
𝐊𝐞𝐞𝐬𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐇𝐚𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚...
Susan menunggu Dion keluar dari Apartemen, dia terus mengawasi lorong Apartemen. Susan penasaran kenapa suaminya pergi ke apartemen dan tidak pulang semalaman.
Kecurigaan Susan benar-benar kuat, jika Dion selingkuh di belakang nya. Jika hari ini bertemu dengan perempuan selingkuhan nya Susan pastikan tidak akan selamat dari nya.
Beberapa jam kemudian..
Yang di tunggu-tunggu akhirnya keluar juga, Dion keluar di kamar paling ujung. Susan membenarkan topi dan kaca matanya agar Dion tak mengenalinya saat berpapasan.
Dion yang sedang buru-buru tak menghiraukan orang-orang yang berpapasan dengan nya.
Setelah Dion pergi, Susan berjalan ke apartemen yang paling ujung memencet tombol bel pintu .
Mia mendekati pintu apartemen dan melihat siapa yang bertamu, dia melihat di celah pintu alangkah terkejutnya dia melihat ibunya di depan pintu.
“M-mama? kenapa bisa mama tau apartemen ini? Bagaimana ini . “
Mia yang panik langsung berlari ke kamar lalu mencari handphone. Dia mencari kontak telepon dan mencoba menghubungi papa nya.
"Halo, pah? " Ucap Mia ketakutan.
"Iya sayang ada apa? kenapa suaramu seperti ketakutan? “
“Pah, mama ada di depan! mama sepertinya tau kalau papa pergi ke sini. “Mia terus merasa ketakutan.
“Jangan keluar dulu dari apartemen kunci pintu dan jangan membuka pintu jika ada orang yang mengutuknya. "
“Baik, pah. terus bagaimana dengan mama? “
“Nanti papa yang urus, kamu tenang dan jangan panik oke. “
“Papa matikan teleponnya. “
Dion mematikan telepon dengan sepihak, lalu dia mencoba menghubungi Susan.
“Halo, kamu di mana? “ Tanya Dion dengan marah-marah.
“Aku di luar, ada apa? "
“Pulang sekarang! “
Susan tak membantah perintah Dion, dengan berat hati dia meninggalkan apartemen Dion dan Mia.
“Awas saja! Aku pastikan kau akan menderita wanita sialan. “Setelah mengatakan itu dia pergi dengan kekecewaan.
Susan sedikit berlari menuju lift, setelah naik dia terus menggerutu dan mengumpati suaminya yang suka berbohong bahkan berselingkuh.
__ADS_1
Susan tak Terima dirinya di dua kan, tanpa di sadari Susan dia telah mendapatkan karma telah merebut Dion dari Karina.
Susan yang tak lagi muda, dia menjadi khawatir jika Dion Akan meninggalkan dirinya dan menikah dengan perempuan lain.
Satu jam kemudian..
Susan turun dari taksi online, melihat Dion yang sudah berada di depan rumah mendadak takut.
"Mas."
“Dari mana saja kamu! aku sudah menunggu di depan rumah selama satu jam lebih. Bisa-bisanya kamu malah kelayaban."Teriak Dion tak terkendali.
Tetangga yang mendengar suara teriakan dari rumah Dion dan Susan keluar rumah dan melihat pertengkaran mereka. Tetangga yang sudah terbiasa mendengar nya hanya melihat lalu masuk kembali ke dalam rumahnya.
“Ada apa lagi sih? “
“Nggak tau, ribut terus mereka. "
“Mungkin mereka dapat karmanya telah menyakiti istri pertamanya itu. Hari-hari bertengkar dan ribut hingga bosan. "
“Bener, sekarang juga suaminya berulah lagi. selingkuh kembali dengan wanita lain, sekarang sih belum tau seperti apa perempuan itu. dengar-dengar perempuan selingkuhan nya masih muda. “
Bisik-bisik para tetangga..
"Masuk! “ Perintah Dion, Dia tak ingin menjadi tontonan para tetangganya.
Susan membuka kunci pintu lalu masuk ke dalam dan di susul oleh Dion.
“Aku pergi ke apartemen yang kamu inap. Dan ingin tau siapa selingkuhan mu itu. “
“Kamu itu sudah tua, jangan berulah dan jangan bikin masalah lagi. "
“Aku nggak Terima yah kalau aku di selingkuhi mas! kamu juga jarang nyentuh aku akhir-akhir ini apa kamu sudah tak peduli lagi sama aku? “Tanya Susan dengan emosi.
