KANAREL

KANAREL
20.Pesona Raka


__ADS_3

Minggu,29 Januari


...Lupakan rasa kemarin yang pernah ada. Mencintaimu terlalu perih sehingga membuat ku untuk mundur lagi....


...***...


Sementara Kana yang di tinggal malah memberikan senyuman tipis melihat kepergian Farel. Ini artinya dia akan bebas untuk bermain-main kembali dengan para laki-laki simpanannya. Sangat merepotkan sekali saat harus berhadapan dengan Farel yang susah untuk di bujuk.


Kana sangat tidak menyangka bahwa kini perlahan-lahan Farel mulai menguasai hatinya.


"Kan,temenin jalan yuk!"


Kana langsung menampilkan wajah berseri-seri saat mendapatkan telpon dari Moji. Moji adalah salah satu sahabat Kana yang berasal dari Garut dan juga merupakan salah satu cowok yang pernah di incar oleh Kana serta satu-satunya cowok yang tak terperangkap ke dalam pesona gadis itu.


Semenjak berteman Kana juga selalu rela bolak-balik Garut untuk menemui temannya ini. Bagi Kana saat ini Moji adalah seorang kakak yang sangat dia segani. Apapun tindakan yang akan di ambilnya pasti melalui persetujuan dari Moji.


"Tunggu biar gua ke san--"


"Gak usah! Gua di Jakarta..."potong Moji.


Kana sedikit heran dengan kehadiran Moji ke Jakarta yang sangat mendadak sekali. Moji memang selalu susah untuk di tebak oleh seorang Kanara Naavaila Athalia. Itulah sebabnya mereka sangat akur dan menjadi sahabat yang baik.


Tak jarang Moji juga memperlakukan Kana layaknya seperti adik meskipun dia adalah anak bungsu yang tak pernah memiliki adik. Setidaknya setelah mengenal Kana dia memiliki tanggungjawab seorang kakak, meskipun Kana bukanlah adik kandungnya.


"Jemput gua dong,"pinta Moji.


Kana tersadar dari lamunannya dan kembali mendengarkan permintaan dari Moji. Lagipula Kana juga tidak bisa menolak sebab pastinya Moji akan merajuk dan itu sangat sulit di hadapi. Moji adalah tipe orang yang jika marah atau merajuk tidak bisa untuk dibujuk dengan cara apapun. Cukup diamkan saja maka dia akan baik dengan sendirinya.


"Yaudah sharelok ae."


Moji langsung mematikan panggilan sepihak setelah mengirim lokasi keberadaannya.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang lagi, Kana langsung melajukan motornya menuju lokasi yang telah di berikan oleh Moji. Mungkin dengan kedatangan Moji kali ini, Kana akan bisa lebih tenang menghadapi masalahnya. Meskipun Moji terbilang kasar dan ucapannya namun dia adalah orang yang sangat pengertian dan penuh kepedulian yang sangat tinggi.


"dimana sobat anjeun? anjeun yakin eta bakal datang?"tanya Raka dengan logat Sundanya.


Raka adalah salah satu teman dekat dari Moji. Kali ini Raka berinisiatif untuk mengajak Moji jalan-jalan dan juga untuk mengejar cintanya. Beberapa waktu lalu, Raka pernah melihat Kana di ponsel Moji yang membuatnya menjadi tertarik kepada Kana.


Moji malah duduk dengan santai sembari sesekali menyeruput secangkir late miliknya.


"Naha anjeunna lami pisan? Naha anjeunna leungit? atanapi panginten anjeunna henteu terang tempat ieu?"tanya Raka bertubi-tubi.


Tampaknya Raka sudah sangat tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Kana. Moji tahu dan paham mengapa sikap Raka menjadi seperti ini saat ini. Namun di sisi lain, Moji sedikit takut apabila Kana benar-benar jatuh hati nantinya pada Raka.


Moji sangat mengenal Raka yang juga pemain hati. Meskipun Moji tahu bahwa Kana juga pemain hati, tetapi di balik itu semua Kana tetaplah seorang gadis yang mungkin dengan mudahnya akan jatuh hati.


"jempé! gadis delinquent kawas manehna moal bakal sesat,"ujar Moji kesal.


Sikap Raka dan Kana hampir sama menurut Moji. Sama-sama bawel dan tidak sabaran. Moji sungguh sangat letih di hadapkan dengan dua manusia yang tidak bisa diam seperti Kana dan Raka.


