
Jum'at ,17 Februari
...Jika cinta sudah tak kau miliki lagi untuknya maka lepaskanlah dia. Jangan bersikap seperti ini seolah-olah kau masih membutuhkannya tapi tak pernah kau berikan kepastian....
...***...
Sharen menatap istri pertama suaminya ini dengan tatapan datar. Bagaimana bisa suaminya memiliki istri bodoh seperti Lysa?
Namun dengan saat-saat seperti ini, Sharen tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencari muka di hadapan Mavendra dan anaknya. Sharen dari lama sudah mengincar posisi istri kesayangan tuan besar Mavendra ini tetapi tetap saja itu semua belum membuatnya menjadi puas.
"Gausah ikut campur Lo!"desis Sharen.
Sharen sengaja membuat ulah sehingga Farel sendiri yang datang untuk mencarinya kemari.
Sikap Farel yang sebelumnya mengusirnya itu sungguh membuat hati Sharen menjadi jengkel. Mengapa Farel selalu menolak kemauannya untuk berhubungan ****? Padahal Sharen benar-benar sangat menginginkan Farel jatuh ke dalam pelukannya. Namun sangat sulit sekali untuk meluluhkan hati es seorang Farel Laskara Abnibrata.
"Tenang, saya juga menyesal lahir dan memiliki ayah sampah seperti anda!"balas Farel dengan sinis.
Farel saat ini sangat tidak terima dan kepala kepada pria tua yang berstatuskan ayah kandungnya. Farel benar-benar sangat membenci orang ini melebihi apapun. Bahkan Farel sendiri tidak sudi memakai nama orang ini di belakang namanya. Ini yang menjadi alasan mengapa Farel memiliki nama belakang Abnibrata dan bukan malah Mavendra.
Pertempuran di antar ayah dan anak ini terus berlangsung sampai tiba-tiba datang seorang wanita cantik mulai menengahi.
"Ada apa ini,mas?"
Farel dan tuan besar Mavendra melihat ke arah wanita cantik yang tengah hamil besar. Siapa wanita ini? Farel bahkan tidak mengingat kalau di rumah ini ada wanita lain selain ibunya dan Sharen, si istri ke-2.
Tatapan tuan besar Mavendra langsung melunak saat melihat wajah wanita itu. Farel dapat melihat semuanya dengan jelas sambil mencoba untuk menebak siapa wanita yang mendapatkan perhatian khusus dari ayahnya ini. Ibu Farel dan Sharen yang melihat wanita itu mendapatkan kelembutan dari suaminya langsung merasa cemburu.
"Apa aku sudah mengganggu istirahat mu?"tanya Tuan besar Mavendra lembut.
__ADS_1
Kelembutan dan kehangatan yang di perlihatkan oleh Mavendra saat ini sudah membuktikan bahwa wanita itu adalah orang yang penting di dalam hatinya. Tapi siapa dia?
"Pergilah sekarang juga! Aku sedang tidak memiliki nafsu untuk berdebat dengan anak durhaka seperti mu!"ujar Mavendra mengusir Farel.
"Apa dia anak mu?"tanya wanita itu lembut.
Lysa langsung menghampiri Farel di saat Sharen mulai lengah. Lysa sangat khawatir jika anak semata wayangnya ini kenapa-napa. Farel memanglah anak kandung satu-satunya yang dia miliki. Dan Asmi juga memiliki ibu yang berbeda namun sayangnya ibu Asmi sudah kabur sebab tak tahan dengan kelakuan tuan besar Mavendra yang suka poligami ini.
Farel tampak tak menghiraukan ibunya yang saat ini merasa khawatir kepadanya.
"Jangan ribut dengan anak mu.. bagaimana pun dia juga adalah putra sulung mu bukan?"tanya wanita itu dengan lembut.
Hal yang berada di depan matanya saat ini membuat Farel menjadi semakin hanyut dalam kekecewaan dan amarah. Padahal ayahnya ini sudah berjanji tidak akan menikah untuk yang ke-4 kalinya lagi. Tapi apa yang terjadi sekarang? Semua janji itu bahkan sepertinya sudah dilupakan olehnya.
