
Author POV
Mentari bahkan belum menampakan sinarnya, indahnya
dunia yang membentang menimbulkan rasa bahagia yang berbeda pada setiap orang,
begitu pun dengan yang dirasakan Diandra.
Pagi ini, Diandra bersiap-siap menjalani hari yang biasa akan dilakukannya.
Kehidupan yang berat menjadikannya seorang gadis mandiri yang sangat penuh
semangat untuk menghadapi hari, apa lagi kini ia hanya sebatang kara. dunia menjadikannya sebagai sosok yang tangguh untuk menghadapi apapun.
Walau tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataan dunia luar sana
penuh dengan drama sandiwara dan kesakitan tapi untuk sesuap nasi dan kebutuhan
sehari-hari, semuanya tetap harus dijalani agar dapat bertahan hidup.
Berbekal ijazah SMA sudah sebulan lamanya Diandra mencoba
mencari pekerjaan sembari menjadi seorang kasir di sebuah minimarket di pusat
kota, shif sore hingga malam digunakannya untuk bekerja diminimarket dan pagi
hingga siang dengan langkah penuh percaya diri dindra memasuki satu persatu perusahaan
yang mau menerimanya walaupun hanya sebatas OG (Office Girl).
Hari mulai menjelang tengah hari, butuh waktu satu jam bagi
diandra untuk sampai diminimarket tempatnya bekerja karna tempatnya agak jauh
dari tempat ia berada sekarang dan ini sudah perusahaan ke empat yang
didatanginya dan belum ada yang mau menerimanya. Diandra mengakhiri pencariannya dan memilih untuk ke
pusat kota dimana minimarket tempat biasa dia bekerja.
Sesampainya diminimarket dilihatnya seorang pria dimeja
kasir sedang menghitung hasil penjualan siang itu, pemilik minimarket yang baik
hati yang mau menerima Diandra bekerja ditempatnya walau tidak banyak
menghasilkan uang tetapi sangat membantu keadaan Diandra hingga saat ini.
Diandra POV
“Hai kak, belum pulang?” sapaku begitu masuk kedalam
minimarket, dan menghampiri meja kasir. Mendengar ada yang menyapanya pria itu
menoleh dan tersenyum hangat, “ iya sebentar lagi, selesai menghitung ini aku
akan pulang” jawabnya.
Ah, tampannya…
Nikmat mana yang hendak kau dustakan..
Kak Bastian itu adalah nama pria yang sedang dihadapan ku
sekarang ini, jarak umur 5 tahun membuatnya terlihat lebih dewasa dan tampan.
Pertemuan yang tidak disangka-sangka membuat kak Bastian menjadi seorang pahlawan
didalam hidupku dan juga cinta pertamaku.
__ADS_1
Tapi, Kedekatan kami hanya dianggap adik oleh kak Bastian, sungguh
menyesakkan rasanya seperti meredupkan cahaya cinta yang baru saja menyala
dihatiku. Apalagi setelah ku dengar bahwa kak Bastian sudah memiliki tunangan
yang jauh lebih cantik dibandingkan dengan diriku.
“Stok mie dan cemilan di rak makanan mungkin harus diisi
ulang, nnt kamu isi lagi dan ah iya, hari ini mungkin aku tidak bisa menemani
pulang seperti biasa, Laras mengajakku makan malam dan mungkin kami akan kencan
setelahnya” kata kak Bastian, “baiklah kak, apa… dia yang mengajak kali ini?”
tanyaku.
Walau terlihat seperti pegawai dan atasan saat di minimarket
nyatanya kami sangat dekat sehingga kak Bastian selalu bercerita apa pun
masalah nya pada ku begitu pun sebaliknya, dan aku pun tau bahwa beberapa bulan
belakangan ini kak Bastian sedang ada masalah dengan tunangan nya.
“ya, kau tau dia memiliki gengsi yang sangat tinggi dan
anehnya aku masih mencintainya” kata kak Bastian dengan tawa miris diakhir
kalimatnya. “ baiklah kalau begitu, selamat bersenang-senang…” kataku
menyemangatinya
Setelah berpamitan kak Bastian pergi meninggalkan minimarket
pada deretan rak-rak yang tersusun rapi, mengisi dan menghitung persediaan yang
ada hingga tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara baritone dari belakang,
“permisi.. apa disini ada menjual pembalut wanita?” tanyanya.
