Karna Itu Kamu

Karna Itu Kamu
Episode 1


__ADS_3

Author POV


Mentari bahkan belum menampakan sinarnya, indahnya


dunia yang membentang menimbulkan rasa bahagia yang berbeda pada setiap orang,


begitu pun dengan yang dirasakan Diandra.


Pagi ini, Diandra bersiap-siap menjalani hari yang biasa akan dilakukannya.


Kehidupan yang berat menjadikannya seorang gadis mandiri yang sangat penuh


semangat untuk menghadapi hari, apa lagi kini ia hanya sebatang kara. dunia menjadikannya sebagai sosok yang tangguh untuk menghadapi apapun.


Walau tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataan dunia luar sana


penuh dengan drama sandiwara dan kesakitan tapi untuk sesuap nasi dan kebutuhan


sehari-hari, semuanya tetap harus dijalani agar dapat bertahan hidup.


Berbekal ijazah SMA sudah sebulan lamanya Diandra mencoba


mencari pekerjaan sembari menjadi seorang kasir di sebuah minimarket di pusat


kota, shif sore hingga malam digunakannya untuk bekerja diminimarket dan pagi


hingga siang dengan langkah penuh percaya diri dindra memasuki satu persatu perusahaan


yang mau menerimanya walaupun hanya sebatas OG (Office Girl).


Hari mulai menjelang tengah hari, butuh waktu satu jam bagi


diandra untuk sampai diminimarket tempatnya bekerja karna tempatnya agak jauh


dari tempat ia berada sekarang dan ini sudah perusahaan ke empat yang


didatanginya dan belum ada yang mau menerimanya. Diandra mengakhiri pencariannya dan memilih untuk ke


pusat kota dimana minimarket tempat biasa dia bekerja.


Sesampainya diminimarket dilihatnya seorang pria dimeja


kasir sedang menghitung hasil penjualan siang itu, pemilik minimarket yang baik


hati yang mau menerima Diandra bekerja ditempatnya walau tidak banyak


menghasilkan uang tetapi sangat membantu keadaan Diandra hingga saat ini.


Diandra POV


“Hai kak, belum pulang?” sapaku begitu masuk kedalam


minimarket, dan menghampiri meja kasir. Mendengar ada yang menyapanya pria itu


menoleh dan tersenyum hangat, “ iya sebentar lagi, selesai menghitung ini aku


akan pulang” jawabnya.


Ah, tampannya…


Nikmat mana yang hendak kau dustakan..


Kak Bastian itu adalah nama pria yang sedang dihadapan ku


sekarang ini, jarak umur 5 tahun membuatnya terlihat lebih dewasa dan tampan.


Pertemuan yang tidak disangka-sangka membuat kak Bastian menjadi seorang pahlawan


didalam hidupku  dan juga cinta pertamaku.

__ADS_1


Tapi, Kedekatan kami hanya dianggap adik oleh kak Bastian, sungguh


menyesakkan rasanya seperti meredupkan cahaya cinta yang baru saja menyala


dihatiku. Apalagi setelah ku dengar bahwa kak Bastian sudah memiliki tunangan


yang jauh lebih cantik dibandingkan dengan diriku.


“Stok mie dan cemilan di rak makanan mungkin harus diisi


ulang, nnt kamu isi lagi dan ah iya, hari ini mungkin aku tidak bisa menemani


pulang seperti biasa, Laras mengajakku makan malam dan mungkin kami akan kencan


setelahnya” kata kak Bastian, “baiklah kak, apa… dia yang mengajak kali ini?”


tanyaku.


Walau terlihat seperti pegawai dan atasan saat di minimarket


nyatanya kami sangat dekat sehingga kak Bastian selalu bercerita apa pun


masalah nya pada ku begitu pun sebaliknya, dan aku pun tau bahwa beberapa bulan


belakangan ini kak Bastian sedang ada masalah dengan tunangan nya.


“ya, kau tau dia memiliki gengsi yang sangat tinggi dan


anehnya aku masih mencintainya” kata kak Bastian dengan tawa miris diakhir


kalimatnya. “ baiklah kalau begitu, selamat bersenang-senang…” kataku


menyemangatinya


Setelah berpamitan kak Bastian pergi meninggalkan minimarket


pada deretan rak-rak yang tersusun rapi, mengisi dan menghitung persediaan yang


ada hingga tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara baritone dari belakang,


“permisi.. apa disini ada menjual pembalut wanita?” tanyanya.


