
...Minggu,12 Februari ...
...Tatap mataku dan katakan bahwa kamu adalah milikku seutuhnya,sayang....
..._Raka Altariz Mahendra....
...***...
Raka menghentikan langkahnya dan beralih menatap Gia dan Moji. Tatapannya saat ini sepertinya benar-benar tak bisa di ajak bekerjasama lagi. Namun di balik semuanya, Raka masih terlihat tenang seolah-olah semua ini tak akan bisa mengganggunya.
Kana sendiri melemparkan tatapan membunuh kepada Gia.
"Maaf atas sikap ku tadi,"ucap Gia seakan-akan menyesal.
Kana bersikap datar dengan kata-kata palsu yang keluar dari mulut Gia. Moji sendiri hanya diam sambil menatap semua orang yang ada di sini secara bergantian. Moji takut apabila duo pemain hati itu akan menyakiti gadisnya. Sebab di mata Moji, Gia hanyalah gadis polos yang tak tahu apa-apa.
Keberadaan Gia di tengah-tengah orang-orang berbahaya seperti ini membuat tingkat kewaspadaan Moji menjadi tinggi.
"Turunin Kana,a.."Pinta Kana lembut.
Kanara tahu jika Raka adalah tipe pria yang menyukai gadis lemah lembut dan bertatakrama. Meskipun sikap yang di tunjukkan oleh Kana saat ini adalah sebuah kepalsuan juga.
Kana tentunya tidak ingin jika laki-lakinya ini menjauh karena tahu bahwa dirinya sangatlah jauh dari kata anggun, apalagi feminim.
"Hati-hati,sayang."
Kana di turunkan perlahan-lahan oleh Raka. Raka memperlakukan Kana saat ini dengan lembut sekali seolah-olah Kana akan pecah nantinya bila terkena sedikit goresan saja. Sikap ini juga membuat Kana semakin merasa tertarik pada Raka yang nyatanya baru dia kenali beberapa hari lalu, serta sekarang malah menjadi kekasihnya.
Raka menatap Kana dengan tatapan penuh kasih. Dengan keadaan seperti ini, Raka mungkin sudah lupa jika dia memiliki kekasih lainnya di Jawa Barat.
"Maafin gua,ya."
Gia mendekat ke arah Kana dan menggenggam tangan Kana dengan hangat.
__ADS_1
Kana akui kalau aktingnya memang benar-benar sangat meyakinkan sekali saat ini. Tetapi Kana bukanlah gadis bodoh yang akan mempercayai serigala berbulu domba seperti Gia ini.
Kana sendiri pun paham dan sudah mengetahui tujuan serta maksud dari Sikap Gia kali ini. Diam-diam Kana juga memasang sedikit kewaspadaan. Kana tidak bisa hanya bergantung kepada laki-laki apalagi jika itu adalah Raka.
"Jangan merendah kepadanya! Kamu tidak salah apapun.."Moji mulai membela Gia.
Gia diam-diam tersenyum tipis saat mendengarkan pembelaan yang di lontarkan oleh Moji untuknya. Hal ini benar-benar sangat menyenangkan untuk di lakukan tetapi ini bukanlah tujuan utama seorang Gia.
Moji menatap Kana dengan kesal saat ini. Moji memang tahu bahwa Kana lebih mengetahui dirinya daripada Gia, namun tidak bisakah dia membiarkan dirinya berbahagia dengan Gia? Sikap Kana sangat menyebalkan dan kekanak-kanakan bagi Moji.
"Gausah sok-sokan cari perhatian, Kanara!"sinis Moji.
Moji menatap Kana dengan tatapan tidak suka sama sekali saat ini. Ingin sekali Moji memukul kepada Kana yang menyebalkan itu. Tetapi tentu saja dia harus menjaga sikapnya apalagi saat ini dia sedang bersama dengan kekasihnya tercinta.
Moji memang benar-benar sangat memperhatikan dan menjaga hati kekasihnya.
"Tak apa,sayang. Aku memang salah dan udah sewajarnya aku minta maaf sama Kana,"jawab Gia lembut di sertai senyuman.
Moji terpukau dengan senyuman manis yang di berikan oleh Gia kepadanya. Moji merasa kalau gadis pilihannya saat ini benar-benar sangat baik dan lemah lembut. Gia telah berhasil mendapatkan tempat yang terpenting di hati Moji saat ini.
