
Mia pulang ke rumahnya sendirian tanpa di antarkan oleh Sahabatnya. Mia yang sedikit pusing tak memikirkan Dion yang cemas dan khawatir yang sudah menunggu lama sejak semalaman.
Ceklek~
Mia masuk ke rumah tanpa melihat sekelilingnya, Dion yang melihat Mia baru pulang mengetatkan rahangnya dan langsung berdiri dari duduknya.
“Dari mana saja kamu!!! ” Suara Dion yang menggelegar membuat Mia terlonjak kaget. Jantungnya berdegup begitu kencang saat suara yang ia kenal begitu keras.
Mia membalikan tubuhnya dan melihat Dion yang sudah berdiri dengan melipatkan kedua tangannya.
“Kenapa kamu papa ada di disni?’' Pertanyaan Mia membuat Dion semakin marah.
Dion berjalan mendekati Mia dan . . .
Plak!
Dion menampar pipi Mia dengan keras membuat Mia kaget setengah mati.
__ADS_1
“papa tampar aku? ”
“Semalaman aku menunggu kamu di sini berkali-kali menghubungi kamu tapi tidak ada jawabannya. sekarang baru pulang tanpa melihat di sini ada aku??”
“Bukannya papa sedang sama mama? kenapa papa ke sini? aku di sini siapa nya sih! . . . ”
“Aku kesepian pa! aku juga mau setiap hari diperhatikan oleh papa bukan hanya sekedar kangen lalu melakukan hal intim lalu papa pergi begitu saja. kenapa? Aku juga wanita jikalau esok hari aku pergi di sana ada yang mau dengan ku, aku bisa apa? ” Mia mengeluarkan unek-unek nya di dalam hati yang ingin sekali ia keluarkan sejak lama.
Hari ini puncak kesabaran nya sudah habis dan ia juga tak mau di dalam rumah tangga yang tak begitu jelas kedepan nya akan seperti apa.
“Kita menikmatinya bersama, kamu juga puas dengan apa yang sekarang kamu dapatkan. ”
Mia berjalan masuk kamar dan membuka pakaiannya satu demi satu. Tubuhnya terasa gerah dan begitu panas.
Entah kenapa dia begitu berani berbicara dengan Dion seperti ini. Mia menggosokkan bekas tamparan di pipi nya yang terasa panas.
Dia menitikan air matanya, dia begitu sedih dan merasa dunia nya tak begitu adil untuk dirinya.
__ADS_1
“Mia.. ” Panggil Dion di ambang pintu kamar.
Mia tak menoleh ke arahnya, Dia masih menatap ke arah cermin dan menatap dirinya sendiri di dalamnya.
Dion berjalan mendekati Mia yang tak mau menjawab panggilannya. Dion berdiri di belakang dan tangannya menyentuh pundaknya dengan pelan.
“Maafin papa, papa belum juga mengerti apa yang kamu rasakan. Sebenarnya papa begitu mencintaimu dan menyayangimu melebihi dari mama mu. ”
“Kenapa papa tak memikirkan perasaan aku. di sana ada aku, tapi papa melakukan dengan mama semalam dengan bersemangat apakah aku tak begitu memuaskan? ”
“Bukan begitu, mama mu juga istri papa bagaimana pun itu kewajiban papa untuk memuaskan hasratnya. Sekarang papa ada di sini Dan waktunya untuk kamu . “ Dion Berusaha menghibur Mia dengan hati-hati bagaimanpun ia juga mencintai Mia.
Beberapa rayuan yang di keluar kan Dion, Akhirnya Mia luluh kembali dengan ucapannya. Mereka berpelukan dengan mesranya Dion menghujani ciuman di seluruh tubuh Mia tanpa memperdulikan tubuh Mia yang belum juga mandi.
Dion yang tak meneliti tubuh Mia yang begitu banyak Kiss mark di beberapa bagian di titik tubuh sangat istrinya.
Mia juga lupa jika dirinya telah menduakan Dion semalam dengan Jack.
__ADS_1
“Kau begitu manis. . . ”
Bersambung.....