
Di rumah Karina, mereka kedatangan tamu yaitu teman lama Darsa. Namanya Herlambang, sebelumnya Herlambang memang menginginkan Karina sebagai menantunya. Tapi, waktu itu Karina sudah menerima pinangan Dion sehingga Herlambang mengurungkan niatnya untuk melamar Karina untuk Anaknya Radit.
Karina yang berada di dalam kamar bersama Daren tak tahu akan di jodohkan dengan seorang pria.
“Bagaimana pak Darsa, Jika Karina dengan Radit di jodohkan mereka begitu sangat serasi sekali. “
“tapi anak saya janda anak satu pak, apakah nak Radit mau menerima dia? “Tanya Darsa.
“Saya akan menerimanya pak, lagi pun saya memang suka dengan Karina sudah sejak lama. “
Darsa terkejut dengan pengakuan anak sahabatnya ini. Aku panggilkan dulu anaknya dia ada di dalam kamarnya.
“Karina? “
“Iya, sebentar. “
Karina bergegas membuka pintu kamar dan melihat Bapaknya sudah ada di depan pintu.
“Ada apa pak? “
“Ikut bapak sebentar, biarkan Daren bermain sendiri di kamarnya. “
“Baik.. “
Darsa dan Karina menemui mereka di ruang tamu. Karina sedikit bingung dengan kedatangan mereka. Karina dan Darsa duduk di seberang mereka.
“Karin, kenalkan ini pak Herlambang dan anaknya Radit. “Karina menyaliminya secara bergantian.
“Nak, bapak dan pak Herlambang sepakat jika kamu dan Radit menjodohkan kalian. Bagaimana dengan mu? “ Tanya Darsa.
“Tapi, Karina janda pak. "
“Kamu tidak usah khawatir aku akan menerima anakmu seperti anakku sendiri. lagi pula aku tidak mempersalahkan dengan status apa yang kau sandang. “
"Bagaimana apa kamu bersedia menjadi istrinya? “
Karina belum bisa memberikan jawabannya, ini terlalu mendadak dan dia sangat Shock dengan rencana bapaknya.
“Minum dulu pak Herlambang dan Nak Radit. “
Maya meletakkan cangkir teh untuk mereka, tak lupa anak dan bapak itu turut mengucapkan Terima kasih.
“Karin, jangan pernah menolak seorang yang akan mengajakmu beribadah. Sudah waktunya kamu melepas jandamu, nak. Kasihan Daren, dia juga butuh sosok Ayah yang bisa membimbing nya.“Kata Maya, dia menasehati anaknya agar tidak boleh menolak lamaran pria.
Setelah bergelut dengan pikirannya, akhirnya Karina mengangguk sebagai jawabannya. mungkin sudah waktunya dia melepas status jandanya dan menikah dengan pilihan bapaknya.
Karina harap ini yang terakhir kalinya dan untuk seumur hidup, dan Daren anak satu-satunya mendapatkan kasih seorang ayah walaupun itu bukan ayah kandungnya sendiri.
Herlambang dan Radit tersenyum senang, Radit membuka kotak cincin tunangan dan memasangkan di jari Karina.
Orang tua yang menyaksikan ikut bahagia dalam tunangan anaknya.
“Kira-kira kapan waktu terbaik untuk mengadakan nikahnya. “Ucap Herlambang, dia sangat tak sabar ingin segera menikahkan mereka.
“Bagaimana dengan dua minggu lagi, lebih cepat lebih baik bukan? “
Herlambang mengangguk, membenarkan.
“Itu sangat cukup untuk mempersiapkan acaranya.“
__ADS_1
“Minum dulu pak.. "
“Ya Terima kasih. "
Saat mereka asyik mengobrol, Tiba-tiba Daren berteriak memanggil Karina. .
“Mama.. “
Semua orang yang mendengar nya menoleh ke arah Daren dan baru menyadari jika sedari tadi mereka mengabaikan anak tiga tahun itu bermain sendirian.
“Ya.. “Karina menoleh, lalu dia menepuk jidatnya tat kala lupa dengan anaknya .
“Kenapa lama sekali. . “
Karina langsung menghampiri Daren yang berdiri tak jauh dari mereka duduk.
“Sayang, maafin mama yah? ada tamu Opa . Ayo, salim dulu. “Kata Karina, lalu menyuruh Daren untuk bersalim dengan calon Opa dan Ayahnya itu.
“Daren, ini namanya Opa Herlambang dan yang sebelahnya namanya Om Raditya. “Karina memberitahu anaknya dan memperkenalkan mereka.