Ah, kaget aku.. ku arahkan tubuhku kebelakang dan
tampaklah seorang pria dengan tinggi yang menjulang, rambut pirang, dengan
wajah kebarat-baratan namun jika didengar lagi bahasa indonesianya sangat fasih
dan sangat tampan….
“ah iya, ada yang bisa saya bantu.?” Tanya ku untuk
memastikan pendengaran ku tadi pembalut, ingin tertawa aku mendengarnya,
tampan-tampan carinya pembalut tanpa kusadari bibirku melipat menahan
senyum. Dengan wajah sebal, pria itu menatap ku dan menghela napasnya “mbak
saya Tanya pembalut wanita, ada enggak?” Tanyanya lagi namun kali ini dengan
menekankan kata-katanya.
“oh iy mas bule ada, mau yang bersayap atau tidak? Dan
ukuran berapa?” tanyaku dan mengantarkannya kebagian rak khusus kebutuhan
wanita, mendengar pertanyaan ku dahi pria itu berkerut dan terlihat berpikir
dengan keras dan akhirnya, “ saya gak tau, saya gak ada Tanya..” jawab pria
__ADS_1
itu, “udah lah, masukkan aja semua merek dan ukuran satu satu biar dia yang
pilih sendiri” kata pria itu lagi dengan wajah frustasi.
aku pun mengambil keranjang belanjaan dan mengambilkan apa
yang dipintanya, setelah dimeja kasir aku meng-scan dan menghitung belanjaan
pria itu ketika tinggal dua barang lagi, pria itu datang dengan membawa
beberapa cemilan dan minuman dan beberapa jenis ice cream dengan beberapa rasa,
“mbak, ada yang rasa originalnya gak?” Tanya nya padaku sambil menunjukkan
merek cemilan yang diambilnya, setelah memperhatikan merek cemilan yang
dimaksud aku pun melihat daftar stok yang ada dibawa meja kerjaku, “ yang
original, baru saja habis mas bule. Yang mas bule ambil juga enak kok” jawabku.
Dia seperti menimbang-nimbang perkataanku, “ ya udah deh,
saya ambil yang ini sekalian coba rasa” putusnya, “iya mas..” jawabku sambil
terus menghitung belanjaannya. Ruang hening pun tercipta yang terdengar hanya
suara scanning yang sedang bekerja,hingga akhirnya suara ku membelah keheningan,
“ ini mas, semuanya Rp. 525.500,00” kataku sambil memasukkan belanjaannya
kedalam plastik belanja, melihatku memasukkan pesanan ke plastik pria itu
menghentikan aktifitasku, “mbak dipisah aja ya pembalut sama cemilan dan
lainnya” katanya, dia pun mengeluarkan kartu debit untuk membayar semuanya.
Memang orang kaya itu beda ya, sekali belanja bisa sampai
500 ribu lebih bahkan Cuma untuk cemilan sedangkan untukku 500 ribu untuk
sebulan dengan makan seadanya. Setelah selesai pria itu mengambil plastic belanja nya dan
keluar dari minimarket menuju mobil yang teparkir disana.
Ganteng sih, mirip bule-bule yang sering muncul di tipi
tapi kok gak pakai bahasa inggris ya? Padahal kan tadi dah siap-siap jawab
pakai bahasa inggris juga, udah ah..mending lanjut kerja
aku melanjutkan tugasku yang sempat tertunda tadi namun, saat
kembali ke meja kasir terlihat kak Bastian berdiri disana sedang melayani
pembeli
bukannya tadi sore katanya gak balik lagi karna mau
kencan ya..
“kak… kok disini?” tanyaku saat sudah berada
disamping kak Bastian, kak bastian yang awalnya melayani pembeli menoleh padaku
sebentar dan kembali melanjutkan pekerjaannya, aku yang megerti hanya diam dan
memilih meninggalkan meja kasir dan menghitung stok persediaan di gudang.
BERSAMBUNG~
__ADS_1