“Ya wajar kalau Aku selingkuh, kamu juga dapatkan Aku juga hasil merampas kan? Jadi, Terima saja dengan nasibmu ini. "Ucap Dion enteng.
“Apa kamu juga akan menikah lagi? dengan wanita ja*ang itu? “
“Kau tak perlu tahu dan jangan cari tau lagi tentang aku saat di luar sana. Jika ini terulang lagi, aku tak segan-segan menceraikan kamu. "
“Sudahlah Susan, aku ini masih muda dan tampan. wanita mana yang tak mau denganku jika kau tak mau lagi hidup denganku ya pisah saja. “
“Aku nggak mau! Aku sayang sama kamu mas, Aku nggak mau cerai. “
“Makanya jaga sikap kamu itu, sudah tua mana ada yang mau sama kamu. tubuh sudah bergelambir wajahnya sudah tak menarik membuat ku muak saja. "
Dion masuk ke dalam kamar, membersihkan tubuhnya. Susan menunggu Dion di atas ranjang, Susan ingin mengambil hati suaminya kembali.
__ADS_1
Susan memakai pakaian tipis, lalu berdandan untuk menarik perhatian tak lupa dia juga memakai parfum ke seluruh tubuhnya.
Ceklek..
Dion keluar dari kamar mandi, melihat Susan yang berpakaian tipis menjadi muak bahkan tak nafsu saat melihat bagian tubuh sensitif nya.
"Kenapa berpakaian seperti itu? “
“Aku ingin, dan Aku sudah tak tahan lagi. “Kata Susan dengan sedih.
Susan yang kurang belaian dari Dion merasa kesepian setiap hari. Hari ini Susan tak mau di tolak lagi.
“Kapan-kapan saja lah, lagian aku juga nggak napsu. " Tolak Dion mentah-mentah.
“Kalau begitu minum dulu, kamu pasti haus kan? “
Dion yang tak curiga langsung meminum air yang di kasih Susan. Setelah melihat suaminya meminum air yang ia berikan tersenyum senang.
Beberapa menit kemudian Dion merasa kepanasan dan terus menggosok tubuhnya yang merasa tak nyaman.
"Susan, nyalakan AC nya. kenapa panas sekali padahal sudah mandi. “Dion terus berusaha mengendalikan tubuhnya yang tak karuan.
“Sialan, kenapa tidak nyaman seperti ini. “
“Kamu kenapa mas? “Tanya Susan pura-pura tidak tahu.
“Sini! “ Susan mendekati Dion lalu duduk di atas pahanya.
Tangannya merangkul ke leher Dion dengan manja. Susan terus menggoda Dion dengan mencium daun telinga nya dimana titik sensitif pria.
Meraba ke dada bidangnya dan terus kebawah. hingga berhenti di bagian yang ia suka yaitu lolipop berbulu.
Susan membangkitkan lolipop berbulu dengan mengulum dan mengurutnya dengan gerakan cepat.
Dion yang merindukan ini mengerang kenikmatan hingga menekankan kepala Susan agar memperdalam kulumannya.
" Yeah.. “
Susan menatap Dion dengan senang, rencananya berhasil. setelah lolipop berdiri tegak, Susan merebahkan Dion di atas kasur. Kali ini dia yang mengendalikan Dion dengan agresif.
Sekian lama tak melakukannya Susan bersemangat saat lolipop nya masuk dengan sempurna. Susan yang bernafsu tinggi terus bergerak cepat hingga Dion terus meracau kenikmatan.
“Yeah.. Yeah.. lebih cepat lagi. “
Dion yang tegang, meremas boba Susan sampai membuka mulutnya. Susan terus menggoyangkan pinggulnya tanpa merasa kelelahan.
Dion yang merasa sudah memucuk mengambil alih dan menggempur Susan habis-habisan. Susan terus mengeluarkan suara anehnya hingga memenuhi kamar.
__ADS_1
Sampai akhirnya Dion ambruk di atas tubuh Susan. Mereka sama-sama kelebihan hingga tertidur dengan keadaan masih tidak memakai pakaian..
Bantu suport dan LIKE COMENT di bawah ini ya guys..