Kamu Adalah Milikku

Kamu Adalah Milikku
Chapter 43


__ADS_3

Semenjak kau pergi, mereka sudah sedikit berbeda. Mereka malah menjadi sedikit pendiam dan sering mengurung diri di kamarnya. Maka dari itu pulanglah...kami semua sangat mengharapkan kamu untuk kembali."


Indo tidak langsung membalas pesan itu. "Berarti...aku bukan beban. Aku sangat di butuhkan di sana..."


Indo kembali membalas. "Aku akan pulang kalau begitu..." N.K menjawab, "Kami semua akan menunggu kehadiranmu."


Indo langsung mematikan hpnya dan bergegas merapikan barang-barangnya. "Indonesia, kenapa kau malah memasukkan kembali barang-barangmu ke dalam tas? Kau kan masih lama untuk menginap di sini." Protes Lombok yang saat itu tidak sengaja melewati kamar Indo.


"Maaf Lombok, Tapi aku harus kembali ke ASEAN." Lombok sangat terkejut mendengarnya. "Tapi kan ini sudah malam. Sudahlah, sebaiknya kembali saja besok."


Indo tetap bersikeras dengan pendiriannya. Setelah semua barang-barangnya sudah di masukkan semua, Indo langsung berpamitan kepada Lombok.


"Indo, janganlah. Aku telpon NTB dulu ya untuk mengantarkan kamu pulang. Nggak baik anak perempuan jalan sendirian malam-malam."


"Nggak Lombok. Aku nggak mau ngerepotin NTB hanya untuk mengantarkan aku sampai bandara. Udahlah nggak apa-apa. Ini juga masih jam tujuh malam. Masih banyak orang yang pada baru keluar. Lagi pula aku sudah memesan GoJek buat nganterin aku sampai bandara."


Tiba-tiba mobil sedan berwarna putih sudah terparkir di depan. "Nah itu dia. Terima kasih ya Lombok sudah memberikanku waktu untuk beristirahat di sini. Sekali lagi terima kasih. Tolong beri tahu NTB, bahwa aku sudah kembali pulang."


Indonesia langsung masuk ke dalam mobil. Mobil itu perlahan mulai meninggalkan halaman rumah Lombok. Dengan rasa khawatir, Lombok langsung menelpon NTB.


"Ya Hallo, Ada apa Lombok?" Ujar NTB dari seberang sana. "NTB, Indonesia memaksa untuk pulang ke ASEAN malam ini."


"Apa! Tapi ini tuh udah malam."

__ADS_1


"Dia tetap bersikeras untuk pergi, saat ini dia sudah pergi naik mobil untuk menuju bandara."


"Kalau begitu Aku siap-siap ke Bandara sekarang!" NTB langsung mengakhiri percakapan dan langsung bersiap-siap.


Indo langsung mengunci pintu rumahnya. "Semuanya udah siap." NTB menghela nafasnya. "Aku harap, Indo masih belum sempat sampai naik ke pesawat."


🥀


"Terima kasih ya pak~"


"Iya, sama-sama dik. Hati-hati ya."


"Baik pak!"


"Indonesia, ku mohon jangan pergi." Dengan nafas yang terengah, NTB berusaha menahan Indonesia supaya tidak pergi malam ini juga.


"Maaf NTB, tapi aku harus pergi malam ini juga." Indo lalu sedikit menunduk untuk menyamakan tingginya dengan NTB. Indo langsung memeluk NTB yang sedang menangis dalam diam.


"Aku pasti akan kembali bertemu kalian semua nanti. Maka dari itu jangan menangis ya. Jauh di mata, dekat di hati."


Indo meleraikan pelukannya. "Sudah ya, Aku masuk dulu." Indo mengambil koper dan tasnya. "Indonesia! Hati-hati ya..." Ucap NTB penuh harapan.


"Iya, terima kasih."

__ADS_1


Indo mulai berjalan pelan meninggalkan NTB. Sedangkan NTB hanya dapat melihat Negara tercintanya dari kejauhan yang lama-kelamaan sudah tidak lagi terlihat karena semakin ramainya orang.


NTB melihat sendu tempat itu. "Aku merasa...pertemuan ini terlalu singkat. Tapi kenangannya begitu berarti."


🥀


Walaupun perjalanan cukup jauh, Indo rela walaupun sepertinya ia akan sampai terlalu pagi.


"Aku sekarang sudah kembali..." Indo lalu mengambil kopernya dan langsung pergi keluar dari bandara.


"Kalau aku pulang naik taksi, uangku akan habis. Sebaiknya aku jalan kaki saja deh."


Indo harus memberanikan diri walaupun hari ini masih jam 4 pagi. "Masih sepi, Dingin juga lagi."


Indo menggosokkan tangannya agar lebih hangat. "Nanti di perempatan sana aku harus menyebrang."


Indo agak terbelalak ketika melihat dari kejauhan lampu penyebrangan tersebut akan segera berganti. Indo pun segera mempercepat larinya dan mulai menyebrang. Namun saat Indo sedang menyebrang, lampu sudah berubah kembali.


Dari kejauhan terdapat truk besar yang akan melewati jalan itu. Jalanan pun juga masih gelap.


"Aduh tali sepatuku lepas lagi. Aku ikat saja dulu. Masih sepi kan." Indo pun menunduk dan mengikat tali sepatunya.


"Sudah selesai." Indo ingin berjalan kembali, namun ia melihat truk besar itu tidak melihat dirinya ada di sana. Alhasil, Indo tertabrak.

__ADS_1


🥀


__ADS_2