
Setelah dilihat mereka berpisah dah pergi, baru lah Daniel memesan makanan dan menghabiskan nya dengan cepat (belom mesan dari tadi, cuma nguping orang aja ya ampun Daniel2)
Setelah makan, Daniel kembali ke kantor dengan mood yang tidak karuan senang, kesal, penasaran dll.
Hal ini cukup berdampak pada karyawan nya terutama sekretaris yang tak lain sahabatnya Laras. Daniel sendiri bingung mengapa tidak bisa mengontrol diri setelah melihat Bastian dan Diandra pergi bersama.
Banyak bayangan yang melintas di pikiran nya apa lagi dia tau bahwa sekarang Bastian tidak lagi bersama Laras...
Ditempat lain
Mobil melaju dengan kecepatan sedang tampak keheningan merajalela diantara 2 orang yang berbeda jenis kelamin itu.
Mereka masih bergelut dengan pikiran masing2 yang rasanya sangat sulit dipahami oleh diri mereka sendiri.
Diandra pun merasa aneh dengan dirinya, semenjak malam itu, dimana Bastian menangis menceritakan masalah percintaan nya. Diandra menjadi agak canggung dengan Bastian
Ada rasa bersalah, juga senang tapi sepertinya harapan itu tidak pernah ada. setelahalam itu, Diandra masih sering melihat Bastian mencoba untuk kembali bersama Laras.
Memang harus diakui bahwa dirinya hanyalah adik bagi Bastian tapi rasa ini harus segera dihapus meski dengan usaha yang cukup melelahkan.
Sampai di minimarket, Bastian mengatakan bahwa dia akan pergi dulu mengurus urusan nya yang belom selesai dan akan kembali nnt sore.
__ADS_1
Diandra pun melambaikan tangan, matanya mengikuti hilangnya mobil di tikungan jalan
"Apa aku benar2 tidak terlihat kak? sepertinya aku memang hanya akan jadi adikmu saja.." gumam Diandra seraya memasuki minimarket dan berganti pakaian di tempat yang disiediakan.
Diandra yakin Bastian pasti akan menemui Laras melihat waktu nya dia pasti akan menunggu Laras hingga pulang dari kantor seperti beberapa hari ini yang telah dia lakukan.
waktu berganti, hari pun berganti hingga tak terasa seminggu setelah kejadian pertemuan itu tidak ada yang berubah hanya saja Daniel yang selalu mampir atau pun sekedar melihat Diandra dari jauh.
ya, mungkin aneh hanya 2 kali bertemu dan salah satu nya tidak bisa dibeli pertemuan pun tapi itu sudah sangat berbekas dihatinya.
Daniel POV
"Hari ini, aku akan mengajaknya berkenalan terus kami akan pacaran dan menikah hahaha" gumam ku yakin sambil tertawa.
Aku sendiri tau kalau Laras masih sangat mencintai Bastian, dan aku hanya teman lalu
'ahhhh, rasanya terasa sesak jika mengingat cinta bertepuk sebelah tangan itu' tapi berbeda dengan belakangan ini..
aku tidak lagi memikirkan Laras, malah aku sangat mendukung kembalinya Laras dan Bastian.
dan sudah seminggu ini aku seperti penguntit saja, hanya karna pegawai minimarket yang menyapaku dengan sebutan mas bule sudah membuatku mati penasaran sampai seperti ini..
__ADS_1
kali ini aku tidak boleh ragu, ku pastikan dia akan sama menyukai juga dan kami akan segera pacaran, menikah, punya anak dan hidup bahagia (halu mu ketinggian bang😂)
Dengan langkah pasti aku memasuki minimarket tempat dia bekerja, aku tidak melihatnya di tempat mesin kasir, 'pasti dia menata barang..' pikirku
Akupun menelusuri rak2 yang berjejer rapi dan teratur, dari tempat makanan, bahan2 keperluan sehari dan banyak lagi namun tidak kutemukan dia dimana pun..
Biasanya dia selalu ada, tidak pernah absen
'apa dia sakit? atau sudah pulang? tapi masih jam segini, berarti waktu kerja nya belum selesai. Kemana dia?' tanyaku dengan wajah dan pikiran yang mulai khawatir..
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Kira2 kemana Diandra?
Yuk tinggalkan jejak biar author nya makin semangat😁😘