
Selasa,31 Januari
...katanya, orang yang pernah trauma di masa lalu bisa kembali mencintai dengan tulus, tapi ia tidak akan pernah percaya bahwa ia di cintai....
...***...
Sementara Kana sedang sibuk mengurusi orang-orang itu, Farel saat ini malah sibuk mengatur perusahaannya. Rapat di Jawa timur kali ini tampaknya akan berlangsung agak lama dan tentunya semua ini akan menyita perhatian Farel.
Farel memanglah orang yang sangat gila kerja. Sebab baginya bila tidak ada kedudukan dan uang maka seseorang akan hanya akan menjadi terbuang. Percaya atau tidak semua itu selalu berlaku di dalam dunia ini. Meskipun terkadang ada beberapa orang yang tidak terlalu memperhatikannya.
"Rapat hari ini selesai sampai di sini,"
Semua orang bertepuk tangan meriah untuk mengapresiasi hal yang baru saja di presentasikan oleh Farel. Turun secara langsung ke lapangan benar-benar membuat orang tak akan pernah menyangka bahwa dia adalah tuan muda Abnibrata.
Farel selalu mengutamakan dan mementingkan kepentingan perusahaan. Hasil bagus tentunya akan memberikan keuntungan yang bagus juga. Seorang pengusaha tidak akan pernah melakukan hal yang menurutnya akan membuatnya rugi. Begitulah prinsip yang selalu di pakai dan di terapkan oleh seorang Farel Laskara Abnibrata.
"Kami senang bekerjasama dengan anda, tuan muda Abnibrata."
Farel menjabat tangan orang yang berada di depannya ini. Bagaimana pun dinginnya Farel, tetap saja dia akan berusaha terlihat ramah saat berhadapan dengan partner kerjanya. Ini semua semata bukan atas dasar sebuah ketulusan, melainkan hanya karena keuntungan belaka.
Setelah berbasa-basi sejenak, Farel menyuruh Frans untuk mengantarkan tamunya ini.
"Saya mau pesan steak dengan tingkat kematangan 80% dan pakai ekstra kaviar,ya..."
Farel menoleh mencari asal suara itu. Tatapannya tertuju pada seorang gadis yang tampak duduk sendiri dengan sangat kalem saat ini. Tanpa di sadari, Farel menunjukkan senyuman tipis dan mulai berjalan mendekati gadis itu. Terlihat dari cara Farel mendekatinya tentu saja gadis ini bukanlah orang asing baginya. Tampaknya ada hubungan tersembunyi antara tuan muda Abnibrata ini dengan gadis itu. Namun hubungan apa itu?
Gadis itu tampaknya tidak menyadari kehadiran Farel saat ini. Farel menutup mata gadis itu dari belakang.
"S-siapa ini?"tanya gadis itu kebingungan.
Farel tetap diam tanpa berkata-kata sedikitpun lagi. Entah apa yang ingin dia lakukan nantinya kepada gadis itu.
__ADS_1
"Asmi?"
"Kamu udah selesai dari WC,mi?"tebaknya sambil meraba-raba tangan Farel.
Farel mengeluarkan smrik andalannya. Ternyata tebakannya benar dan tidak meleset sama sekali. Gadis ini kemari bersama dengan adik kesayangannya.
Sepertinya tuhan tengah berpihak kepada Farel saat ini. Di tengah kebosanannya mengurusi orang-orang yang ribut dan perusahaan kini Farel di suguhi dengan hiburan yang menarik. Mana mungkin Farel akan melewatkannya? Sikap picik dan suka bermain-main seorang Farel kini bangkit dengan sendirinya.
"Mi, kamu ngapain deh?"gadis itu melepaskan tangan Farel dan berbalik.
"Asmi kam--"ucapannya terhenti saat melihat orang yang berada di belakangnya bukanlah Asmi.
Tatapan Farel kepadanya saat ini sangat liar dan menggoda. Ada rasa ketakutan yang mendera di hatinya saat melihat seorang Farel Laskara Abnibrata. Bagaimana bisa harimau liar ini berada di sini?
"Apa kabar Adira Pratista Diaskara, mantan?"tanya Farel tak lupa menekankan kata mantan.
