Kamu Adalah Milikku

Kamu Adalah Milikku
Chapter 29


__ADS_3

Indo sedang belajar Matematika bersama dengan yang lain, sedang ASEAN sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya.


"Aduh otakku berasap udah kek kereta uap..." Keluh Indo yang sudah pusing.


"Sama nih." Sahut Malphil.


Indo teringat coklat yang di berikan N.K dan cemilannya yang lain yang ia taruh di dalam kulkas. Indo langsung bergegas berlari mengambilnya.


"Nah ini dia. Coklatnya sudah keras dan sekarang aku sudah bisa memakannya."


Indo berjalan kembali ke tempat duduknya sambil membawa makanannya.


"Widih banyak banget makanannya. Langganan banget ya setiap kali ada PR MTK atau IPA, pasti Indo selalu beli cemilan." Ujar Myanmar kaget.


"Hehehe...iya dong. Kalian kan juga udah pada tau kalau aku kek gitu."


"Kalau kalian mau ambil aja. Mumpung aku lagi baik." Lanjutnya. "Emang biasanya nggak baik?" Tanya Brunei.


"Baik juga sih. Udah...udah, nggak usah dibahas lagi."


Mereka kembali melanjutkan pekerjaan rumah mereka. 'Oh iya, tadi kan niatnya aku ingin berterima kasih kepada Korut. Hm...besok saja deh kalau begitu.' Batin Indo seraya melihat coklat pemberian dari N.K.


Indo menggelengkan kepalanya, 'Sudahlah Indo, PR mu saja belum selesai. Ayo selesaikan PR mu dulu.'


Indo segera melanjutkan pekerjaannya bersama dengan teman-temannya. Walaupun ia juga mengeluh karena pusing dengan rumus-rumusnya.


Skip:v


"Anak-anak, maaf papa tidak bisa mengantarkan kalian ke sekolah. Kalian mau naik bus saja atau berjalan kaki?" Ucap ASEAN saat paginya.


"Naik bus saja!" Jawab kesemua anaknya.


"Kalau begitu ayo cepat bersiap-siap! Nanti kalian kelewatan busnya." Perintah ASEAN sambil menyiapkan tas kerjanya.


"Baik Papa kami akan bersiap-siap!"


ASEAN langsung pergi meninggalkan rumah dan langsung pergi ke tempat kerjanya.


"Kalian dah siap ke belum? Aku dah siap!" Tanya Malay sambil memakai dasinya.


"Kami pon dah!" Jawab Singa dan Brunei bersamaan.


"Eh ada yang liat buku IPS aku nggak?" Ujar Laos sambil berteriak dari dalam kamarnya.


"Keselip kali. Coba cari lagi!" Balas Thailand sambil berteriak juga. "Jangan teriak-teriak woy! Masih pagi nih!" Ucap Myanmar.


"Nggak usah ngegas napa! Apa hubungannya pagi-pagi kalau udah teriak-teriak? Kamu juga tadi ngomongnya teriak!" Thailand menjawab perkataan Myanmar.


Myanmar berkata lagi, "Malu sama tetangga bos! Waktu itu aja cuman ada kecoa doang, udah seperti gempa bumi. Ribut satu rumah. Pas papa datang lanjut di ceramahin karena rumah berantakan."


Thailand mengabaikan perkataan Myanmar dan bertanya kepada Laos, "Laos udah ketemu belum bukunya?" Laos menyahut, "Eh...udah nih...udah ketemu. Ternyata bener keselip."

__ADS_1


"Udah nggak usah pada ribut-ribut. Nanti kita tambah lama pergi ke halte bus nya. Belum lagi nunggunya." Ucap Cambodia sambil menggendong tasnya.


"Tau nih, kenapa di rumah ini nggak siang ataupun sore selalu aja ribut. Giliran hari Sabtu dan hari Minggu aja sepi." Sahut Vietnam.


"Kenapa sih itu?" Tanya Timor yang datang bersama Indo. "Tak payah layankan dia orang. Kita kan dah macam biasa pagi-pagi macam ni. Ada je masalah. Haish..." Jawab Singa sambil memegang pelipisnya.


"Ayo kita berangkat!"


🥀


Sesampainya di sekolah,


"Kita lomba yuk! Siapa yang cepat nyampe ke kelas, nanti di traktir Thailand!" Seru Laos sambil berlari menjauh.


"Apa katamu Laos! Ish..awas ya kau!" Thailand langsung mengejar Laos yang sudah berlari meninggalkan teman-temannya.


"Hey tunggu kami!" Ujar kesemua temannya.


Ngeskip lagi :v


"Dimana Indo? Dari pagi aku tidak bertemu dengannya? Apa ia tidak sakit?" Ujar N.K sambil menunggu Indo di depan gerbang sekolah.


