KARMA WANITA PENGGODA.

KARMA WANITA PENGGODA.
12. pertengkaran Dion dan Susan.


__ADS_3

𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧..


Karina dan anaknya tengah bermain di taman nasional. mereka sangat bahagia tanpa adanya Dion di sisiNya. kini Karina telah move on dari pria yang tidak bertanggung jawab itu. Bahkan menafkahi anaknya sendiri pun sepertinya tak sudi.


Sekarang karina menjadi dua peran sekaligus, menjadi ibu dan ayah dengan waktu bersamaan.


Daren yang sudah berumur tiga tahun tak pernah melihat siapa ayahnya dan tidak pernah merayakan bersama dengan nya.


Karina memang tidak mau mengenalkan Dion sebagai ayah Daren. Sudah cukup untuk tidak berurusan lagi dengan dia.


Daren kecil berlarian kesana kemari karena merasa senang akhirnya dia bisa bermain di taman nasional bersama mama nya.


Dia terus menerus tertawa dan berlarian mengejar belalang yang terus berterbangan.


“Daren! Hati-hati. “Teriak Karina memanggil anaknya yang berlarian.


“Mama! mau es crim. “Pinta Daren sambil menunjuk di mana ada penjual es krim yang tak jauh dari ia berdiri.


Karina mendekati Daren yang terus menunjuk hingga melompat-lompat tak sabar.


“Ayo! mau yang mana? “


“coklat Daren minta dua. “


“Satu aja yah? nanti kalau makan banyak nanti giginya sakit. “


“Ya udah deh.. ’’Daren mengerucutkan bibirnya karena mau nya tak di turuti oleh Karina.


“Daren boleh jajan yang lainnya. “Karina merayu Daren agar tidak sedih karena tidak mau membelikan es krim dua.


“Yey..makasih mama. “


“Sama-sama sayang. “


ᰔᩚᰔᩚᰔᩚ


Di dalam rumah mewah, suara pertengkaran suami istri itu terdengar hingga keluar rumah. Dion dan Susan terus berdebat, satu tahun belakangan ini rumah tangga mereka selalu ribut.


Dion yang sangat jengah di dalam rumah tangga nya menjadi stress. Susan yang terus menuntut dan selalu cemburu menjadi kan bahan pertengkaran.


“Kamu kalau sudah tak mau hidup bersama ku ya sudah! Kita bercerai saja!. “Teriak Dion, dia terlalu sabar menghadapi Susan yang sangat besar kepala.


“Aku nggak mau cerai! “


“Kalau tidak mau bercerai jangan banyak menuntut dan diam! “Dion menunjuk Susan agar menyudahi debatanya.


“Aku hanya bertanya kenapa kamu sering pulang pagi kau bermalam dengan siapa hah! “Teriak susan.


Dion sudah kehabisan kesabarannya, lalu Dia menampar Susan yang susah menurut.


“Lihat! kau sudah tua sekarang apa yang harus aku bangga kan dengan tubuh kendor mu itu.? suami mana yang tahan dengan istri yang susah di atur juga suka ngajarin suaminya? Lama-lama aku stress berumah tangga sama kamu." Ucap dion dengan emosi nya yang meledak-ledak.


“jika aku mau hari ini juga aku sudah talak kamu. “


Dion pergi meninggalkan Susan sendirian di sana. Tak menyerah susan mengejar Dion yang akan pergi kembali.

__ADS_1


“kamu mau kemana? “ Susan menahan lengan Dion, dia menghadangnya dengan merentangkan ke dua tangannya.


“Aku tak betah di rumah, kau selalu seperti ini sudah tua tapi masih saja seperti anak kecil. " Setelah itu Dion mendorong tubuh Susan agar menjauh dari mobilnya.


Dion mengendarai mobil nya dan keluar dari pekarangan rumahnya. pergi dengan keadaan marah dan jengkel Dion terus mengumpati Susan .


“Halo, kamu di mana? “


“Aku di apartemen pa. “


"papa akan ke situh dan siapkan makanan. “


Dion mematikan telepon nya dan menambahkan laju kendaraan mobilnya dengan kencang.


Beberapa menit kemudian..


Dion membuka apartemen dan masuk ke dalam.


Tanpa di sadari Susan juga mengikutinya di belakang. Sampai di sana Susan mencari di mana kamar yang di masuki suaminya itu.


Susan yang ketinggalan jejak memilih pergi dari sana dan berencana akan kembali lagi nanti keesokan harinya.


“Papa kenapa? berantem lagi sama mama. " Tanya Mia, lalu ia mencium tangan Dion dengan sopan.