Adira adalah mantan kekasih dari Farel dan sekarang yang menjadi kekasih dari Asmi yang merupakan adik tiri Farel. Adira juga adik dari Aldy Rakhan Diaskara yang ternyata adalah mantan kekasih dari Kanara Naavaila Athalia. Semua ini memang berhubungan segalanya. Mungkinkah ini hanya kebetulan saja?
"A-apa yang kau lakukan di sini?"tanya Adira dengan gugup.
Tangannya menjadi gemetar saat berhadapan dengan orang sekejam Farel. Farel tidak segan-segan melukai bahkan membunuh seseorang yang dia inginkan. Sekejam itu dirinya yang membuat banyak orang menjadi takut kepadanya. Adira juga tidak terkecuali sebagai orang yang takut kepada Farel.
"Pergi dari sini!"ucap Adira dengan gugup.
Adira takut sekali apabila Farel melihat Asmi yang berada di sini dan kemungkinan saja akan menyakiti Asmi seperti kemarin lagi. Rasanya Adira tidak tega saat melihat pujaan hatinya itu terus menerus di siksa dan di sakiti oleh Farel. Meskipun demikian, Asmi tidak pernah mengeluhkan apapun tentang Farel.
"Galak banget sih mantan,"goda Farel.
Farel memegang dagu Adira dengan senyuman yang sangat mengerikan bagi Adira.
"Lepasin!" Adira menepis tangan Farel dengan kasar.
__ADS_1
Adira tahu dengan pasti sekali bahwa orang di depannya saat ini bukanlah lawan yang tepat untuknya maupun untuk keluarga Diaskara, tetapi perlahan-lahan kelakuan Farel yang keterlaluan membuat Adira kehilangan kesabaran. Kesabaran Adira sekarang menjadi setipis tisu berhadapan dengan tuan muda Abnibrata ini.
Farel malah terus menerus menggoda gadis di depannya ini. Menurutnya Adira adalah hiburan yang sangat menarik.
"Punya tata krama gak sih lu, anjing?!?"bentak Adira terbakar emosi.
Tatapannya terlihat sangat menakutkan sekali saat ini. Seolah-olah hendak menerkam Farel yang berada di hadapannya.
Farel melepaskan tangannya pada Adira dan beralih menatap dua orang laki-laki yang duduk tak jauh darinya. Senyuman devil lagi-lagi terlihat di bibir milik Farel. Adira tak mengerti apa yang ingin di lakukan oleh Farel saat ini tetapi dia sadar akan ada hal gila yang akan terjadi menimpa dirinya akibat mantan kekasihnya ini.
"Kalian berdua mau duit?"tanya Farel tanpa basa-basi.
Kedua orang yang dari tadi memperhatikan tingkah dan perlakuan Farel langsung mendekat tak kala Farel mengucapkan uang. Lagipula orang mana yang akan menolak rezeki nomplok seperti ini? Melihat dari tampilannya sepertinya Farel adalah orang yang berkuasa.
Farel sangat paham jika orang-orang ini tak akan mungkin menolak permintaannya apalagi jika sudah bersampul uang.
"Anda butuh bantuan kami tuan?"tanyanya hormat.
"Peluk gadis itu dan akan ku berikan kalian uang 5 juta cash!"titah Farel sembari menatap Adira.
Kedua laki-laki itu tampak keheranan serta merasa tidak percaya dengan hal yang di perintahkan oleh Farel kepada mereka. Bukankah hal ini sangat keterlaluan sekali? Apalagi ini di depan umum. Hal ini tentunya akan sangat menginjak harga diri gadis itu.
"Kalian tidak percaya pada ku?"tanya Farel datar.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain lalu berkata," apa tidak keterlaluan?"
Farel berdecih dengan ucapannya. Sungguh-sungguh hanya segerombolan orang yang sangat penakut. Farel merogoh kantong celananya mengambil sejumlah uang dan meletakkannya di meja.
"Lakukanlah!"perintah Farel tak terbantahkan.
"Siapa yang berani menyentuhnya?!"suara bariton itu membuat semua mata memandanginya.
__ADS_1