Kamu Adalah Milikku

Kamu Adalah Milikku
Chapter 30


__ADS_3

"Assalamualaikum, Aku dah balik!" Ujar Indo sesampainya di mansion. "Wa'alaikumussalam~" Jawab Brunei sambil menghampiri Indo.


"Indo, kenapa dengan tanganmu?" Tanya Brunei sambil menunjuk ke arah tangan kiri Indo.


"Oh ini. Tadi aku tuh pas kalian udah pada pulang duluan, aku ketemu sama Pales dan Isra. Biasa...mereka gelud lagi. Jadi aku bantuin Pales dan beginilah jadinya."


"Patutlah asik pulang lambat." Sahut Singapore. "Eh tak lah dia tu kan kene Remed dahulu." Ucap Malay juga.


"Indo, belajarlah sungguh-sungguh. Jangan main-main terus. Masa kamu kena Remed mulu. Nggak capek apa pulang telat mulu." Lanjut Brunei.


"Eh capek sih..." Jawab Indo dengan tidak semangat. "Tapi setiap kali aku ajarin kamu bilang capek padahal baru 10 menit belajar."


"Kita juga tadinya tidak bisa, tapi karena kita mau belajar...kita jadi tidak kena Remed mulu deh." Kata Phil.


Nampak kesedihan pada Indo. "Kak Indo..." Timor berucap dengan suara pelan. Ia hanya dapat melihat pemandangan itu dari jauh.


"Sudahlah...aku mau ke kamar dulu..." Indo berjalan gontai menaiki tangga. Wajahnya tampak lelah.


Ckleck!


Indo membuka pintu kamarnya dan langsung menidurkan dirinya di kasur.


"Belajar ya? Tapi aku susah sekali belajar. Aku sudah belajar dengan giat tapi kenapa kagak ada yang nyangkut."


Indo terdiam. "Papa juga pernah memarahiku karena aku tidak pernah fokus dalam belajar. Papa bilang aku hanya bisa main saja..."


"Ternyata benar ya aku memang menyusahkan di keluarga ini."


"Bar-bar, ngeselin, bikin rusuh mulu, nyusahin negara lain. Huh..." Indo membuang nafas kasar.


Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benak Indo. "Apa sebaiknya aku kabur saja? Sepertinya itu ide yang bagus. Aku tidak akan menyusahkan mereka lagi kan. Cukup 9 anggota ASEAN saja sudah cukup. Aku akan ajak Timor bersamaku."


Indo mengambil ponselnya dan memulai percakapan dengan Timor.


Satu notifikasi muncul di ponsel Timor. "Kak Indo? Kenapa pakai chatan segala sih. Kita kan deketan ini kamarnya."


Timor lalu membalasnya.


Kak Indonesia


Online


_______________________________________


Indonesia


Timor, kita bicara lewat chat


saja ya.


Timor Leste


Ya sudah. Kakak mau bilang apa?


Indonesia


Jadi begini aku berencana


untuk kabur dari rumah.


Timor Leste


Eh apa?! Kakak mau kabur dari rumah? Bagaimana kalau papa tau?

__ADS_1


Indonesia


Makanya jangan kasih tau.


Malam ini kita kabur sama-sama yuk!


Kita pulang ke Keraton.


Timor terdiam. Ia harus menimbang-nimbang perkataan kakaknya yang berencana untuk kabur.


Indonesia


Kakak tau...selama ini kakak


memang menyusahkan selama


disini. Aku tidak ingin papa dan


yang lain terbebani karena aku.


^^^Timor Leste^^^


^^^Tapi kakak selalu menghibur di mansion ini. Berarti kakak tidak menyusahkan dong.^^^


Indonesia


Menghibur itu berbeda. Aku rasa


cukup sampai sini saja kita berada di ASEAN.


^^^Timor Leste^^^


^^^Apa kakak masih berfikir apa yang dikatakan teman-teman kakak? Tapi kan mereka hanya menasihati.^^^


Indonesia


Sudahlah kita lebih baik pergi saja. Bereskan barang-barang mu dan kita


langsung pulang ke Keraton. Sampai jumpa nanti malam.


Indo langsung mengakhiri percakapan. "Maaf kan aku Papa. Seharusnya Papa tidak menerimaku untuk berada disini..."


🥀


Waktu makan malam pun tiba. ASEAN juga sudah pulang dari kantornya.


"Malay, tolong ke kamar Indo. Hanya dia yang belum kumpul disini." Perintah ASEAN sambil menyuruh Malay. "Baik Papa."


Malay langsung berlari menuju kamar Indo.


"Indo, kamu tidak ingin makan?" Ucap Malay sambil mengetuk pintu. Tidak ada jawaban dari dalam kamar.


