
Selasa,21 Februari
...Perbaiki selagi bisa karena apa? Karena penyesalan di akhir cerita tidak ada gunanya....
...***...
Wajah Ghana bersemu mendengarkan ucapan Kana yang sangat ambigu. Mengapa bisa seorang gadis bersikap terang-terangan seperti ini? Ghana sungguh-sungguh merasa terkejut dengan ucapan yang di keluarkan oleh Kana. Meskipun telah lama bersama dengan ketua geng ATHARIOZ ini, tetap saja ucapan ini sangat tidak pantas.
Kana yang melihat wajah Ghana bersemu langsung mengusap wajahnya.
"Buka hoodie lo doang,bego!"sinis Kana.
Kana tahu sekali bahwa apa yang ada di pikiran Ghana saat ini sangatlah ambigu. Namun Kana biasa saja sebab tidak merasa ingin melakukan hal yang tak senonoh bersama Ghana.
"G-gua malu.."cicit Ghana.
Kana membulatkan matanya tak percaya dengan sikap Ghana yang lebih mirip seorang gadis daripada anak motor yang di takuti oleh orang-orang. Demi apapun Kana ingin sekali memukuli Ghana saat ini tetapi keadaan yang sangat mendesak tak bisa membuat Kana melakukan banyak hal lagi.
"Buka atau gua yang bukain?!"ancam Kana.
Ghana sontak langsung membuka hoodienya karena takut Kana benar-benar membukanya sendiri. Kana bukanlah tipe gadis yang suka bermain-main dengan ucapannya. Dimana harga diri Ghana jika Kana membuka bajunya? Dan bisa-bisa Ghana akan di hajar oleh Rayen kalau sampai hal itu sungguh-sungguh terjadi.
Walaupun Rayen tidak menjadi kekasih Kana, tetapi Rayen adalah salah satu pecinta Kana garis keras.
"Jadi gua pake apaan?"tanya Ghana melongo.
Ghana saat ini tidak memakai baju sehingga memperlihatkan dada bidang dan perut sixpack nya yang akan membuat para gadis menjadi tergila-gila padanya. Ghana justru takut jika nantinya akan ada banyak gadis yang mengejarnya. Merepotkan, bagi Ghana.
Kana tidak memperdulikan ucapan Ghana.
"Kunci motor lu mana?"
Ghana langsung melemparkan kunci motornya pada Kana. Kana langsung menangkapnya dengan sigap dan lekas berlari meninggalkan Ghana sendirian.
"5 menit lagi Rayen bakalan dateng jemput lo!"ucap Kana sebelum akhirnya benar-benar menghilang dari pandangan Ghana.
__ADS_1
Raka sendiri masing setia menunggu Kana di tempat yang sama. Tetapi Kana tetap saja tak kunjung keluar. Ada apa ini? Raka merasakan firasat yang tak baik akan menimpa dirinya tetapi Raka juga tidak ingin beranjak pergi dari sini karena mengira Kana masih berada di sini. Raka tentunya tidak ingin meninggalkan gadisnya itu sendirian di sini.
"Udah aman?"tanya seseorang yang terlihat memantau pergerakan Raka.
Rekannya yang di tanyai langsung melihat ponselnya dan pesan dari temannya. Saat sudah selesai mendapatkan konfirmasi dari temannya dia langsung memberi sinyal kepada yang lain untuk mendekati Raka secara diam-diam.
Mereka semua tidak ingin rencana besar Rafael kali ini hancur begitu saja.
"Kalian berdua jaga di kanan dan kiri.."
Alvaro yang mengetuai penculikan Raka ini berusaha mengatur semuanya sebaik mungkin. Alvaro tidak ingin mengecewakan Rafa kali ini. Dendam pembalasan mereka pada Kana sudah memuncak.
"Dan kalian siapin mobil tunggu aba-aba dari gua.."
"Paham?"
"Paham..." Jawab mereka hampir serempak.
Raka saat ini belum menyadari bahaya yang sedang mengincar dirinya sama sekali. Raka begitu tenang memainkan ponselnya sambil menunggu Kana yang belum kembali dari WC. Raka hanya mengira bahwa Kana memiliki masalah perut dan butuh lebih banyak waktu sendirian tanpa memikirkan hal apapun.
"Hai bro!"sapa Alvaro mendekati Raka.
