
...Selasa, 31 Januari...
...Tentang hati yang tulus mencintai meski di sia-siakan tanpa henti. Kini semuanya berakhir dengan rasa yang sudah tak ada lagi....
...***...
Farel berbalik untuk melihat siapa yang memiliki keberanian sebesar itu untuk menghancurkan kesenangannya. Farel sangat tidak menyukai seseorang yang berani menghancurkan hiburan untuknya.
Senyuman picik terlukis di bibir Farel saat mengetahui siapa orang itu.
"Kakak kenapa bisa sekejam itu sih sama Adira?"cetus Asmi tak terima.
Asmi yang baru saja kembali dari WC sangat kaget tak kala melihat kekasihnya hampir saja akan di permalukan oleh kakaknya sendiri. Farel memang benar-benar tidak pernah memperdulikan seseorang demi kebahagiaan dan kesenangannya sendiri.
Bagi Farel, semua orang hanyalah boneka yang harus menurut serta patuh pada setiap perintahnya.
"Lo gak punya hak buat ceramahin gua!"ketus Farel.
Farel merasakan hawa yang di keluarkan oleh Asmi saat ini berbeda daripada sebelumnya. Tekanan Asmi tampaknya kali ini lebih besar di bandingkan sebelumnya. Asmi benar-benar telah berusaha bangkit dan lebih kuat daripada sebelumnya.
Farel diam-diam merasa takjub dengan tekanan yang di keluarkan oleh Asmi kali ini. Namun tetap saja semuanya tidak terlalu berpengaruh untuknya. Farel tidak akan menunjukkan sisi lembutnya dan akan terus bersenang-senang mempermainkan orang-orang ini. Sampai kapan? Setidaknya sampai dia merasa bosan dan menemukan mainan baru.
"Peluk dia sekarang!"bentak Farel.
Kedua orang yang dari tadi diam kini perlahan-lahan kaget dengan bentakan yang mereka dapat dari Farel. Tatapan Farel sangat garang membuat mereka menjadi ketakutan dan merasa tertekan.
Meskipun enggan tetapi mereka tetap berniat untuk menjalankannya dengan ragu-ragu.
"Brengsek!" Asmi berlari membantu gadisnya yang hendak di peluk oleh dua laki-laki itu.
"Cih, gadis murahan yang cuma ngincer harta!"maki Farel sebelum akhirnya pergi.
Farel pergi meninggalkan tempat itu dengan rasa bosan. Tampaknya hiburan kecil tadi, tidak begitu cukup untuk membangkitkan moodnya saat ini. Entah hal apa lagi yang akan di jadikan permainannya oleh Farel Laskara Abnibrata.
__ADS_1
Asmi mengepalkan tangannya kesal dengan sikap kakaknya ini. Satu orang laki-laki mulai memegangi Asmi dan satu lainnya mulai ingin memeluk Adira.
"Brengsek! Jangan pegang dia sialan!!"maki Asmi.
Kemampuan bela diri Asmi yang sangat buruk membuatnya tidak bisa melakukan apapun. Kedua orang ini juga ternyata memiliki kemampuan bela diri yang cukup bagus meskipun jauh dari kata sempurna. Asmi hanya bisa berteriak kesal menatap kekasihnya di permalukan di depan umum seperti ini.
"Gua tandain muka lo anjing!"maki Adira sembari memberontak terhadap laki-laki ini.
Dua laki-laki ini tampaknya sekarang mendapatkan dua keberuntungan sekaligus juga. Mendapatkan uang dan juga mendapatkan pelukan gadis cantik meskipun harus memaksa. Sangat indah sekali hari ini untuk mereka berdua.
...***...
Dua hari berlalu dengan begitu cepatnya. Kana dan Raka kini telah semakin dekat saja. Kana akui jika pesona yang di keluarkan oleh seorang Raka Altariz Mahendra, memang sangat sulit untuk di tolak oleh mata dan hatinya.
Moji menjadi sedikit khawatir melihat kedekatan kedua orang ini. Meskipun tahu keduanya adalah pemain hati. Tetapi tetap saja kemungkinan untuk mereka saling jatuh hati dan menyakiti itu tak bisa di hindari.
"Kan, temenin gua belanja ke Alfa bentar!"