"Indo, aku serius. Apa kamu tidak mau makan? Papa dan yang lain sudah menunggu dibawah."


Hasilnya sama saja. Malay lalu memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Indo jika di kunci.


Ternyata setelah di coba membuka, Indo tidak mengunci kamarnya.


Malay melihat Indo sedang tertidur. "Tido rupanye...baiklah aku akan bilang ke Papa buat menyisakan makanannya untukmu nanti."


Malay menutup kembali pintu kamar Indo. Indo kembali membuka matanya. Dia hanyalah berpura-pura tidur. "Habiskan saja makanannya. Tidak perlu fikirkan aku."


Malay kembali ke ruang makan. "Indo tidur papa."

__ADS_1


ASEAN langsung menjawab, "Ya sudah. Papa akan menyisakan makanannya untuk Indo. Ya sudah...ayo kita makan sekarang."


🥀


Malam hari pun tiba. Jam sudah menunjukkan 23:30 malam. Indo memberi aba-aba kepada Timor untuk berhati-hati.


"Timor, kita akan kabur lewat jendela." Ucap Indo berbisik. Indo merentangkan sayapnya dan menarik Timor untuk keluar. Namun Timor ragu. Ia takut jatuh.


"Tenang saja. Kau tidak akan jatuh, aku akan menangkapmu."


Dengan was-was, Timor melompat dari atas. Indo langsung menangkap Timor.


Indo lalu terbang dan menutup kembali jendela kamarnya. "Maafkan aku semuanya."


Indo kembali turun. "Ayo kita pergi." Indo dan Timor berhasil melaksanakan rencananya, berhasil kabur dari Mansion.


"Huh kita harus melewati hutan sekarang." Indo langsung menyalakan senternya untuk menyebrangi hutan.


Timor memegang tangan kakaknya supaya tidak tersesat. Tiba-tiba senter pun mati.


"Aduh gimana nih? Kenapa tiba-tiba batrai nya habis?" Indo menepuk-nepuk senternya, siapa tau saja dapat menyala.


"Tetap tidak bisa nyala. Gimana dong?" Indo mulai memutar otak. "Kalau begitu coba kita buat api."


Indo mengambil 2 buah batu dan mengesekanya.


"Semoga berhasil." Indo terus mengesekanya batunya.


Dari semak-semak terdengar sesuatu. "Kak Indo, Timor takut." Ujar Timor sambil memeluk Indo.


"Takut kenapa?" Timor menunjuk ke arah semak-semak. "Ada sesuatu disana. Bagaimana kalau itu ular atau harimau."


Komo hanya dapat menyimak.


Lama-kelamaan suara itu semakin jelas. Timor langsung bersembunyi dibelakang Indo. Tiba-tiba ada yang keluar dari dalam semak-semak dan langsung menampakkan dirinya.


"Waaa Gendoruwo! Eh bukan, Sundel Bolong! Eh bukan juga. Terus apa dong TvT." Teriak Indo yang juga kaget.


"Eh kenapa ada anak-anak disini?" Tanya orang tersebut. "Eh ngomong-ngomong Abang siluman atau beneran orang?" Tanya Indo lagi.


"Abang orang kok jangan takut. Apa kalian tersesat di hutan?" Tanya laki-laki tersebut.


"Eh iya bang kami tersesat. Senter kami mati sehingga kami memutuskan untuk membuat api." Ucap Timor dengan suara pelan.


"Ya sudah kalau begitu bagaimana kalau kalian tinggal dirumah Abang dulu. Mau kan?"


Indo masih berfikir. Ia takut Abang ini mencelakainya serta adiknya juga. "Tenang saja. Abang tidak akan melukai kalian kok. Mau kan tinggal di rumah Abang?"


Setelah cukup lama menimbang-nimbang, akhirnya Indo menyetujuinya.


"Ayo ikuti Abang." Alhasil Indo dan Timor tinggal di rumah Abang tersebut untuk sementara waktu.


🥀


"Assalamualaikum. Sudah sampai. Maaf ya rumah Abang kecil."


Mereka sudah sampai di tempat tujuan. "Nah taruh barang-barang kalian disini. Abang akan membuatkan minuman untuk kalian. Sebentar ya."


Indo dan Timor duduk di kursi. "Kasian ya Abang ini. Harus tinggal di rumah seperti ini." Kata Timor prihatin.


Di dapur. Laki-laki tadi sedang membuatkan teh untuk Timor dan Indo.


'Nggak tau kenapa, kenapa kedua wajah anak itu mirip sekali dengan ku ya?' Batinnya.

__ADS_1


__ADS_2