"Selalu cantik,"ucap Moji pelan tapi masih terdengar oleh Raka.


Raka menatap Moji dengan tatapan heran dan penuh tanda tanya. Moji melirik Raka sekilas lalu kembali fokus pada layar ponselnya lagi. Moji tidak ingin terlalu peduli kepada orang-orang berisik di sekitarnya ini. Meskipun mereka semua adalah teman-teman dan orang terdekatnya.


Moji memang orang yang terlihat dingin serta tak peduli namun sekali dia mencintai tetap saja akan menjadi lemah.


"Udah nunggu lama?"tanya Kana tiba-tiba saja masuk.


Mata Raka tampak berseri-seri saat mendengarkan suara Kana. Impiannya untuk bertemu dengan gadis ini kini terwujud. Raka berharap semoga dia bisa mengendalikan dirinya di hadapan Kana. Bagaimanapun Raka tetap harus bersikap keren layaknya laki-laki idaman.


"Masih idup lu?"tanya Moji sinis.


Kana tidak takut sedikitpun dengan ucapan sinis dari Moji. Ini sudah terjadi seperti biasanya dan Kana juga tak kaget sedikitpun. Mungkin Kana akan merasa kaget kalau Moji bersikap manis kepadanya. Semua ini memang adalah ciri khas terkhusus seorang Moji.

__ADS_1


Tatapan Kana perlahan-lahan beralih ke arah Raka. Kali pertamanya Kana melihat Raka secara langsung. Sebelumnya Kana memang sudah pernah mendengar Kana dari Moji.


"Raka Altariz Mahendra,teman dekatnya Moji. Panggil aja Kaka atau aa," Raka mengambil inisiatif untuk berkenalan.


Kana melihat ke arah Moji menanyakan apakah itu semua benar. Moji hanya diam menatapnya dengan tatapan datar seperti biasanya. Benar-benar kulkas berjalan yang sangat pendiam. Tapi berbeda jika bersama seorang gadis maka dia akan menjadi pria manja dan bodoh sekali.


Kana menyambut tangan Raka dan mulai memperkenalkan dirinya juga,"Kanara Naavaila Athalia."


Raka mengusap tangan Kana sembari memberikan senyuman penuh pesona andalannya. Trik ini sungguh-sungguh sangat ampuh untuk meluluhkan hati para gadis biasanya. Raka berharap hal ini juga akan berguna kepada Kana nantinya.


"Eh, kok tumbenan banget lu ke sini?"tanya Kana mengalihkan perhatian.


Tatapan mata Raka benar-benar sangat beracun. Kana saja takut saat melihatnya. Takut jika dia akan tenggelam serta hanyut ke dalam pesona Raka yang memabukkan. Tetapi jujur saja Kana merasa tertarik pada Raka. Memang sangat menakutkan dan beracun sekali.


Moji yang merasa kalau Kana menjaga jarak dari Raka pun sedikit tenang.


"Duduk dulu,"Raka berdiri dan menarik kursi untuk Kana.


Sikapnya sangat manis ini sungguh-sungguh membuat Kana merasa tak tahan. Kali ini tampaknya Kana telah menemukan lawan yang sangat sulit untuk di hadapi.


"Makasih a,"ucap Kana gugup.


Sikap manis dan senyuman Raka benar-benar sangat memabukkan sekali. Kana takut jika Raka akan berhasil menembus pertahanan dirinya. Jatuh hati sekali lagi akan membuat Kana memiliki kelemahan yang sama seperti sebelumnya.


"Eh, Lo di sini juga kap--"


"Kanara!"potong Wilson.


Aiden mengerutkan keningnya heran saat Wilson memotong ucapannya. Pertemuan kali ini memang sangat tidak dapat di duga oleh Aiden.


Aiden dan Wilson adalah salah satu anggota inti dari geng motor Ghost Diamond, geng motor yang selalu ingin menyaingi ATHARIOZ. Terlebih lagi, Rafael yang merupakan kapten Ghost Diamond menyukai Kana namun malah di tolak dengan begitu miris oleh Kana. Rafael selalu berkeinginan untuk menjadikan Kana sebagai miliknya walaupun Kana selalu menolaknya dengan tegas.

__ADS_1


"Kalian kenapa berani-beraninya menganggu calon Bu ketu kita?"


__ADS_2