KARMA WANITA PENGGODA.

KARMA WANITA PENGGODA.
9. Awal kejadian.


__ADS_3

𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧...


Sudah satu bulan lamanya, Dion dan Karina bercerai dan kini sudah menikah dengan Susan keesokan harinya saat resmi bercerai.


Kini Dion dan Susan pindah rumah dan itu dekat dengan rumah Karina yang lama. Seperti sengaja, ini memang keinginan Susan yang ingin pindah rumah dekat Karina.


Susan ingin memperlihatkan bahwa dia adalah pemenangnya. Dion hanya menurut saja apa yang di mau Susan entah itu pindah rumah ataupun yang lain juga.


𝐃𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐇𝐚𝐫𝐢..


Entah apa yang di pikirkan oleh Mia, sejak ia bertemu dengan calon suami mamahnya hingga sekarang sudah menjadi suami nya dia masih bertanya-tanya kenapa suami mamah nya sangat muda dan lebih pantas jika bersanding dengannya.


Mia yang mulai ada rasa cinta dengan suami mamah nya, ingin mencoba sesuatu yang menarik dengan nya.


“Kenapa bisa, mamah bisa mendapatkan Om Dion? Dia muda, tampan, kaya, juga merupakan pria yang aku idamkan. ” Ucap Mia, dia berdiri bersandar di dinding dengan menatap Dion yang sedang duduk menonton film di TV.


“Apa jangan-jangan? mamah pakai jasa dukun? ini mustahil jika tidak ada campur tangan orang lain? ” Ucapnya Lagi, dia mengetuk jarinya di bibirnya.


“Apa aku coba menarik Om Dion? Apakah dia memang suka dengan wanita yang sudah berumur? atau memang ada suatu yang menariknya untuk bersama mamah? ”


“Oke, aku akan mencobanya. ” Mia merapikan penampilan nya.


Memakai baju tidur berwarna hitam tanpa lengan dengan panjang di atas lutut, Mia berjalan ke arah Dion dan Susan lalu bergabung dengan mereka di tengah-tengah duduk nya.


Susan yang melihat putrinya yang datang bergabung hanya sekilas menatap dia lalu kembali menonton film. membiarkan anak gadisnya menonton film bersama dengan nya.


“Film apa ini? ” Tanya Basa-basi.


“Tentunya Film barat, juga ini film romantis. ” Jawab Susan, tanpa melihat Mia.


Mia mengangguk-aguk, dia coba menyimak isi dalam film nya dengan snack di tangannya. Mia memakan Camilan sebagai teman menonton film nya.


Selang beberapa jam kemudian, Susan yang lelah terus menguap rasa kantuk yang menyerangnya sampai ia terus menguap tanpa henti.


“Kamu ngantuk? ”Tanya Dion, Susan mengangguk dengan menahan nguapnya yang sudah tak ter kendali lagi.


“Aku ngantuk banget, aku tidur duluan yah? ” pamit Susan, Dion mengangguk.


“Ya sudah, kamu tidur duluan aja. Aku masih ingin menonton satu film lagi yang Aku belum lihat. ”


“Baiklah, Aku masuk duluan yah? ”


Susan berjalan ke dalam kamar tidur nya, lalu menutup nya dengan rapat-rapat. Setelah Susan Masuk ke kamar, di ruang TV hanya mereka berdua yang menonton dan akhir film pun selesai saat Susan sudah masuk ke dalam kamar.


“Yah..Sudah selesai? ” Tanya Mia dengan diri sendiri.


“Iya, tapi ada satu film lagi yang belum aku putar. Kau ingin mencoba menonton nya? ”Tanya Dion, Mia menoleh ke arah Dion lalu mengangguk.

__ADS_1


“Ini, masih ada satu film lagi kamu masukkan di DVD-nya. ” Mia menerimanya, lalu melangkahkan kakinya ke meja bawah TV, dia memasukannya DVD-NYA dengan membungkukkan tubuhnya.


Dion membenarkan pakaiannya yang mulai tak nyaman ia pakai.


Setelah memasang DVD, Mia kembali duduk di sofa. Kali ini jarak mereka sangat dekat hanya di batasi oleh snack yang di taruh Mia di tengah-tengah nya.


“ini film apa Om? ” Tanya Mia, dia menatap mata Dion .


“Kenapa masih memanggilku Om? kenapa tidak memanggilnya dengan papa? sekarang kan aku sudah menjadi papa sambung mu. ” Ucap Dion, Mia mengedipkan matanya beberapa kali tak percaya dengan ucapannya.


“Kau ingin aku panggil papa? ” Dion mengangguk.


“Itu terdengar sangat nyaman, aku tak suka di panggil Om. Aku berasa sudah tua saja! ” Dion sedikit kesal, dia belum setua itu?


Umurnya yang masih 34 tahun, Dion yang begitu muda dari ibu nya Mia. Yah, Susan yang sudah berumur 49 tahun memang tidak pantas untuk bersanding dengan Dion yang muda. Mungkin lebih pantas jika mereka ibu dan Anak.


Film pun mulai di putar, Awal cerita yang bagus dan menarik menurut Mia. Mia yang tidak tau jika film itu khusus untuk para pengantin baru.


“Kenapa dia pilih wanita yang berambut panjang? menurut ku yang berambut pendek sangat manis dan lebih cantik.” Tanya Mia.