Lysa yang melihat amarah Farel kembali memuncak langsung ketakutan.
"Kamu pasti capekan,nak? Ayo ibu masakin makanan kesukaan kamu.."Lysa menarik tangan Farel.
Hati Farel sangat tercabik-cabik melihat bekas luka yang belum menghilang dari tangan ibunya.
"Ini ulah dia?"tanya Farel pelan.
Farel tahu sekali bahwa ibunya ini pastinya tidak akan mengaku sama sekali.
"Jangan bersikap bodoh dengan selalu mempercayai cinta yang selalu mematahkan mu karena sekali berselingkuh seorang pria akan terus mengulanginya berkali-kali kemudian.."nasehat Farel.
Meskipun tengah menasehati Farel tetap saja masih menggunakan nada kesal saat ini. Tampaknya Lysa tidak bisa menahan emosi anaknya ini terlalu lama. Padahal Lysa tetap saja tak ingin anaknya ini benci terlalu dalam kepada Mavendra yang merupakan ayah kandungnya. Lysa tidak mau jika Farel terus hidup dalam ilusi dan dendam yang tak berujung apapun.
Karakter Farel yang seperti ini membuat Lysa sangat khawatir pada Farel.
__ADS_1
"Ibu sudah saatnya pergi dari genggaman iblis ini,"Farel berusaha meyakinkan ibunya.
Lysa terdiam sejenak sambil menatap suaminya yang sedang bermesraan dengan istri ke-4 nya. Hatinya terasa sangat sakit melihat orang yang selama ini dia sayangi seenaknya bermesraan di hadapannya tanpa sedikitpun keraguan. Lantas untuk apa dia bertahan? Jika yang di pertahankan tidak menginginkan kehadiran mu kembali.
"Percayalah, Farel akan selalu melindungi ibu.."
Farel menggenggam tangan ibunya dengan hangat agar ibunya percaya dengan ucapannya. Farel tidak ingin jika ibunya terus tersiksa bersama dengan pria ini yang tidak pernah memerhatikan anak dan keluarga utamanya. Bagi Farel saat ini adalah biar kehilangan cinta daripada kehilangan keluarga terindah karena keluarga adalah segalanya.
Lysa yang melihat keyakinan pada Farel kali ini akhirnya luluh.
"Kamu mau ibu bagaimana,nak?"tanya Lysa.
Farel tampak sedikit senang melihat ibunya yang akhirnya bersedia mengikuti perkataannya kali ini. Dengan begini Farel tidak akan melepaskan keluarga besar Mavendra ini lagi sampai kapanpun. Sebab terlalu banyak dendam dan penderitaan yang sudah di rasakannya saat berada di rumah ini.
Farel merogoh ponselnya lalu menelpon seseorang. Lysa menatap anaknya ini dengan bimbang.
"Ibu ke mobil dulu nanti Daniel akan mengantarkan ibu pulang.."
Lysa mengangguk lalu hendak pergi meninggalkan tempat itu. Farel berkata kemudian," entrust everything to me, mam."
...***...
"Jadi cowok ini yang udah buat Kana jatuh hati?"tanya Rafael meremehkan.
Rafael menatap foto Kana dan Raka yang mereka ambil secara diam-diam tanpa ketahuan oleh Kana. Tugas itu tentu saja sangat berat sebab Kana memiliki tingkat kewaspadaan tinggi namun sepertinya saat bersama dengan Raka, tingkah kewaspadaan Kana menjadi sangat rendah sekali. Mereka akhirnya ingin menyusun rencana pembalasan atas markas mereka yang di bakar oleh Kana lalu.
Rafael tahu kalau Kana selama ini tak mudah di tundukkan karena hampir tidak memiliki kelemahan apapun.
"Sepertinya laki-laki yang bersamanya itu adalah kelemahannya.."tebak Felix.
__ADS_1
"Ikuti cara main ku dan akan ku pastikan gadis nakal itu datang memohon maaf atas kelakuannya selama ini.."