Ah, kaget aku.. ku arahkan tubuhku kebelakang dan


tampaklah seorang pria dengan tinggi yang menjulang, rambut pirang, dengan


wajah kebarat-baratan namun jika didengar lagi bahasa indonesianya sangat fasih


dan sangat tampan….


“ah iya, ada yang bisa saya bantu.?” Tanya ku untuk


memastikan pendengaran ku tadi pembalut, ingin tertawa aku mendengarnya,


tampan-tampan carinya pembalut tanpa kusadari bibirku melipat menahan


senyum. Dengan wajah sebal, pria itu menatap ku dan menghela napasnya “mbak


saya Tanya pembalut wanita, ada enggak?” Tanyanya lagi namun kali ini dengan


menekankan kata-katanya.


“oh iy mas bule ada, mau yang bersayap atau tidak? Dan


ukuran berapa?” tanyaku dan mengantarkannya kebagian rak khusus kebutuhan


wanita, mendengar pertanyaan ku dahi pria itu berkerut dan terlihat berpikir


dengan keras dan akhirnya, “ saya gak tau, saya gak ada Tanya..” jawab pria

__ADS_1


itu, “udah lah, masukkan aja semua merek dan ukuran satu satu biar dia yang


pilih sendiri” kata pria itu lagi dengan wajah frustasi.


aku pun mengambil keranjang belanjaan dan mengambilkan apa


yang dipintanya, setelah dimeja kasir aku meng-scan dan menghitung belanjaan


pria itu ketika tinggal dua barang lagi, pria itu datang dengan membawa


beberapa cemilan dan minuman dan beberapa jenis ice cream dengan beberapa rasa,


“mbak, ada yang rasa originalnya gak?” Tanya nya padaku sambil menunjukkan


merek cemilan yang diambilnya, setelah memperhatikan merek cemilan yang


dimaksud aku pun melihat daftar stok yang ada dibawa meja kerjaku, “ yang


original, baru saja habis mas bule. Yang mas bule ambil juga enak kok” jawabku.


Dia seperti menimbang-nimbang perkataanku, “ ya udah deh,


saya ambil yang ini sekalian coba rasa” putusnya, “iya mas..” jawabku sambil


terus menghitung belanjaannya. Ruang hening pun tercipta yang terdengar hanya


suara scanning yang sedang bekerja,hingga akhirnya suara ku membelah keheningan,


“ ini mas, semuanya Rp. 525.500,00” kataku sambil memasukkan belanjaannya


kedalam plastik belanja, melihatku memasukkan pesanan ke plastik pria itu


menghentikan aktifitasku, “mbak dipisah aja ya pembalut sama cemilan dan


lainnya” katanya, dia pun mengeluarkan kartu debit untuk membayar semuanya.


Memang orang kaya itu beda ya, sekali belanja bisa sampai


500 ribu lebih bahkan Cuma untuk cemilan sedangkan untukku 500 ribu untuk


sebulan dengan makan seadanya. Setelah selesai  pria itu mengambil plastic belanja nya dan


keluar dari minimarket menuju mobil yang teparkir disana.


Ganteng sih, mirip bule-bule yang sering muncul di tipi


tapi kok gak pakai bahasa inggris ya? Padahal kan tadi dah siap-siap jawab


pakai bahasa inggris juga,  udah ah..mending lanjut kerja


aku melanjutkan tugasku yang sempat tertunda tadi namun, saat


kembali ke meja kasir terlihat kak Bastian berdiri disana sedang melayani


pembeli


bukannya tadi sore katanya gak balik lagi karna mau


kencan ya..


“kak… kok disini?” tanyaku saat sudah berada


disamping kak Bastian, kak bastian yang awalnya melayani pembeli menoleh padaku


sebentar dan kembali melanjutkan pekerjaannya, aku yang megerti hanya diam dan


memilih meninggalkan meja kasir dan menghitung stok persediaan di gudang.


BERSAMBUNG~

__ADS_1


__ADS_2