
𝐏𝐚𝐠𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐢..
Mia yang masih kesal dengan suaminya, dia mengurungkan diri di dalam kamarnya. Mia tak ingin melihat wajah mereka di pagi hari ini. Mia menulikan telinganya dan melanjutkan tidurnya hingga sampai siang.
Susan yang terus berteriak memanggil anak gadisnya tak kunjung datang dan menyahuti panggilan nya.
“Dia kenapa sih! sudah siang begini belum juga turun. “
“Biarin saja, kenapa sih. “
“Dia belum sarapan pagi dan sekarang makan siang pun dia tak turun. “
Dion yang tahu apa sebabnya, hanya menghela nafasnya dengan pelan. Dia merasa pusing dan tak dapat berfikir, dia merasa bersalah .
tak berapa lama, Mia turun dari lantai atas, berpakaian rapi dan terlihat sangat sexy membuat Dion memicingkan matanya menatap Mia.
“Kamu.. mau kemana Mia? “Tanya Susan.
“Aku ada urusan, dan aku akan pulang ke rumah ku sendiri. Jadi mama tidak perlu menunggu aku pulang. “
“Ya, baiklah. Hati-hati di jalan. “
“Mau papa antar? “Tanya Dion menawarkan. Mia menatap Dion dengan tatapan malasnya.
“Tidak perlu, aku sudah ada yang jemput. “
“Siapa? “
Mia langsung pergi meninggalkan Dion yang bertanya-tanya dengan siapa Mia akan bertemu dan siapa yang akan menjemput nya.
Dion melihat dengan jelas jika Mia pergi bersama seorang pria dewasa, tidak melihat bahwa di dalam ada wanita juga teman Mia, Dion menjadi marah. Dion berfikir jika Mia akan pergi berduaan dengan teman prianya.
“Mia pergi dengan pacarnya? “Tanya Susan tiba-tiba.
“Tidak tahu! “Dion langsung masuk ke dalam rumah.
Susan yang melihat raut wajah Dion yang marah menjadi bingung. Lalu ia mengejar suaminya yang bt.
“Kamu kenapa? kok kamu marah. “
"Nggak, kenapa kamu ke sini? “
“Ya aku bingung aja, kamu kenapa tiba-tiba marah saat melihat Mia pergi dengan pacarnya. “
“Aku nggak marah, Susan. Sudah yah! tolong, jangan membuat Aku tak betah di rumahmu. “
“Ya kan Aku cuman Tanya kamu ke~“
“Cukup! udah, kamu kenapa selalu mencari peluang untuk ribut dan membuat Aku muak dengan mu. “
“Hah? Aku cuma Tanya apa susahnya menjawabnya. “
“Pertanyaan mu itu terus memojokkan Aku Susan! kau benar-benar yah.. “Dion melangkah pergi meninggalkan Susan yang berdiri.
" Dia kenapa sih! “
ඞඞඞඞ
𝐂𝐚𝐟𝐟𝐞..
Mobil yang di tumpangi Mia dan temannya sampai di halaman Caffe. Mereka langsung menuju ke dalam dan memesannya.
“Lo kenapa Bt terus sih? "Tanya Tasya.
__ADS_1
“Gue BT banget pokoknya, kalian juga! ” Gerutu Mia dengan kesal, dia menopang wajahnya dengan lemas.
“Why? kemana papa kesayangan lo itu? “ Tanya Tasya, sedikit meledek nya.
“Dia lagi? justru itu yang bikin gue kesel. Mamaku bikin acara Dinner romantis di rumah dan gue melihat mereka di tengah-tengah nya. Coba bayangkan lo jadi gue? “
“Lo cemburu? makanya cari cowok itu yang saingan nya sama cewek lain. ini, saingannya nyokap lo sendiri. ”
“Sialan lo! gue juga nggak mau kali sama-sama terus sama papa gue. Tapi, papa gue yang nggak bisa mutusin gue, gimana dong? gue juga kasian sama mama gue, tapi gimana lagi gue di jerat sama papa. “
“Terus? “
“Sekarang gue juga udah nikah siri sama papa kemarin. “
“Serius? “
“Hmm.. gue juga nggak bisa Move on dari lolipop besarnya Tasya, “
“Gila emang sih! “
“Ngomongin apa? “Tanya Rio.
“biasa, “Rio mengangguk saja, tak mau banyak bicara.
Obrolan yang mereka tentang pria dewasa memang hal yang tabu untuk dibicarakan. Hingga hanya tersalur dalam labirin-labirin pembicaraan.
