
Sehari berlalu, Diandra mulai merasa ada yang hilang. 4 hari berlalu pun sama Diandra merasa sangat sedih dan tidak semangat bekerja padahal sebelumnya dia tidak pernah begini
'Sebenarnya apa yang terjadi pada dirimu Mr. X?' gumam Diandra dalam hati...
Seminggu berlalu, Daniel baru saja sampai kembali ke kota asalnya. Pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan ternyata menyita waktunya cukup lama.
Apalagi mengingat, Damar yang tidak ada disamping nya karna harus menggantikan nya di perusahaan. Dengan langkah lelahnya, Daniel memasuki rumah yang di sambut dengan senyum kakak iparnya Raka.
"Wajahmu sepertinya tidak tertolong lagi..." kata Raka dengan senyum mengejeknya, tubuh yang lelah membuat Daniel menghiraukan ejekan kakak iparnya itu.
Sesampainya dikamar, Daniel merebahkan tubuhnya dan menutup matanya. Rasa lelah yang tak terhingga membuatnya tenggelam di dalam indahnya alam mimpi.
Disisi yang lain, Diandra masih merasa bingung dengan keadaan si Mr, X. Jujur saja dirinya merasa bahwa seakan kehilangan sesuatu, bahkan untuk pergi bekerja besok pun terasa berat tidak seperti minggu lalu yang selalu dinanti2 olehnya..
__ADS_1
"kuharap dia baik2 saja.."cuma Diandra sebelum rasa kantuk membuai nya dalam mimpi yang dalam..
keesokkan harinya
Hari senin, bagi sebagian orang tentu adalah hari yang kurang menyenangkan karena libur yang belum berasa ternyata sudah berlalu dan waktunya kembali mencari pundi2 uang. Namun itu tidak belaku untuk Daniel
Susah 1 jam yang lalu Daniel sampai di perusahaan nya, bahkan ia susah menyiapkan bekal, bunga dan coklat untuk ia berikan pada Diandra. tepat pukul 8 pagi, Diandra sampai pada kubikel tempatnya bekerja dan tak lama bekal, bunga dan coklat itu juga sampai di meja nya..
terdapat secarik kertas yang disisipkan pada bunga tersebut, ya Daniel mulai memberani kan diri untuk memberi petunjuk siapa dirinya. Secarik kertas yang melukiskan rasa bersalah karna menghilang beberapa hari dan sebuah semangat darinya untuk Diandra
Walau masih sangat umum dan rancu, tapi pesan singkat itu menimbulkan rona merah pada wajah cantik Diandra, dan hal itu tak luput dari penglihatan Daniel di ruangan nya.
Debaran yang kuat dirasakan Daniel, hingga membuatnya salah tingkah begitu pun Diandra. (sepertinya musim semi sedang mendatangi mereka😁😁)..
__ADS_1
'Haruskah aku menjumpainya sekarang? dan mengatakan bahwa diriku lah si penggemar rahasianya?' gumam Daniel pada dirinya.
'Tapi bagaimana kalau Diandra menghindari ku, aku pasti tidak akan sanggup, tapi melihatnya seperti itu aku ingin memeluknya dan mengatakan aku mencintaimu' gumam Daniel lagi..
"tunggu, apa tadi? cinta? Aku mencintai nya? Aku? Seorang Daniel? hahaha tidak mungkin" kata Daniel menolak perasaan nya "aku hanya penasaran, ia pasti hanya penasaran" katanya semakin meyakinkan diri...
Hingga matanya melihat Diandra yang sedang tertawa dengan cantik nya bersama kepala Divisi yang masih muda dan tentu saja lajang dan tampan..
Wajahnya seketika berubah tidak suka dan mematikan Cctv yang menghubungkan laptop nya dengan ruangan Diandra, rasa marah dan tak terima Diandra bisa tertawa dengan laki-laki lain membuatnya tak lagi bersemangat untuk menyelesaikan berkas2 yang menumpuk.
Dengan berteriak, Daniel memanggil sekretarisnya Laras untuk masuk ke ruangan nya. Ia lupa bahwa Laras sudah mengajukan cuti menikah dan akhirnya Damar lah yang menjadi sasaran nya..
Hai semua pembacaku yang terhormat, MAAF sebelumnya ku utarakan. Lama sekali rasanya sudah meninggalkan cerita ini, karna berbagai kegiatan dan keadaan yang tidak mendukung di dunia nyata untuk itu...
__ADS_1
yuk tinggalkan jejak biar authornya semangat update😁😘
love you all...