KARMA WANITA PENGGODA.

KARMA WANITA PENGGODA.
6. Kemarahan Darsa.


__ADS_3

Hari itu Dion telah mendaftarkan gugatan cerai pada karina. Berkasnya telah di proses oleh pengadilan agama kelas satu di jakarta. Dion merasa lega sebentar lagi keinginan nya terkabulkan. Bisa Menikah dengan pujaan hatinya Susan Dan lebih bebas berbuat apa saja tanpa larangan dari karin.


Dion sama sekali tidak tahu jika istrinya telah melahirkan seorang bayi laki-laki yang hebat. jika pun tau pasti tidak akan peduli dengan nya. Karena dia sedang di kendalikan oleh iblis yang menjelma menjadi sosok perempuan.


Hari ini Dion telah di beri kabar pihak pengadilan agama jika masa sidang nya akan dilaksanakan minggu ini. Dion tidak menyangka jika gugatannya lebih cepat. Dia tersenyum senang, tak membutuhkan waktu yang lama untuk bercerai.


"Sayang, Aku dapat kabar gembira. " Ucap Dion.


"Kabar gembira Apa? " tanya Susan.


"Minggu ini Sidang cerai aku telah diproses lebih cepat. "


"Serius? kamu tidak lagi bercanda kan?. "


"Tidak! kita persiapkan acara ini secepatnya. Jika surat cerai telah jadi, Kita bisa langsung Akad nikah. " Ucap Dion.


"Wah,, Kamu benar. Bagaimana jika besok kita mencari gaun pengantin.? "


"Boleh "


****


Tok tok tok..


"Assalamu'alaikum.. " Ucap bu Mekki dan pak Surya bersamaan.


Bu maya membukakan pintu depan. ia tak menyangka jika yang datang adalah besan, Orang tua Dion.


"Walaikumsalam.. " Dalam hati Bu Maya, ia agak tak suka dengan kehadiran sang besan. Tapi ia tetap mempersilahkan sang besan masuk.


"Oh besan.? silakan masuk. " Ucap Bu Maya, dan ia membuka pintu dengan lebar. lalu ia berjalan ke sofa tamu. Di ikuti besannya.


Orang tua Dion Niat Hati ingin Menengok Kabar Sang Anak dan Menantunya. Malah di kejutkan Keberadaan sang besan dan Bayi laki-laki di gendongan nya. Mereka masuk ke dalam rumah dengan perasaan tak enak.


"Mari Duduk Pak, Bu. "


"Terima kasih Bu maya. "

__ADS_1


***


Karina mendengar ada yang datang keluar dari kamar. ia terkejut dengan siapa yang datang ke rumah nya. Karina mendekati mereka menyalimi kedua mertua nya. Lalu dia duduk di sebelah ibu nya, maya.


"Ibu sama bapak tumben ke sini?." tanya Karina.


"Karina Bapak sama Ibu, Ke sini berniat menjenguk Kalian. Tapi Bapa Terkejut dengan kamu yang sudah melahirkan. Tanpa mengabari kami." ucap surya.


"Maaf Pak karina... "


" Untuk Apa kalian datang kesini.? "Ucapan karina tercekat oleh Pak Darsa. Mereka terkejut dengan Pak Darsa yang tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan karina.


" jawab.! " Ucap Darsa melangkah mendekat dan duduk di kursi tunggal.


"Pak, sabar Mereka kesini baik-baik. " Ucap Karina.


"Maaf Pak Darsa, Kenapa Anda berbicara kasar seperti itu. kalau kami ada salah, saya minta maaf. Apa lagi karina yang telah melahirkan Tanpa memberi tahu kami. " Ucap surya.


"Oh ya Jelas, Jelas salah! Gara-gara Anak anda. Karina hampir saja merenggut nyawa dengan bayi yang di kandung nya waktu itu." Surya dan Mekki terkejut penuturan Darsa yang terdengar Kesal.


"Dion? Kenapa dengan Dion dan Apa maksdnya karina hampir merenggut nyawa.? Saya Kurang jelas dengan pembicaraan Anda Pak." Tanya Surya yang masih agak tak paham dengan pembicaraan Pak Darsa ini.


Bayi yang di gendong bu maya menangis karena kaget dengan suara lantang Pak Darsa.


