
Cinta memang tidak bisa di perkirakan pada siapa akan berlabuh, namun sebisa mungkin Diandra menghentikan tumbuhnya sehingga duri yang telah hadir tidak menusuk nya semakin dalam..
"Diandra.."
Lamunan Diandra terputus saat mendengar namanya di panggil, ternyata teman sebelah kubikel nya sudah kembali dari istirahatnya memang waktu bekerja sudah dimulai kembali beberapa menit yang lalu
Banyak cerita yang dia dapat dari teman sebelahnya, walau tidak terlalu dekat Diandra mencoba ramah dan tidak memilih dalam berteman
Itulah mungkin salah satu alasan Diandra memiliki banyak teman, walau begitu Diandra termasuk sosok yang tertutup apalagi terhadap masalahnya
Waktu terus bergulir hingga tidak terasa hari pertama nya bekerja telah berlalu dengan cukup baik, tadi nya Diandra ingin mengabari Bastian bahwa dia sudah mulai bekerja
Namun diurungkan karna mengingat, mungkin kak Laras lah yang membantu Diandra hingga bisa bekerja di perusahaan ini apalagi tadi pagi dia melihat Laras berdiri di samping orang no 1 di perusahaan sebagai sekretaris
Diandra juga menyadari bahwa harus lebih menghindari kak Bastian agar lebih cepat move on.
__ADS_1
Setelah selesai berberes, Diandra bersama beberapa teman nya ke lobby dan berpisah di depan gerbang perusahaan. Diandra berjalan 5 menit untuk sampai ke tempat angkutan umum biasa berada
Dari kejauhan tampak sebuah mobil yang tampak terus mengawasi Diandra, ya kalian benar itu mobil milik Daniel. Daniel sedang mencari bermacam alasan agar bisa mengantar Diandra pulang tanpa terlihat dia begitu menginginkan hal itu
Apalagi terlihat bahwa hari mulai gelap dan angkutan terakhir telah pergi sebelum Diandra sampai ditempatnya, hingga sebuah ide terlintas di benak nya saat sebuah taksi berhenti didepan nya dengan menurunkan penumpang
Daniel keluar dari mobilnya dan menghentikan taksi yang akan segera melaju, ntah apa yang disampaikan nya pada supir taksi itu hingga taksi itu berhenti di depan Diandra menunggu saat ini
Dengan menurunkan kaca jendela taksi, "mau kemana neng? bapak mau pulang kalau searah mari bapak antar" tawar supir taksi itu.
"Eh, enggak pak.. Saya tunggu angkot aja" kata Diandra menolak, " lagian mana ada angkot lagi neng kan angkot terakhirnya udah gerak tadi, belom hari udah gelap" bujuk supir taksi
Tampak Diandra berpikir sebentar hingga akhirnya dia mengiyakan ajakan itu, jalanan yang mulai gelap, mulai terang oleh lampu jalan bersamaan dengan macet yang tidak bisa dihindari
Diandra terus melihat argo taksi yang terus berjalan, dan mencoba menghitung sisa uang yang ia punya
__ADS_1
Inilah mengapa agak berat untuk naik taksi, tapi tidak mungkin dia menunggu angkot yang sudah pasti tidak akan datang apalagi ke halte bus yang lumayan jauh dari tempatnya bekerja
Taksi terus bergerak ke tempat tujuan, hingga di depan rumah kecil yang asri dan nyaman ditempati taksi berhenti sempurna, saat akan mengeluarkan uang untuk membayar " nggak usah neng, bapak sekalian pulang, jadi gak perlu dibayar" kata pak supir saat Diandra menyodorkan uang taksi nya
"ah, jangan pak, ini ambil uang nya gpp" kata Diandra memaksa, "betul neng gak usah, lagian kan memang searah sekalian bapak pulang" kata pak supir dengan tersenyum
Diandra sangat berterima kasih pada pak supir, setelah keluar Diandra menunggu hingga taksi tak lagi terlihat baru lah dia masuk ke dalam rumah
Dari kejauhan pula tampak mobil berhenti setelah Diandra masuk ke dalam rumah dengan tersenyum dia kemudian mengemudikan mobilnya pulang kerumah..
Bersambung..
Apa yang akan terjadi selanjutnya???
yuk tinggalkan jejak biar authornya semangat update😁😘
__ADS_1