"Yaudah ayok,"Kana menyetujui dengan santainya.
"Dan jangan bawa Raka!"perintah Moji.
Kana mengerutkan keningnya heran dengan permintaan Moji yang sangat aneh ini. Mengapa Moji melarangnya membawa Raka? Bukankah mereka berteman? Lagipula Moji dan Raka satu apartemen.
Kana berfikir kalau Moji mungkin saja ingin menyampaikan sesuatu yang penting maka dari itu harus pergi mendadak bersamanya tanpa membawa Raka ikut serta. Walaupun jauh di dalam lubuk hatinya Kana penasaran apa alasan Moji melakukan ini semua.
"Jemput gua,"
"Lha, elu yang ngajak malah gua yang jemput. Gimana sih lu?"kesal Kana.
Pasalnya hari ini Kana sangat malas sekali membawa motor. Tidak ada alasan yang jelas, namun dia hanya malas membawa motor saja. Mungkin karena sudah sering membawanya sehingga menimbulkan rasa bosan. Lagipula ini adalah sikap alami manusia yang akan mudah bosan jika selalu melakukan hal yang sama dalam jangka panjang.
Kana langsung mengiyakan ucapan Moji. Kana keluar dari rumahnya kemudian hendak naik ke atas motor.
__ADS_1
"Kenapa lo?"tanya Kana saat melihat Ghana,salah satu anggota ATHARIOZ.
Ghana tiba-tiba saja muncul di sini merupakan hal yang membuat Kana menjadi sangat curiga. Biasanya Ghana tidak bersedia untuk menghampirinya secara langsung seperti ini. Apa yang sedang terjadi? Hal ini semakin membuat Kana penasaran dan juga khawatir.
Keringat dingin membasahi pipi Ghana. Nafasnya memburu seolah-olah baru saja lari jarak panjang dengan terburu-buru. Ada apa ini?
"Jawab gua anjing?!"bentak Kana tak sabaran.
"Markas di serang Ghost Diamond dan geng ALREXI!"ujar Ghana cepat.
Mata Kana langsung terbelalak mendengarkannya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Kana tidak mengerti apa penyebabnya.
Tanpa berbasa-basi lagi, Kana langsung naik dan melajukan motornya menuju ke arah markas. Ghana juga langsung mengikuti Kana dari belakang meskipun sangat sulit baginya untuk mengikuti kecepatan Kana. Kana sangat cepat dan mahir di jalanan bahkan memiliki julukan "singa betina dari ATHARIOZ."
"Bajingan mana yang berani nyerang ATHARIOZ secara langsung?"teriak Rayen yang baru datang.
Tatapan Rayen langsung membelalak saat melihat dua geng sekaligus menyerang markas inti ATHARIOZ. Raut wajah Rayen langsung memerah menatap ini semua.
Beberapa anak ATHARIOZ sudah tergeletak tak berdaya. Hari ini anak-anak ATHARIOZ tak berkumpul secara keseluruhan yang akhirnya membuat mereka mudah di lumpuhkan. Lagipula lawan mereka saat ini adalah dua geng motor sekaligus.
"Anjing! Sini kalian hadepin gua!"amuk Rayen.
Rayen turun dari motornya dan membabi-buta menyerang setiap geng ALREXI dan Ghost Diamond yang menghalangi jalannya. Rayen berhasil melumpuhkan puluhan anak-anak geng lawan dengan beberapa serangannya.
"Memang pantas di sebut sebagai kebanggaan dari ATHARIOZ,"sinis Aldo dari belakang.
'BUGH..
Tiba-tiba seseorang memukul Rayen dari belakang. Kepala Rayen langsung pusing dan akhirnya pingsan begitu saja.
Anak-anak geng ATHARIOZ yang tersisa langsung ketakutan melihat wakil ketua mereka yang sudah jatuh. Wakil ketua mereka saja dapat di kalahkan. Bagaimana mereka akan menang menghadapinya? Semua anak-anak ATHARIOZ yang masih tersisa mundur ke belakang perlahan-lahan dan membentuk lingkaran pertahanan.
"Wakil ketua dan Ozhi udah jatuh.."bisik anak ATHARIOZ.
__ADS_1
"Cuma segitu kemampuan kalian?"tanya Ghean meremehkan.