KANAREL

KANAREL
29. Mabuk


__ADS_3

Rabu, 15 Februari


...Tentang deretan kata menyusun kisah lama yang tak akan pernah terjadi lagi. Sebab bukunya telah usang dan berakhir menjadi terbuang....


...***...


Farel benar-benar tidak bisa memikirkan hal apapun lagi kali ini. Kondisi perusahaan yang tak stabil secara tiba-tiba membuatnya harus kembali ke luar negeri lagi. Farel bahkan tidak sempat mengabari siapapun kali ini sebab yang ada di pikirannya adalah perusahaan yang lebih utama di bandingkan dengan apapun.


"Gimana hasilnya?"tanya Farel penasaran.


Farel awalnya juga merasa keheranan saat mendengar kabar bahwa perusahaannya hampir bangkrut. Selama ini dia selalu menjaga dan memimpin semuanya dengan baik-baik saja. Tapi entah kenapa kali ini semuanya menjadi berbeda.


"Ini semua perbuatan ibu anda.."ucap Frans dengan pelan.


"Ibu?"heran Farel.


Setahu Farel selama ini ibunya tidak pernah peduli masalah perusahaan seperti ini.


"Ibu tiri anda.."


'BRAK..


Meja yang berada di hadapan Farel lagi-lagi menjadi sasaran amarahnya. Meja yang tidak punya salah itu malah berakhir menjadi sasaran empuknya saat marah.


Frans meneguk ludahnya sendiri melihat kondisi Farel yang mulai termakan emosi saat ini. Bagaimanapun perusahaan adalah hal yang sangat penting baginya saat ini. Kenapa wanita itu selalu saja mengusiknya?


"Siapkan jet sekarang juga!"perintah Farel tak terbantahkan.


Frans berlari keluar dari sana untuk segera melaksanakan tugas dari bosnya ini.


Sementara Farel sibuk mengurus perusahaannya, Kana malah sibuk mabuk-mabukan bersama Raka. Usai makan malam mereka semua di ajak minum oleh Gia. Kana awalnya menolak, namun karena Moji yang merasa tidak enak pada kekasihnya ini menyuruh Kana minum.


"U-udahh gu-gua gak kuat.."tolak Kana dengan sempoyongan.


Padahal baru dia gelas Kana minum dan sudah mabuk seperti ini. Meskipun mabuk, Kana masih memiliki sedikit kesadaran saat ini.


Raka yang sudah terbiasa minum belum mabuk sama sekali. Moji juga belum mabuk tapi matanya terus mengawasi pergerakan Raka pada Kana. Moji takut bahwa Raka akan menggila pada gadis ini saat ini. Moji sengaja untuk tidak minum terlalu banyak karena takut dia gadis ini di terkam oleh harimau buas alias Raka.


"Sayang..mau kiss!!"pinta Gia pada Moji.


Moji menatap Gia datar saat ini. Mengapa gadis ini kepikiran untuk minum alkohol walaupun kenyataannya dia tidak bisa minum? Moji tidak pernah mengira kalau gadisnya ini sengaja menyuruh mereka semua minum untuk mengerjai Kana. Namun siapa sangka dirinya sendiri juga mabuk saat ini.

__ADS_1


"Cantik.."lirih Raka sambil mengusap bibir Kana.


Kana menatap Raka dengan tatapan tak jelas. Kana benar-benar sudah berada di bawah pengaruh alkohol saat ini.


Kana tersenyum menggoda saat menatap Raka. Entah apa yang ingin di lakukan oleh Kana dalam keadaan mabuk saat ini. Namun apapun itu Raka sepertinya sangat menantikan hal yang akan di lakukan oleh Kana. Sebab kalau bukan begitu tentu saja Moji akan menghajarnya bila melakukan hal-hal yang tidak di inginkan pada Kana.


"Haii ganteng!!"Kana menyapa.


Kana mendekatkan dirinya kepada Raka tetapi Raka diam saja tanpa melakukan apapun lagi.


Kana meraba-raba dada bidang milik Raka. Raka melihat tindakan Kana saat ini dan terus diam menantikan kelanjutannya. Moji sendiri sekarang malah menyeret paksa kekasihnya ke kamar mandi agar segera terbangun dari pengaruh alkohol.


