KANAREL

KANAREL
23. Kana mengamuk


__ADS_3

Rabu,01 Februari


...Tatapan matanya seolah-olah mencintai meskipun nyatanya hanya sebatas mengasihani....


...***...


"Sialan! Kalian berani-beraninya nyerbu markas ATHARIOZ?!"Kana langsung mematikan motornya dan turun.


Rafael kaget melihat semua ini. Bagaimana bisa Kana datang di saat-saat seperti ini? Bukankah mereka sudah mencari tahu jika Kana tidak akan pergi ke markas hari ini. Tampaknya informasi yang mereka terima tadi tidaklah akurat sama sekali.


Aldo, ketua geng ALREXI menatap Kana dengan tatapan kagum. Baru kali ini Aldo melihat ketua geng ATHARIOZ yang populer ini secara langsung. Meskipun tampak tomboy, tetap saja pesona kecantikan Kana tidak bisa di ragukan oleh mereka. Aldo selama ini hanya mendengar kabar tentang Kana saja tetapi tak pernah melihat secara langsung gadis cantik si ratu jalanan ini.


"Dan kalian semua!"tatapan Kana menjadi tajam menatap anak-anak ATHARIOZ yang masih sadar.


Tatapannya sangat tajam membuat bulu kuduk orang yang melihatnya menjadi merinding. Tekanan yang di berikan oleh Kana saat ini juga sangat besar. Amarahnya hampir saja meledak melihat semua ini.


Bagaimana bisa anak ATHARIOZ yang sudah di latih malah jatuh begini saja? Hal ini membuat Kana semakin marah. Tak hanya kepada geng motor yang menyerangnya, namun juga kepada anak-anak ATHARIOZ yang tak mampu menghadapi hal kecil seperti ini saja.


"Ngapain kalian di sana?"sergah Ghana tak kalah galaknya.


Ghana sebenarnya juga tak yakin bisa menghadapi orang-orang ini jika sendiri. Namun dengan Kana di sampingnya membuat Ghana mempunyai keberanian yang lebih baik daripada sebelumnya. Setidaknya keberanian ini harus dia paksa keluar daripada di hajar oleh Kana.


Kana sangat tidak suka apabila anak-anak ATHARIOZ menjadi lemah seperti ini.


"Bangun dan serang mereka!"teriak Ghana memberi perintah.


Mereka masih terdiam di tempatnya masing-masing. Anggota geng lawan juga diam sembari menunggu perintah dari ketua mereka.


Kana yang tak sabar menunggu lebih lama lagi, langsung berlari untuk menyerang ke arah Aldo dan Rafael. Kana tampaknya hari ini akan memberikan orang-orang itu pelajaran yang sangat berharga. Sebab ini adalah pertama kalinya ada geng motor yang berani menyerang ATHARIOZ langsung ke markas besar seperti ini.

__ADS_1


"Datang ke sini jangan harap kalian bisa pulang dengan keadaan idup!"ancam Kana sambil terus menyerang dan mencari titik kelemahan lawannya.


Kana tidak ingin kalah dalam pertempuran ini. Tentu saja jika dia benar-benar kalah, harga diri dan namanya akan hancur di hadapan seluruh orang terutama orang-orang dari bagian geng motor. Kana tidak mau imej yang dia bangun dengan susah payah hancur begitu saja hari ini.


Kali ini tampaknya Kana akan benar-benar menghabisi semua orang yang sudah sangat berani masuk dan mengusik ketenangan di sini.


...***...


"Anj! Gak punya otak apa gimana sih?!"kesal Moji.


Ini sudah hampir dua jam lebih dia menunggu kedatangan Kana. Tidak ada kabar kehilangannya sama sekali. Teleponnya juga tidak bisa di hubungi sedikitpun. Moji sangat kesal karena di buat menunggu dan Kana tidak datang ke mari. Tidak tahu hal konyol apa yang tengah di lakukan oleh gadis itu sehingga tidak datang ke sini.