"Karina Bawa anakmu masuk ke kamar. " Ucap Darsa,Karina mengambil Anaknya dari tangan ibunya. Lalu masuk ke dalam kamar. menenangkan bayi mungil nya.


Pak Surya Kaget bukan main dia tak percaya jika anaknya tega melukai istri nya sendiri.


"Tidak mungkin, Dion tidak mungkin melakukan hal itu kepada karina. Selama ini mereka juga baik-baik saja. Dan Dion juga sangat mencintai karina. Saya tidak percaya Apa yang di katakan Anda. " Ucap Surya.


"Jaga bicara Anda ya pak Darsa, kami datang ke sini baik-baik kenapa Anda menerima kami dengan tidak baik. " Akhirnya Bu Mekki angkat bicara. ia tak Terima jika anaknya sebagai Suami KDRT (kekerasan Dalam Rumah Tangga)


"Bu, Bawa Bu Susi ke sini agar dia yang bicara. Dia lah saksi dari masalah ini. " / " Ya pak, Ibu ke Bu Susi dulu. "


šŸšŸšŸ


Tok tok tok..

__ADS_1


"Assalamu'alaikum.. Bu Susi, Bu. "


"Walaikum salam.. Bu Maya? Ada apa ya Bu.? tanya Bu Susi.


" Bu, tolong ikut ke rumah saya sebentar. saya ingin ibu jadi saksi yang telah menolong karina. sekali lagi Bu saya minta tolong. "


"Oh gitu? baik bu. Tenang saja saya akan bantu ibu maya. " / "Terima kasih bu susi. "


Bu Maya dan Bu Susi berjalan beriringan menuju rumah kontrakan karina. mereka masuk ke dalam rumah. pak Surya dan bu mekki menoleh ke dua orang yang masuk ke dalam. Bu Susi di persilahkan duduk sedangkan Bu Maya masuk ke dapur untuk membuat minuman.


"Silakan duduk Bu Susi.. "/ " Terima kasih pak Darsa. "


"Saya selaku ayah karina ingin ibu susi yang bicara tentang kejadian hari di mana karina bertengkar dengan suami. " Ucap Darsa bu susi mengangguk mengerti.


"Sebelumnya perkenalkan saya susi. saya tetangga sebelah mbak karina. Saya memang mendengar pertengkaran mbak karina dan suaminya, Mas Dion Hari itu. sebelumnya juga mereka sering bertengkar. yang saya dengar Mereka bertengkar masalah Mas Dion yang jarang pulang ke rumah, sering berkata kasar dengan istri nya akhir-akhir ini. puncak nya Hari itu di mana Mas Dion pergi membawa koper besar dan sebelum nya mendorong mbak karina hingga kontraksi. Saya dan suami saya yang membawa mbak karina ke rumah sakit pada waktu itu. " jelas bu susi.


"Terus Di mana Dion Pergi? " tanya bu mekki.


"Saya dengar dari mbak karina. Mas Dion pergi ke rumah Susan. Saya juga tidak tahu siapa Susan itu. Tapi yang saya dengar Susan tinggal di desa sebelah. "


"Sudah jelas kan? kalau saya tidak bohong. " Ucap Darsa.


Suami istri itu terdiam, Pak Surya seperti menahan amarah. Bu Maya datang dan menghidangkan minuman dan cemilan. mempersilahkan tamu untuk meminum.


" Minum dulu Pak, Bu. kita bicarakan dengan kepala dingin saja. Saya rasa jika kita memperkeruh suasana dari masalah ini saya takut karina akan tergoncang psikis nya. "


Mereka mengangguk setuju, bagaimana pun kalau masalah menyelesaikan dengan kekerasan akan berujung tak baik. Mereka minum dan menghela nafas pasrah.


Mereka juga tidak bisa menyelesaikan masalah ini. Jika pakar masalah nya saja tidak ada. Mereka termenung Orang tua Dion juga merasa malu Dengan kelakuan anaknya


šŸ’•šŸ’•šŸ’•


Bersambung.....


Hei para Reader's yang telah baca novel ini. Saya banyak- banyak Terima kasih šŸ™ telah membaca novel receh ini.


jangan bosen-bosen menunggu ya. šŸ˜‚ Karena Author punya bayi jadi seenaknya saja Up-nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan share. dan klik favorit agar tak ketinggalan Update nya. Oke. šŸ‘Œ


__ADS_2