"Cium akuu!!"perintah Kana sambil menunjuk bibirnya.


Raka tersenyum devil saat ini dan langsung menyambar bibir Cherry milik Kana. Dan mendudukan Kana di atasnya saat ini agar posisi mereka lebih intim serta lebih memudahkan Raka dalam melihat Kana.


"Mpshtt.. Raka ahh..."desah Kana di sela-sela ciuman.


Raka awalnya kaget karena Kana mendesahkan namanya. Tetapi di sisi lainnya, dia juga senang karena ini berarti Kana selalu mengingatnya bahkan dalam keadaan mabuk sekalipun.


"Teruslah mendesah,sayang.."batin Raka sambil sesekali meremas payudara Kana.


Kana yang baru pertama kali merasakan ini tentu saja merasa sangat melayang dan indah sekali. Meskipun kesadarannya benar-benar sudah tak tersisa lagi karena pengaruh alkohol yang sangat besar saat ini.  Raka sendiri menikmati hal ini.


"Argk..mpshtt"


Raka yang mendengar suara ******* Kana pun semakin bersemangat dan agresif.


'PLAK..


Sebuah tamparan yang di berikan oleh Moji langsung membuat Raka diam dan tersadar.


"Mau ngapain lo,anjing?!"teriak Moji emosi.


Tatapan mematikan di keluarkan oleh Moji saat ini. Raka bisa melihat tatapan Moji yang penuh amarah kepadanya saat ini. Tetapi nasfu yang telah membara menuntut agar segera di selesaikan begitu saja.


Moji menarik Raka agar menjauhi Kana yang sudah di beri banyak tanda kepemilikan atau kissmark.


'BUGH..


Sebuah pukulan yang sangat keras langsung di terima oleh Raka.

__ADS_1


"Sadar anjing!!"teriak Moji emosi.


Moji sebenarnya tidak ingin kasar seperti ini kepada teman dekatnya sendiri. Tetapi kelakuan Raka benar-benar telah melampaui batasan yang membuat Moji mau tak mau harus bertindak tegas.


"T-tapi dia milik gua!"ujar Raka mencoba mengajukan pembelaan.


Moji pergi ke kamar mandi yang membuat Raka menjadi keheranan setengah mati. Apa yang akan di lakukan oleh anak ini?


Moji kembali dengan gayung berisi air di dalamnya lalu mengguyur Kana yang masih di pengaruhi alkohol.


"Bangun lu sekarang anj!"teriak Moji.


Kana mengusap-usap matanya karena guyuran air yang di berikan oleh Moji kepadanya.


"G-gua kenapa?"tanya Kana merasa pusing.


"Ngapain lo minum tolol?!"teriak Moji masih dengan amarah.


Kana yang baru sadar dari pengaruh alkohol merasa sangat kebingungan dengan ucapan Moji saat ini. Mengapa Moji sangat marah sekali kepadanya? Bukankah tadi Moji sendiri yang menyuruhnya untuk minum sesuai permintaan Gia?


"Kan lu yang nyuruh, gimana sih?"heran Kana.


Kana menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Lu kenapa?"tanya Kana hati-hati.


Pusing di kepalanya belum menghilang tetapi amarah yang tiba-tiba di tunjukkan oleh Moji justru membuatnya menjadi penasaran dengan apa yang terjadi. Namun raut wajah Moji saat ini membuat Kana ragu untuk bertanya.


"Pulang sekarang!"teriak Moji pada Kana.


Sementara Raka sekarang terdiam sambil menatap Kana. Ada rasa ingin melanjutkan kegiatannya tapi takut di musuhi oleh Kana sebab saat ini Kana sudah sadar dari pengaruh alkohol.


...***...


"Percuma saya besarin anak tidak berguna seperti kamu!"


'BUGH..


Tendangan bebas yang di berikan tepat di perut anaknya. Darah segar keluar dari mulutnya dengan deras. Bukannya takut, anak laki-laki itu malah mengeluarkan smrik andalannya saat ini.


Ibunya yang melihat hal itu langsung berlari hendak menolong anaknya yang terkapar.

__ADS_1


"Mau kemana lu?"seorang wanita dengan dandanan menor menghalangi wanita itu.


__ADS_2