“Tidak semuanya yang cantik menarik perhatian Mia, papa lebih pilih yang berambut panjang sih. ” Ucap Dion memberikan pendapatnya sebagai pria, Mia menatap Dion tak percaya.


Ternyata papa tirinya suka wanita yang berambut panjang? bagaimana aku yang pendek, pasti akan susah mengambil hatinya.


“matikan saja lampunya, ini terlalu terang juga membuat panas udaranya. ” suruh Dion, memang lebih Asik jika menonton film lampu di matikan seperti di bioskop-bioskop.


“Iya, sana kau matikan dulu. ”


Mia pun menurutinya, dia mematikan sebagian lampu besarnya dia hanya menyisakan lampu tidur kecil di pojokan ruang.


Ruang TV begitu gelap, hanya pencahayaan dari TV yang menyala terang. Mia duduk kembali, tak sengaja pakaian nya tersingkap.


Dion memegangi lehernya, dia tak mengerti lagi dengan posisi yang seperti ini.


“Mia? ” panggil Dion dengan lirih.


“Hah? ada apa, pa? ” Tanya Mia bingung.


“Mia apa kau sudah memiliki pacar?” Tanya Dion.


“Belum, juga belum menemukan pria yang benar-benar aku cintai. ”


“Kira-kira seperti apa tipe pria yang kamu inginkan? apakah papa juga termasuk? ” Dion memancing pembicaraan nya, dia penasaran seprti apa pria yang di sukai anak sambung nya.


“maksudnya?” Tanya Mia dengan kebingungan, apakah papanya mulai tertarik dengan dirinya?


“Apa pendapat mu tentang papa? ” Tanya Dion.

__ADS_1


“Hmh, papa baik tampan juga merupakan bagian tipe pria idaman aku. kenapa papa mau sama mama? padahal kalian terpaut sangat jauh sekali umurnya. ” Tanya Mia, Dion seperti sedang di interogasi oleh anak sambung nya ini.


“Entahlah,papa dulu dan mama mu tak sengaja bertemu di jalan karena seiring berjalan nya waktu mamah mu dan papa mulai ada rasa. ”


“Ohya? ”


“Ya, aku rela meninggalkan istri pertama papa demi mamah mu. dulu sebelum mendapatkan mama mu papa sangat terobsesi dengan nya. Sekarang, entah mengapa rasa cinta papa sedikit memudar. ”


Dion memeluk tubuh Mia, Dia merasa sangat rindu dengan sosok perempuan di masa lalunya. Dion melampiaskan kerinduan nya dengan memeluk Mia lalu menutup mata dan membiarkan seperti ini sejenak.


“Apa papa rindu dengan dia? ” Dion mengangguk, dia tak bisa berkata-kata akan rasa yang ia rasakan sekarang.


perkataan karina terus terngiang-ngiang di kepala nya, juga dia sangat penasaran dengan anak yang di kandung karina pada waktu itu.


Rumah tangga nya mulai hambar juga sangat monoton. Melihat wajah Mia, Dion sedikit ada rasa dengan anak sambung nya itu.


Mia yang cantik juga sangat muda membuat Dion menerawang ke masa lalu dengan Karina. Dulu, dia lah yang memaksakan karina agar mau dan percaya dengan dirinya untuk berumah tangga. Tapi, setelah bertemunya dengan Susan membuat rumah tangga nya hancur tanpa sisa.


Dion rasa, dirinya sedikit tak terkendali kan jika bersama Susan dan jika bersama karina akan terus berdebat dan bertengkar setiap harinya.


Tubuhnya menolak jika berdekatan dengan karina, wajahnya yang cantik menjadi buruk di matanya. semua yang di lakukan Karina membuat nya emosi dan ingin sekali melukainya.


Crᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡💦💦💦


Dion menyemburkan benih-benihnya tembakannya tepat sampai dalam hingga Mia terjatuh lemas. Awal yang bagus untuk Mia, Dion begitu sangat bersemangat juga tak menolak Mia sebagai selingkuhan nya. Mia yang sangat suka Juga Dion yang mulai tergoda dengan kemolekan yang Mia punya.


Dion langsung merapikan kembali pakaian nya lalu ia duduk kembali dengan benar. Dia mengambil satu putung rokok dan ia mengapit di dua jarinya. Dia menghisap rokok dan membuangnya di udara. sesuatu yang mendesak telah ia tuntas kan.


“tubuhku berasa enteng juga mendapatkan posisi yang sangat bagus di detik-detik terakhir . “ Kata Dion, sambil meminum air mineral yang ada di meja.


“Lain kali mungkin papa akan mendatangi kamu lagi. jangan khawatir, papa akan melakukan apa pun yang kau mau. Asalkan, kau menuruti kemauan papa di mana pun kau harus mau. Bagaimana?” Dion menawarkan sesuatu yang menguntungkan bagi Mia, kapan lagi? dia akan pilih dan meminta yang di maunya


“Oke,, Mia mau tapi papa jangan cari yang lainnya. Biarkan aku yang akan menemani papa sebagai partnernya? ”


“Deal! mulai sekarang kau milik papa. jangan coba-coba dekat dengan pria mana pun selain


papa. ”


“Itu tidak akan terjadi, karena aku selalu menepati janjinya. ”


Mereka melanjutkan lagi menonton film yang terjeda mereka menonton nya hingga sampai selesai. Dion yang merasa kurang mengajak Mia ke kamar nya untuk melanjutkan kembali..


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2