
Sabtu, 04 Februari
...Jika mencintaimu adalah ilusi maka biarkan aku terus berhalusinasi....
...***...
Anak-anak geng ATHARIOZ yang mendengar hal itu dengan senang hati langsung menyiram seluruh basecamp dengan bensin. Tidak ada sudut yang tertinggal sedikitpun saat ini. Sementara Kana asik memutar-mutar korek api yang ada di tangannya.
Bayangan api yang akan berkobar-kobar ada di dalam otak Kana saat ini.
"Lu cari masalah sama lawan yang salah,"lirih Kana.
Kana bukanlah orang baik hati yang akan melepaskan orang-orang yang sudah berani mengusik ketenangannya. Mungkin di depannya Kana akan bersikap baik seolah-olah memaafkan namun di belakangnya dia sedang menyusun rencana bagaimana menghancurkan orang itu sehancur-hancurnya.
Tatapan ketidaksukaan terlihat di mata hazel milik Kana.
"Semuanya udah di siram bensin,bos!"Ghana melapor.
Kana menatap anak-anak geng ATHARIOZ yang bersamanya saat ini dengan tatapan datar. Beberapa dari mereka tampak tidak tega sama sekali untuk membakar basecamp sebesar ini. Pasti harga yang di gunakan untuk membangun tempat ini sangatlah mahal sekali. Di tambah ada beberapa mobil dan motor yang terparkir rapi di sini.
Semuanya akan hangus dan sungguh sangat di sayangkan sekali. Kerugian yang di derita akan banyak.
"Kasian sama mereka?"tanya Kana seolah-olah tahu isi hati mereka.
"Bos, semuanya terlalu mahal dan sayang banget harus di bakar,"
Kana yang mendengar nada tidak rela itu langsung diam. Sebenarnya memang sangat di sayangkan sekali harus membakar ini semua, tetapi jika tidak membakar tentu saja akan membuat orang-orang itu sombong dan mungkin saja lain kali akan mencari kesempatan untuk menerobos markas besar ATHARIOZ lagi.
Kana tidak ingin jika ada orang yang berani menyepelekannya dan geng motor ATHARIOZ.
"Semuanya menjauh dari sini,"ujar Kana.
Mereka sedikit khawatir dengan Kana saat ini. Sikap Kana yang sangat kejam seperti ini tidak mencerminkan kepribadian seorang gadis umur 18 tahun sama sekali. Kana terlalu kejam dan sadis untuk semua ini.
Meskipun demikian, tetap saja mereka harus menuruti perintah dari Kana. Lagipula mereka juga tidak ingin mati konyol di tangan seorang Kanara Naavaila Athalia yang terkenal dengan kekejamannya. Menurut mereka, Kana hanya berperilaku manis kepada laki-laki yang dia incar. Seluruh anak-anak ATHARIOZ juga sudah tahu dan paham tentang kebiasaan Kana yang suka mengoleksi laki-laki tampan.
"goodbye pile of trash!"ucap Kana lalu melemparkan korek api yang sudah dia nyalakan.
Api dari korek langsung menyebar ke seluruh basecamp ini dengan cepat. Dalam hitungan detik berikutnya, api yang tadinya kecil sekarang menjadi sangat besar sekali.
__ADS_1
Kana dan anak-anak ATHARIOZ yang berdiri tak jauh dari situ memperhatikan. Kana melihatnya semuanya dengan datar lalu kemudian ada suatu hal yang mengganjal di pikirannya. Kana melihat basecamp yang terbakar api itu dengan teliti.
"Semuanya tiarap!"teriak Kana langsung tiarap.
Anak-anak ATHARIOZ yang mendengarkan teriakan Kana langsung menuruti dan refleks tiarap.
'BUM..
Ledakan yang sangat besar terjadi setelah Kana menyuruh anak-anak ATHARIOZ tiarap. Kana yang masih dalam posisi tiarap menatap ke arah tempat yang terbakar itu. Beberapa puing-puing juga terlempar kemana-mana dan untungnya tidak mengenai mereka sama sekali.
"Ini?"
"Tinggalin tempat ini sekarang!"perintah Kana langsung.