ᰔᩚᰔᩚᰔᩚ
Tasya yang enggan bangun dari tidurnya, merasa terganggu dengan suara telepon yang terus berbunyi.
“Sialan! siapa yang menelponnya. menggangu saja! “
“Ya, Halo? “Ucap Tasya dengan suara serak khas bangun tidur.
“Kamu dimana? kenapa lama sekali angkat telponnya. Mana uang setoran! “
“Sialan! “ gerutunya dalam hati.
“Ya, aku pasti akan kirim uangnya kenapa nggak sabaran banget sih. “
Tiba-tiba telepon di matikan sepihak, Tasya mendesah kesal. “Kenapa dia tidak mati saja sih! sialan. “
“Ada apa? “Tanya Rio.
“Biasa, mama gue minta uang setoran. “Kata Tasya, dia mendengus kesal.
“Lo gak capek gini terus, Sya? “
“Ya capek! gue bingung Rio. Bingung bagaimana caranya keluar dalam kubangan hitam ini. Capek, gue capek banget Rio... “Tasya memukul kepalanya dia merasa pusing dan tertekan menjalani hidup seperti ini.
“Kenapa nggak kabur aja? “
“Gue sempet berpikir seperti itu? Tapi, gue juga butuh bantuan orang lain yang bisa membawa aku pergi Rio. “
“Bagaimana kalau aku bantu? gue akan bantu lo pergi jauh dari kota ini. Bagaimana? “
“Lo serius? lo bisa bantu gue pergi jauh dari kota ini? “Tanya Tasya.
Rio mengangguk, Dia juga mulai jenuh menjalani hidup dalam kegelapan. Mungkin saatnya dia dan membawa Tasya pergi jauh dari kota yang tidak ada orang yang tau mereka.
“Besok kau bawa pakaian mu dan jangan sampai ibumu tau. “
“Oke.. “
“ Sekarang temui ibumu dan pulang, biar Mia di sini bersamaku dulu. “
__ADS_1
“Ya sudah, gue pergi dulu. “ Tasya mengambil tas yang tergeletak di lantai dan memakai sepatunya lalu pergi dari kamar Rio.
ᰔᩚᰔᩚᰔᩚ
Mia yang baru bangun dari tidurnya, merasa terganggu dengan suara dering telepon. Dia meraba ke arah suaranya.
“Ya.. “
“Kamu di mana! “Mia melihat siapa penelponnya. Dia membaca nama kontaknya dengan melototkan matanya hampir keluar dari kelopaknya.
“Papa.. ada apa pah? "
“Sekarang kamu ada di mana? Kenapa nggak ada di apartemen. "
“Mia.. Mia.. “
“Sebenarnya kamu di mana! “
Dion mengeraskan suaranya, dia sedikit khawatir dengan anak sambungnya itu.
"Mia di rumah temen pah, Mia bosan dan pengen main. “
“Sekarang kamu di mana dan kasih tau lokasinya. Papa akan jemput kamu. “
“Iya pah, nanti Mia kasih tau lokasinya. Sekarang Mia mau cuci muka dulu. “
“Ya baiklah. . “
Mia langsung turun dari ranjang, lalu melihat sekelilingnya. hingga melihat pintu kamar mandi di sebelah kiri.
Mia mencuci mukanya, lalu menatap cermin menatap dirinya sendiri.
“Hari ini aku harus mendesak papa agar mau menikahi aku. Aku juga butuh kepastian yang jelas. “ Dia berbicara dengan dirinya sendiri.
“Apa pun yang terjadi, aku akan tetap bertahan bersama papa. "
Setelah itu, Mia keluar dari kamar lalu melihat sekeliling di ruang tamu.
“Udah bangun? “Tanya Rio, saat melihat Mia sudah bangun dari tidurnya.
“Astaga! bikin kaget saja. "
“Hehe.. Sorry? kamu mau kemana? “
“Rio, gue mau pulang dulu yah. papa aku nyariin soalnya. Ohya, sekalian sherlock dong. Gue nggak tau lokasinya. "
"Sini.“ Rio mengerikan sherlock ke handphone Mia. dan mengirimkan nya ke Papa Dion.
" Thank you, Rio. “Kata Mia, lalu mencium bibir nya sebagai hadiahnya..
"Auuhm... "
“Kita sudahi saja, ohya Btw thank you ya. " Ucapnya, Rio duduk di sofa sambil menyesap putung rokok yang di apit jari.
“Ya,, “
Mia pergi meninggalkan Rio yang duduk di sana, tangannya mengelap bibirnya yang mendapatkan asupan gizi pagi..
Bersambung...
__ADS_1
Bantu suport dengan Like and Comment...
Thanks..