Terlihat dari kejauhan sosok negara perempuan yang sedang gugup ataupun lesu.


N.K langsung berlari ke arah Indo. "Indonesia, kenapa wajahmu pucat begitu? Ada apa dengan wajahmu?" N.K agak terkejut ketika melihat plester di pipi kanan dan kiri Indo.


"Tidak ada apa-apa kok. Aku hanya cedera ringan saja, tidak perlu ada yang di khawatirkan..." Jawab Indo lemah.


Indo hanya diam, seakan-akan ia ingin menangis dan mencurahkan semua hal yang terjadi padanya.


Air mata menetes dari mata Indo. Sesegukan lama-lama juga terdengar. "Korut..."


"I-Indo...ada apa? Kenapa kamu menangis? Apakah yang aku lakukan tadi salah? Aku hanya mengkhawatirkan kondisimu saja."


"Tidak, kau tidak salah. Aku hanya ingin meminta maaf, aku tau...bahwa aku memang banyak. Oh ya tentang coklat kemarin...uhm...terima kasih ya~ Aku juga sudah memakannya^^"


"Indo...bolehkah aku berkata jujur?" Tanya N.K ragu. "Tentang apa?" Jawab Indo.


'Tenang N.K...Tenang.'


"Selama ini ingin sekali bilang aku menyampaikannya hal ini kepadamu. Aku akan berkata terus terang saat ini."


Angin sore bertiup, sehingga membuat beberapa daun-daun jatuh dari pohon. Suasana menegangkan ini cukup membuat N.K merasa gugup.


"Aku..." N.K tidak kuat mengucapkannya.


"Suka padamu Indo..."


"Korut..."


"Kalau kau tidak terima...tidak apa. Setidaknya aku sudah terus terang kepadamu."

__ADS_1


Tidak ada percakapan antara N.K dan Indo setelah ini.


Karena tidak ada jawaban dari mulut Indo, N.K merasa...mungkin ia di tolak.


"Maaf...karena harus membuang-buang waktumu hanya untuk membicarakan hal omong kosong ini. Kalau begitu aku permisi."


N.K berjalan meninggalkan Indo yang dari tadi hanya terdiam.


'Aku yakin pasti Indo lebih memilih Russia atau Netherlands dan bukan aku. Hah...kau terlalu berkhayal North Korea...'


"Korut!" Panggil Indo sambil berlari ke arah N.K. N.K berbalik ke arah Indo.


"Aku menyukaimu juga!"


Kata-kata itu terlontar dari mulut Indo yang selama ini para pembaca mengenalnya dengan sikap yang tidak peka terhadap negara-negara yang menyukainya. Tapi sekarang Indo...iya Indo...dia mengucapkan 3 kata dalam 1 kalimat yang begitu menyentuh itu.


N.K seakan-akan membisu mendengarnya. "Apa kau serius?!" Seru N.K tidak percaya.


"Dari hari ke hari, aku selalu melihat Korut melindungi ku, kekhawatiran ku, dan hal-hal yang lain yang tidak dapat aku sebutkan."


Indo menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena wajahnya menahan malu. Maklum...Perempuan memang seperti itu.


"Aku pikir...kau lebih menyukai Russia atau Netherlands?" Ujar N.K lagi.


"Russia? Belanda? Mereka berdua menyukaiku juga?"


"Ya begitulah."


Indo berfikir sejenak, "Tidak...aku tidak menyukai mereka berdua."


"Kau tau kan Russia itu adalah temanku. Pasti paman Soviet tidak akan setuju jika Russia bersama dengan ku."


"Sedangkan Belanda. Walaupun ia pernah menjajah ku, pasti paman V.O.C juga tidak akan setuju. Pasti paman V.O.C akan menjodohkan Belanda dengan negara lain."


"Kalau begitu terima kasih karena telah menerimaku, Indonesia..."


Indo lalu tersenyum, "Iya sama-sama, Korut :)"


"Oh ya Indo, kita harus segera pulang. Kalau boleh...bolehkah aku mengantarkan mu pulang?"


Indo berfikir sesuatu yang menarik. "Pengantarkan ku pulang ya? Boleh saja kalau kau dapat mengejarku!" Seru Indo sambil berlari.


"Hey Swettie, mana boleh seperti itu!" N.K pun terpaksa berlari mengejar Indo.


"Masih mending aku lari dari pada terbang."


Sore ini lulus sudah N.K menyatakan perasaannya kepada negara yang sudah ia cintai sejak lama.


Dah lah capek. Nantikan chapter selanjutnya!


Dat is alles en bedankt^^

__ADS_1


🥀


__ADS_2