Beberapa menit kemudian, makanan yang Rio pesan datang. Pelayan menyajikan di meja mereka dengan sangat rapi. Mia yang terus BT menatap malas makanan di depan nya.
“Mia, makan. "
“Kok gue nggak napsu makan yah? ”
“Lo jangan mikirin itu terus! kaya nggak biasanya aja. “
Mia mencoba menyendokan makanan nya ke mulut walaupun rasanya tak enak dia berusaha makan.
“Lu ada masalah? “Tanya Rio, Mia mendongakan kepalanya menatap Rio lalu mengangguk.
“gue udah pesen minuman, lo mau ikutan nggak? “Tanya Rio.
“Boleh, di mana? “
“Di tempat gue, Ohya gue dan Tasya pindah ke tempat baru. “
“Kalian pacaran? “Tanya Mia, Tasya hanya terdiam saja.
Rio menoleh ke arah Tasya, “Mungkin kita akan menjadi suami istri? “Ucapan Rio membuat Tasya tersedak saat minum.
“Pelan-pelan saja.. ” Rio membantu menepuk-nepuk punggung Tasya yang tersedak. lalu ia memberikan minum untuk meredakan sakitnya.
“Kau.. mau sama dia? ”Tanya Mia, tak percaya.
“Hei! kau juga sama seperti ku, sialan. ”Ucap Tasya kesal dengan Mia.
“Aku kira.. dia nggak laku? gue kaget aja. ”Kata Mia, dengan tak merasa bersalah. Kesal dengan ucapan Mia, Tasya melemparkan tisu ke muka Mia.
“Sialan, Lo. ”
“Sudah, ’’
Mereka melanjutkan makannya, Tasya juga menjadi canggung setelah Rio mengatakan bahwa akan menjadi suami istri.
“Kau kenapa? ”Tanya Rio.
__ADS_1
“Mules kali? ”Timpal Mia, Tasya melototkan matanya tak Terima dengan timpalan sahabatnya itu.
“Mia! dasar rubah. ”
“Kau terlalu baperan! Rio, kau kenapa mau dengan dia? dia gila di ranjang kamu sanggup dengan dia? ”
“Yang Ada dia merasa puas, Mia. bahkan dia selalu terkapar di atas ranjang. ” ledek Rio, Tasya langsung menumpuk kepalanya dengan keras.
“Aduh! kau ini kenapa? ” Tanya Rio sambil mengusap usap kepala nya.
“Diam! ”
“Ohya? dia menjadi payah? Wah, berita sangat menarik. ”
“Bajingan ini, mulut mu busuk sekali, Hah? "
Tasya tak percaya dengan sahabatnya ini yang rese juga ngeselin. Rio yang melihat mereka terus berdebat menahan tawa. Mereka berdua memang tak pernah akur jika sudah bersatu.
“Sya? ” panggil Mia.
“Apaan? ”
“Gue nanti mau nginep di rumah kalian. ”
“lo udah punya rumah kenapa mau ngungsi sih! ” Tasya di buat darah naik Oleh Mia, pasalnya dia selalu marah-marah saat Mia terus mengeluarkan suara menyebalkan.
“Gue mau ngambek bego! ”
“Makanya jangan jadi pelakor! udah gitu rusak rumah tangga mamanya sendiri. ”Kata Tasya, menusuk.
“Sialan lo! lo juga mau kan kalo di sodorin tuh punya bokap gue?! ”
“Mau! ’”
“Si Anjing, ’’
Rio benar-benar tak bisa berkutik dengan dua wanita yang selalu ribut dan berdebat. Dia hanya bisa mendengarkan ocehan mereka dengan makan.
“Rio? lu nggak cemburu? ”Tanya Mia,
“Lu juga, kalau main sama Aku juga nggak mau nolak kan? ”
“Iya sih, kenapa punya mu besar Rio? kau apakan dia sampai sebesar singkong? ” pertanyaan Mia memang berbeda.
“Tentunya Aku sering merawatnya dengan kasih pupuk-pupuk premium. ”
“Ha ha ha.. ” Mia tertawa terbahak-bahak, moodnya kembali lagi.
“Memang bangsat sih.. "
Mereka terus melontarkan kata-kata yang biasa mereka bicarakan. Memang tak ada rasa malu dan canggung lagi.
.
.
.
bersambung..
Bantu suport dan like ya guy's..
Mampir juga di karyaky yang lainnya, di tunggu yah..
__ADS_1
Thank you..