"Cih, cowok lemah yang bahkan gak ada kewaspadaannya.."maki Alvaro dalam hatinya.
Alvaro mendekati Raka sambil menilai seseorang yang menjadi laki-laki favorit dari Kanara Naavaila Athalia. Gadis ketua geng ATHARIOZ yang terkenal dengan kebrutalannya dan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi. Sepertinya selera Kana benar-benar sangat buruk.
Setelah puas menilainya, Alvaro kembali ingin melanjutkan rencana awalnya mendekati Raka.
"Kayaknya lo haus,ya?"tanya Alvaro berbasa-basi.
Raka mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap Alvaro. Raka tidak memiliki kecurigaan apapun pada Alvaro saat ini. Tatapan Raka sangat tulus melihat bahwa Alvaro hanyalah pria biasa yang ingin berkenalan dan berbasa-basi padanya.
Raka mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan yang di ajukan oleh Alvaro.
"Nih minuman buat Lo.."
__ADS_1
Raka merasa sedikit aneh dengan Alvaro yang tiba-tiba datang dan memberikan minuman kepadanya. Bukankah hal ini sedikit mencurigakan?
Alvaro dapat membaca kecurigaan Rak langsung berusaha untuk mencari alasan untuk menutupi semua kebohongannya saat ini. Lagipula setiap anak Ghost Diamond juga sudah berjaga-jaga untuk menangkap Raka kalau rencananya ini tak berhasil.
"Ngapain si Alva deketin cowo itu?"heran Ghana dan Rayen.
Mereka berdua tidak sengaja menatap tindakan Alva yang sangat mencurigakan menurut mereka. Rayen dan Ghana melihat ke sekitar dan menyadari bahwa taman ini secara tidak langsung telah di isi dengan anak-anak geng Ghost Diamond. Mereka sangat tidak mengerti hal gila apa yang akan di lakukan oleh anak-anak Ghost Diamond ini.
Rayen bertambah curiga saat kepikiran dengan Kana yang tiba-tiba menyuruh Ghana datang ke sini. Apa semua ini ada hubungannya?
"Itukan cowoknya Kana!"terka Ghana saat melihatnya lebih jelas.
Rayendra semakin menjadi curiga setelah mengetahui fakta bahwa cowok yang kini ingin di dekati oleh Alva adalah cowok kesayangannya Kanara. Ada apa ini? Tampaknya ini semua memang ada hubungannya dengan Kana tetapi apa?
"Tadi ini minuman buat pacar gua tapi dia lagi ngambek,bro.." Alvaro mencoba mencari alasan.
Raka tampak diam yang membuat Alva menjadi sedikit takut kalau pria ini akan keluar dari rencana dan menghancurkan segalanya. Lagipula Alvaro sebenarnya belum yakin kalau pria Kana ini begitu bodoh sesuai apa yang ada di pikirannya. Rasanya tidak mungkin jika seorang Kanara yang terkenal dengan keberingasannya itu memiliki seorang pria yang tak berguna.
"Makasih," ucap Raka langsung menyambar meminum dari tangan Alva.
Alvaro diam-diam memberikan sinyal kepada anak-anak geng Ghost Diamond. Rayen dan Ghana juga memperhatikan sinyal yang di berikan oleh Alvaro tersebut. Meskipun awalnya tak peduli dengan Raka, tetapi mengingat bahwa Raka sekarang adalah laki-laki kesayangan Kana, mereka malah ingin melihat kelanjutan dari semua ini.
Raka merasakan pusing saat minuman yang di berikan oleh Alvaro mulai menyentuh tenggorokannya.
"Apa yang lu masukin dalam minuman it--"
'BUGH..
Raka langsung jatuh tak sadarkan diri sebelum menyelesaikan kata-katanya. Rayen hendak maju tapi tangannya di cekal oleh Ghana.
"Liatin dulu.."
Rayen mengikuti apa yang di sarankan oleh Ghana. Mereka berdua melihat Raka di bawa masuk ke dalam mobil yang pastinya itu milik dari salah satu anggota Ghost Diamond. Entah apa yang ingin mereka lakukan pada Raka saat ini.
"Sebentar lagi gua bakal ngalahin sahabat lo.."
__ADS_1
"Gaje anj!"
"Karena gua udah tahu kelemahannya yaitu--"