-murid berhamburan pergi ke kelasnya masing-masing.


"Sudah dulu ya." Pamit N.K sambil berlari menuju kelasnya.


'Indonesia...' N.K melihat hadiah yang ingin ia berikan kepada Indo lekat-lekat.


'Mau bagaimana pun...aku tidak akan menyerah sampai aku menemukanmu. Aku janji...'


"Yeayyy! Aku menang!" Sorak Indo dengan girang. "Selamat kak!" Jawab Timor yang turut senang.


"Hehehe...makasih Timor~ Oh ya sepertinya kita harus pulang untuk makan siang."


Indo dan Timor berdiri dari duduknya. "Nugini, terima kasih atas minumannya tadi. Besok-besok kita main lagi ya. Semoga lekas sembuh!" Ucap keduanya bersamaan.


"Terima kasih atas dukungannya^^"


Indo dan Timor melambaikan tangannya kepada Nugini.


"Dah kalian berdua..."


Nugini masih melihat Indo dan Timor dari jauh sebelum mereka hilang dari pandangan.


"Baiklah, pokoknya aku harus sembuh." Nugini masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Besok kakak mau nginep ke rumahnya Lombok. Nginep lagi!" Seru Indonesia dengan nada semangat.


"Tapi jangan nyusahin ya kak." Pesan Timor. "Eh iya-iya. Ya udahlah, masih sagup lari lagi nggak? Kalau masih sanggup ayo lari lagi!"


Indonesia berlari meninggalkan Timor. "Eh...eh...kak Indo tunggu aku!" Teriak Timor sambil menyusul Indo.


🥀

__ADS_1


__ADS_2