
masih Daniel POV
isak tangis laras mulai berhenti, namun mulutnya belum melontarkan satu patah kata pun. Aku sendiri mulai gusar melihatnya, tapi kutahan karna aku tau pasti Laras membutuhkan waktu untuk mengumpulkan tenaga yang telah terkuras setelah menangis tadi.
"dia..dia..dia.... hiks hiks" kata Laras terbata-bata dan kembali menangis, 'ahhhh aku mulai tidak sabar..'
"sebenarnya kenapa? Apa yang terjadi Laras? Kau membuatku bingung" ucapku dengan tidak sabar nya, "dia.. dia.. minta putus... huwaaaa" kata laras dilanjutkan dengan tangisan lebih besar lagi.
'ahh, sudah ku tebak ini pasti terjadi apalagi semalam ku lihat tunangan nya itu terlihat marah2'
"apa masalah nya kali ini?" tanya ku, Laras tidak menjawab dia hanya menangis, melihat rapat yang sudah sejam ku tunda dan aku juga sudah memiliki janji dengan Dimas akhirnya aku memilih untuk menyuruh Laras masuk kamar pribadiku dan beristirahat.
setelah selesai rapat aku akan mengantarnya pulang. rapat yang awalnya ku kira hanya memakan waktu satu atau setengah jam ternyata menghabiskan waktu hingga 3 jam lamanya dikarenakan perbedaan pendapat yang cukup alot.
kini aku hanya memiliki 30 menit untuk mengantar Laras dan ke sekolah Dimas 'aku pasti terlambat, anak itu pasti akan merajuk lagi'
dan benar saja, setelah mengantar dan membujuk laras agar lebih tenang aku meninggalkan nya setelah dia lelah dan tertidur akhirnya aku terlambat, acara pertandingan Dimas telah selesai.
__ADS_1
Tak ada satu patah kata pun yang Dimas ucapkan selama pulang, aku pun menjelaskan mengapa aku terlambat tapi tetap saja dia hanya diam.
ponakan ku satu ini seperti perempuan kalau sudah merajuk sangat susah dibujuk nya. sampai dirumah pun, dia langsung masuk kamar dengan membanting pintu dengan keras.
"kenapa? kamu terlambat?" tanya kak tasya, " iya kak, tadi ada kejadian tak terduga dikantor, ya sudahlah aku balik lagi ya kk masih ada meeting dikantor" kataku sambil berlalu, kak tasya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya itu.
Author POV
waktu berlalu, Daniel yang telah selesai rapat memilih untuk pergi ke restoran di depan kantor nya dan tidak sengaja melihat Diandra yang sedang berbicara dengan teman SMA nya.
dan tanpa sadar, kaki Daniel bergerak mendekati Diandra. Merasa diperhatikan Diandra pun berbalik dan melihat Daniel yang mendekat.
'oh mas bule waktu itu, ngapain kemari ya?'
jarak yang hanya tinggal beberapa langkah itu terhenti, saat suara klakson mobil yang besar menyadarkan Daniel dari tingkah impulsif nya.
'apa yang kulakukan?' dengan cepat Daniel berbalik hendak meninggalkan Diandra yang masih terpaku tidak mengerti namun, suara bariton yang memanggil diandra membuat langkah daniel berhenti.
__ADS_1
'sepertinya aku mengenal suara ini, tapi..' dengan rasa penasaran nya Daniel berbalik dan melihat ke arah yang dilihat Diandra. Terlihat Diandra melambaikan tangannya ke arah suara yang memanggilnya.
entah mengapa hal itu mengganggu Daniel apalagi ketika melihat senyum di bibir merah merekah Diandra yang terlihat sangat antusias, membuat Daniel sangat kesal.
Apalagi orang yang semakin mendekati Diandra itu adalah orang yang sangat Daniel hindari...
.
.
.
Bersambung...
Bagi yang ingin cerita ini terus berjalan, aku tunggu komen kalian ya..
Terima Kasih😊😊
__ADS_1