Raka yang baru bangun tidur merasa keheranan saat melihat wajah kesal Moji.


"naha beungeut anjeun kusut?"tanya Raka sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Raka semalaman di buat pusing oleh Luna, kekasihnya di Garut. Luna merengek agar Raka segera kembali sebab dia sangat merindukan Raka. Tetapi saat ini Raka tidak bisa kembali begitu saja sebelum mendapatkan hati dari Kana. Lagipula Raka juga sudah berjanji kepada Moji akan menetap di sini minimal seminggu.


"Jaga sungut anjeun anu bau alkohol sateuacan Kana sumping ka dieu,"sinis Moji.


Mata Raka langsung terbelalak saat Moji menyebutkan nama Kana.


"Kana bade kadieu? Iraha?"tanya Raka penuh semangat.


Moji hanya diam tanpa berniat untuk menjawab ucapan dari Raka. Saat ini suasana hatinya tidak mendukung sama sekali melayani omong kosong tak berguna dari Raka. Moji masih sangat kesal pada Kana. Jika nantinya bertemu mungkin saja Moji akan memarahi gadis itu habis-habisan.


Raka yang tidak mendapatkan jawaban dari Moji langsung berlari ke kamar mandi.


"Mangga pesen kadaharan di handap!" Teriak Raka lagi.

__ADS_1


Moji sungguh-sungguh sangat ingin memasukkan sepatu bola ke dalam mulut Raka saat ini. Raka benar-benar sangat menyebalkan dan mahir sekali dalam merusak suasana hatinya yang memang sudah sangat tidak baik saat ini.


"Bagaimana dengan Kana saat ini,pak?"tanya Tio.


Tio adalah salah satu laki-laki koleksi Kana yang juga sangat tergila-gila pada pesona gadis itu. Meskipun Tio tahu bahwa Kana tidak pernah ingin berkomitmen dan terikat dengan hubungan apapun. Tio yakin jika Kana akan berubah suatu saat nanti dan akan jatuh cinta kepadanya.


Pesona gadis itu memang sangat luar biasa hingga mampu menjerat banyak hati untuk tergila-gila kepadanya.


"Anak berandal itu semakin liar bahkan sudah tidak pulang ke rumah ini,"jawab Dito dengan kesal.


Dito atau ayah dari Kana ini masih sangat mengingat semuanya dengan jelas bahwa selama ini Kana tidak kembali ke rumah setelah dia usir saat itu. Kana terlalu keras sehingga sangat sulit di taklukkan dengan cara yang keras juga.


Tio menarik nafas pelan mendengar itu semua. Padahal setelah kepulangannya dari luar negeri, Tio langsung menuju ke sini untuk menemui Kana. Tio bahkan belum pulang ke rumahnya sama sekali.


"Nak, mending kamu lupain aja gadis berandal itu."


Tio menatap sendu ucapan dari ayah Kana ini. Meskipun sudah mengenal keluarga ini selama bertahun-tahun, tetapi Tio tetap sangat kesulitan membedakan mana sikap asli dari orang tua Kana ini dan mana sikap yang hanya pura-pura saja. Hal ini juga yang membuat Tio takut mengambil tindakan pada Kana.


"Kak Tio?"


Tio langsung menoleh ke pintu mendengarkan panggilan manja itu. Suara ini sepertinya tidak asing sekali di pendengaran Tio.


"Kakak kok di sini sih? Kapan kakak pulang ke Indonesia?" Syabila bergelayut manja di lengan Tio.


Tio sendiri sedikit kaget saat mendapati keberadaan Syabila di sini. Setahunya, Syabila bersekolah di luar kota lalu mengapa sekarang Bila berada di sini? Keheranan Tio semakin memuncak saat mendapati Syabila berada di sini.


Hampir semua orang tahu jika Syabila dan Kana tidak pernah akur sama sekali.


"Kakak Tio enggak kangen sama Bila?"tanya Bila dengan manja.

__ADS_1


__ADS_2