Sesuai perkiraan Kana, orang-orang akan segera datang ke sini usai mendengar ledakan barusan. Kana tentu saja tidak ingin di hajar oleh warga di sini. Walaupun Kana bisa mengalahkan warga nantinya,tetap saja dia tidak mau ada orang tak bersalah yang ikut jadi korban dalam permainannya.
Kana dan anak-anak lainnya langsung pergi meninggalkan basecamp geng Ghost Diamond yang mulai habis di lahap oleh api.
"Gimana? Apa kalian nemuin dia?"tanya Rafael keheranan.
Pasalnya ini sudah hampir beberapa jam mereka mencari anak-anak ATHARIOZ yang mengejek mereka tadi tapi tetap tidak menemukan apapun.
Mereka semua saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan. Ada rasa keheranan, khawatir,dan bingung yang melanda pikiran mereka saat ini. Tetapi mereka semua tidak tahu apa yang menjadi penyebab dari ini semua.
'BOOM..
Suara ledakan yang begitu besar membuat mereka semua sadar akan bahaya yang telah saat ini.
"MARKAS!!!"
Mereka semua berlari menuju motornya dan melajukan ke markas geng Ghost Diamond.
Firasat mereka saat ini sangat tidak enak terhadap apa yang terjadi dan menimpa basecamp mereka yang sangat megah itu. Mereka semua menghabiskan puluhan juta dolar untuk membangun dan mengisi basecamp mereka dengan benda-benda yang sangat mahal dan berharga.
"Apa-apaan ini?!!"teriak Rafael saat melihat api yang telah membakar hampir seluruh bagian markasnya.
Rafael sangat syok melihat ini semua dan akhirnya pingsan. Tampaknya Rafael tidak bisa menerima kenyataan ini. Di tambah lagi jika sebelumnya di markasnya juga terdapat mobil kesayangan Rafael yang memiliki harga tak murah. Rafael selama ini selalu menyayangi dan menjadikan mobilnya sebagai barang kesayangannya.
Yang lainnya juga tidak kalah panik dan sedih saat melihat basecamp mereka benar-benar telah hangus.
__ADS_1
"Aaaaaa... motor gua!!"
"Mobil Bugatti gua..."
"Gak! Ini gak mungkin!"
"Alexa gak mungkin secepat ini ninggalin gua..."
"Alexa saja anjirr?"
Andre yang di tanyain begitu oleh temannya langsung memasang wajah sedih.
"Alexa itu mobil kesayangan gua!"ujarnya sambil terisak.
Para anak-anak geng motor Ghost Diamond langsung menjadi sedih dan menangis atas semua hal yang menimpa mereka saat ini. Kemudian mereka teringat pada penyerangan yang mereka lakukan pada geng ATHARIOZ tadi.
Mereka semua langsung paham bahwa ini adalah ulah dari Kana dan anak-anak ATHARIOZ.
"Kenapa bocah itu kejam banget sih?"tanya Verro sambil menangis.
Verro selama ini sudah menghabiskan banyak uang untuk membeli mobil Bugatti Veyron dengan tabungannya dan sedikit korupsi di perusahaan kakaknya, tetapi semuanya telah hilang di bakar oleh Kana saat ini.
Mereka semua menjadi sangat terpuruk sekali saat ini.
"Liat aja Kana! Gua bakal bikin lu malu karena udah bakar markas dan mobil kesayangan gua!"teriak Darren.
Darren langsung mengambil ponselnya dari dalam saku dan terlihat menghubungi seseorang.
"Gua mau dia viral sekarang juga!"
...***...
Kana yang baru saja sampai di markas langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. Markas geng ATHARIOZ memang tidak seluas dan semegah markas Ghost Diamond, tetapi markas ini sudah cukup sangat nyaman bagi mereka.
Beberapa anak-anak ATHARIOZ yang terluka tampak sedang beristirahat.
"Kan, tadi Moji nelpon gua!"ujar Vincent tiba-tiba menghampiri Kana.
Mata Kana langsung terbelalak saat mendengarkan nama Moji.
__ADS_1
"Sialan! Kenapa gua bisa lupa janji ama tuh orang sih?"kesal Kana.