Karena Mia yang sudah terbiasa dan sangat hapal dengan papanya. berusaha menenangkan papa nya yang sering emosian karena terus berantem dengan mamanya.


“Mamamu memang menjengkelkan papa tidak tahan lama-lama dengan sikap mama mu itu. " Ucap Dion, dia masih merasa kesal dengan Susan.


“Sudah, sekarang papa mau makan dulu atau mau mandi? ”Tawar Mia dengan lembut.


“Baiklah, Mia siapkan ya pa. ” Mia menyiapkan makanan nya di atas meja. Dion duduk dengan menatap Mia yang sedang mengerjakan tugasnya.


“ini, selamat makan papa. ”


“aiya, sayang Terima kasih.. ” Dion menerima sepiring nasi dan lauknya.


Mia dan Dion makan bersama mereka seperti sepasang suami-istri yang sedang makan bersama di meja makan.


Mereka memang sering bertemu di apartemen yang Dion belikan khusus untuk Mia. dan juga merupakan untuk pertemuan mereka jika kangen.


“Memang nya tidak apa-apa papa ke sini? ”Tanya Mia, di sela-sela makanannya.


“Memang nya kenapa? ” Dion menatap Mia dengan heran.


“Mia khawatir jika mama membuntuti papa sampai ke sini? ” Dion berfikir sejenak, ada benarnya juga ucapan Mia.


“Sementara kamu jangan keluar dulu jika tidak ada kepentingan. Jika mau keluar lihat-lihat sekelilingnya jika aman kau bisa keluar. ”


Mia mengangguk paham! mereka melanjutkan kembali makan bersamanya dengan tenang.


ꨄꨄꨄꨄ


Mia memakai drees pendek di atas lutut lalu menyisiri rambutnya dengan hati-hati. setelah itu Mia mengoleskan skincare di wajahnya lalu memakai lipstik merah merona. Mia yang sekarang keliatan lebih dewasa dan menjadi gadis modis.


“Kau memang sangat cantik, Mia. ” Ucap Dion, dia memuji kecantikan mia yang manis dan tidak membosankan jika di pandang.

__ADS_1


“Papa bisa aja, hari ini Mia mau belanja bulanan yah? ”


“Iya, sayang. kamu mau papa temani atau mau sendiri? ”


“Mia mau temani papa, juga Mia mau perawatan pah boleh yah? ”


“Boleh dong, hari ini kita belanja keperluan rumah sekalian memanjakan kamu, Oke. “Dion menoel dagu Mia, dia tersipu malu .


𝐃𝐢 𝐌𝐨𝐥𝐥..


Mia yang sudah lama tak belanja bulanan dengan senang hati mengambil barang-barang keperluan untuk di apartemen nya. tak lagi melihat harganya, dia memasukkan barangnya di troli sampai penuh.


Setelah membeli bahan makanan, sekarang Mia beralih ke toko pakaian tentunya pakaian yang tipis juga menerawang.


”Cocok tidak pah? ini model terbaru loh, juga unik. “


Mia memperlihatkan baju dinas berwarna hitam model yang sangat terbuka. Menurut sebagian pendapat orang, pakaian satu ini bukan termasuk pakaian mungkin lebih tepatnya pakaian jaringan?


“Bagus, cuma lebih bagusnya jika kamu tidak memakai apa pun yang aneh-aneh. ”


“Papa.. ini juga buat papa juga, biar papa seneng liat aku berpakaian seperti ini. ’’ Ucap Mia dengan manjanya.


“iya, boleh ambil saja yang kamu mau beli. ”


“Yes,, ”


Mia berjalan memutari toko, dia memilih bagian dress. Mia yang sangat suka dengan pakaian feminim memilih dress yang sangat pendek berwarna hijau.


Setelah dia memilih, Dion membayar semua total belanjaannya Mia.


“Makasih, pah. ” Dion mengangguk. lalu mereka pergi meninggalkan toko pakaiannya.


Mia dan Dion berjalan-jalan mengelilingi moll, mereka sangat serasi. Mungkin orang akan berfikir jika mereka sepasang kekasih yang termanis. Tapi mirisnya mereka adalah hubungan anak dan ayah tiri.


“Papa, malam ini mau di apartemen atau pulang? ’’


“Papa akan tidur bersama kamu, ’’


“Ah.. papa kau paling the best deh. makasih ya, udah ngasih waktu untuk Mia apa lagi belanjain Mia banyak barang? ”


“Makanya bikin papa seneng, papa akan turuti kemauan kamu apa pun itu.. ”


“Okee.. ” Dalam hati Mia dengan senang hati ia memanjakan papa nya kapan pun ia akan siap sedia. Tidak akan pernah mengecewakan papa agar selalu di samping nya.


.


.


.


.


.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2