KARMA WANITA PENGGODA.

KARMA WANITA PENGGODA.
7. Kesedihan Karina.


__ADS_3

Karina menangis tersedu-sedu di dalam kamar bersama bayinya. Dia juga mulai berfikir bagaimana merawat anaknya yang masih bayi hanya seorang diri. ia juga masih butuh suami yang siaga dan memberikan dukungan untuk merawat anak pertama nya. Tapi, Itu hanya khayalan semata saja. Nasib dirinya tidak seperti wanita yang lain. Yang selalu ada untuk istrinya dan perhatian perhatian kecil.


Pintu kamar terbuka, Karina melihat ibunya masuk. Menghapus air mata yang ia tumpah kan sedari tadi.


Sang ibu duduk di sebelah karina dan mengusap-usap pundaknya agar kuat menjalani kehidupan yang kejam ini.


"Ibu tau, ini sangat menyakitkan. dan sangat-sangat berat untuk kamu jalani sendiri. Tapi, Ibu pinta agar kamu kuat menjalani kehidupan ini. jangan merasa sendiri, masih ada ibu dan bapak yang selalu menemanimu. "


Karina menatap ibunya dan tak kuasa lagi menahan tangis ia menangis sejadi-jadinya di bahu sang ibu.


Ketegaran nya di depan orang tumpah di depan sang ibu. memeluk erat wanita yang telah melahirkan nya.


"Sudah, Sudahi air mata kamu. Ibu sangat sakit jika kamu terus menerus menangisi laki-laki biadap itu. Hari ini saja kamu menangis esok atau seterusnya jangan pernah menangisi hanya karena seorang laki-laki, paham. "


"Karina harus bagaimana mana bu? karina tak kuat menghadapi ini sendiri. Aku terlalu lemah menghadapi mas Dion."


"Ibu dan Bapak akan selalu ada untuk kamu. jangan bersedih lagi ibu tak bisa melihat anak perempuan ibu ini menangis. "


šŸ”„šŸ”„šŸ”„


Dion yang sedang bekerja di dalam ruangan. Kaget, dengan suara pintu yang dibuka dengan kasar. Melihat Orang tua nya yang membuka mengurungkan niatnya untuk memaki-maki.


"Tumben Bapak sama Ibu kesini? Ada apa?. " Tanya Dion.


Pak Surya melangkah mendekat Ke arah Dion. Lalu satu tamparan di layangkan ke pipi Dion. Dia sangat terkejut dengan perlakuan bapaknya. yang tiba-tiba menampar dirinya.


"Anak sialan, bikin malu saja kamu. "


"Maksud bapak apa? Dion nggak ngerti apa yang bapak bicarakan?. "

__ADS_1


"Bagaimana cara kamu mendidik anak mu ini, Mekki. Bikin malu saja, Aku malu di depan orang tua karina bahkan tetangga nya saja tahu?Kita selaku orang tua tidak tau masalah yang di alami anak dan menantu bu."


"Pak, ibu juga tidak tau jika dion bisa melakukan hal ini. "Ucap mekki.


"Apa yang kalian bicarakan? aku tak mengerti. "


"Tak mengerti? pikiran kamu saja hanya napsu dan ************. Gimana mau mengerti dan peduli dengan istrimu. Dengar ya Dion, Karina sudah melahirkan seorang bayi laki-laki. Dan kamu dengan teganya membuang mereka. " teriak pak surya.


Degg..


"Melahirkan bayi laki-laki? Dan mereka tahu dengan masalah aku dengan Karina.? " Batin Dion.


" Ya, Aku akui jika aku tidak perduli lagi dengan Karina. Dan Aku telah mendaftarkan perceraian aku dengan Karina. " Dion tak lagi menutupi nya lagi. lebih baik bicara sekarang dan berus terang dengan orang tua nya.


"Anak setan!!! Terbuat apa otak dan pikiran kamu ini hah.. sama saja dengan ibumu itu, kalian memang anak dan ibu yang cocok. " pak surya melangkah pergi dari ruangan dion. Dion dan Ibunya mekki hanya diam menatap kepergian pak surya.


Ibunya menatap sang anak, lalu pergi mengejar suaminya yang terlebih dulu keluar.


****


Dion Mengusap-usap bekas tamparan bapak nya. Dion tak fokus dengan pekerjaan nya, Dia terdiam sesaat. Dia merasa ada yang aneh dengan bapaknya yang selalu kasar pada diri nya.


Dia tidak pernah merasakan rasa kasih sayang Bapak yang di berikan pada dirinya. Dion menyesap putung rokok dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan.


Rahangnya mengetat tangannya mengepal hingga memutih.


"Sialan.. Aggrrhhh."


Dion membuang putung rokok, lalu ia melangkah pergi.

__ADS_1


***


Di rumah karina, dia sedang menggendong bayi laki-laki nya. Matanya menatap keluar jendela. Surat pengadilan sudah ia Terima, Hati dan pikiran nya sudah lelah. menatap bayi mungilnya, dia meneteskan air mata nya. Dulu saat masih bersama dan suaminya masih perhatian. Dia selalu berfikir jika anaknya lahir akan bertambah kebahagiaan. Tapi, fikiran itu hanya bayangan saja. Suaminya telah pergi bersama wanita lain, meninggalkan dirinya dan anak yang masih butuh ayah.


"Aku berdoa setelah ini, Ada kebahagiaan yang menanti. Aku harap ada yang membuat kita bahagia nak. walaupun itu bukan bersama ayahmu. "


Tok Tok tok.


Karina menoleh, dia mengusap air matanya. lalu ia membukakan pintu,Ternyata Bapaknya yang mengetuk.


"Bapak? Ada apa? "


"Bapak hanya mau bilang kita sudah dapat pengacara yang terbaik."


"Oh,, Iya terima kasih pak sudah membantu karin. "


"Iya sama-sama, bapak hanya mau bilang itu saja.. Karina. "


"Iya pak, Apa ada yang ingin mau bicarakan ke karin? "


"Bapak ingin kamu berhenti menangisi suami mu itu. Jangan bersedih berlarut-larut karina. Kasihan anakmu ini, dia juga akan sedih jika kamu bersedih terus. Bapak dan Ibu akan selalu ada untuk kamu, Oke. "


"Maafin karina pak, Karina memang lemah. Dan tak Terima dengan semua ini. "


"Iklaskan saja dia, Biarkan dia bersama orang yang ia pilih sendiri. Tapi kamu, harus kuat menjalani kehidupan ini. Ya sudah, Bapak mau istirahat dulu. Kamu istirahat jangan sampai sakit. "


Karina mengangguk.


Karina menutup pintu kamar, lalu ia meletakkan bayinya di ranjang. dia juga membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Memejamkan matanya yang terasa berat akibat sering menangis. perlahan ia mulai tertidur bersama bayinya.

__ADS_1


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Bersambung...


__ADS_2