"Kuring hayang ngobrol jeung anjeun!"ucap Raka saat melihat kedua gadis itu berlalu.
Saat ini ada beberapa hal yang harus di bicarakan oleh Raka kepada temannya ini. Raka tentu saja tidak mau jika Moji merusak segalanya yang telah dia rencanakan saat ini. Raka telah mengorbankan beberapa hal untuk mendapatkan Kana dan tentu saja dia tidak mau kehilangan. Meskipun Kana adalah kekasih keduanya.
Moji sendiri melemparkan tatapan malas pada Raka.
"Lamun hayang ngomong, ngan ngomong. Ulah aya masalah!"jawab Moji santai.
Moji memang sangat malas sekali untuk meladeni Raka saat ini. Moji tahu sekali ketakutan yang sedang di rasakan oleh Raka saat ini kepadanya. Tentu saja Raka akan berusaha menutup mulutnya terlebih dahulu sebab semuanya akan berakhir jika Moji salah berbicara atau mungkin mengadu pada kekasihnya.
M
oji sebenarnya sangat lelah menghadapi sikap playboy temannya ini yang tidak pernah tobat meskipun berkali-kali ketahuan.
__ADS_1
"Tong ngomong nanaon ka Luna!"ucap Raka pelan.
Raka takut jika salah satu gadis di belakang dapat mendengarkan ini semua. Raka takut kalau Kana akan kecewa dan meninggalkannya kalau tahu semuanya. Meskipun tahu jika hubungannya dengan Kana tidak akan bisa di sembunyikan terlalu lama dari kekasihnya.
Raka pun mulai merasakan kenyamanan saat bersama Kana meskipun baru bertemu beberapa hari saja.
"Nyarios naon?"tanya Moji seakan-akan tidak paham maksud dari ucapan Raka.
Moji ingin sedikit mempermainkan Raka saat ini. Sebab Moji sangat paham sekali jika Raka akan melakukan apapun untuk menutupi kebohongannya apalagi kebohongan yang berhubungan dengan selingkuhannya.
Meskipun dalam hati yang paling dalam, Moji merasa sedikit tidak terima saat mengetahui Kana telah menjadi kekasih Raka.
"Tong pura-pura bodo! Anjeun terang maksad abdi."
"Tong ngomong nanaon ka Luna yen kuring selingkuhan jeung Kana. Sarta ulah ngabejaan ka Kana ogé."
Moji hanya diam sambil menatap Raka yang sedang berkoar-koar karena takut Moji mengungkapkan perselingkuhannya dengan Kana. Raka tidak mau kehilangan siapapun di sini. Raka tidak mau kehilangan Kana dan juga tak bersedia untuk melepaskan Luna.
Dua hati ini memang sangat membuat Raka menjadi bimbang.
"Janten, naha anjeun hoyong Kanara janten cocooan salajengna anjeun?"ujar Moji mencoba menebaknya.
Meskipun Moji sudah tahu hal apa yang akan di jadikan jawaban oleh Raka, tetapi tetap saja Moji masih ingin mendengarkan jawabannya secara langsung dari mulut Raka. Moji ingin menguji sedikit kejujuran Raka kepadanya. Moji memang telah mengenal Raka selama beberapa tahun. Rasanya tidak masalah jika sedikit memberikan ujian padanya,bukan?
Raka sendiri yang mengetahui maksud dari Moji langsung menjawabnya dan memutuskan untuk pergi ke luar dengan alasan ingin mencari angin.
"Maafin aa,Kan."
Raka berjalan dengan gontai keluar dari hotel itu. Tatapannya terlihat hambar sekali saat ini. Padahal niat awalnya hanya bermain-main saja. Lalu mengapa sekarang dia malah jatuh hati sungguhan?
Bermain-main dengan hati, tak menjamin kamu tak akan pernah jatuh hati kepada seseorang yang kamu permainkan hatinya. Terkadang justru setelah kamu mendapatkan hatinya, perlahan-lahan masalah mulai berdatangan seolah-olah semesta ingin memisahkan mu dari pelukannya.
...***...
__ADS_1
...Bersambung......