
POV DIANDRA
Hari ini sebelum bekerja di minimarket aku kembali mencari yang setidaknya lebih bisa menjamin hidupku kedepannya. bukan nya tidak bersyukur dengan yang kumiliki sekarang hanya saja ekonomi yang memaksa agar aku mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan.
tadi pagi aku sudah mengatakan kepada kak bastian bahwa mungkin aku akan sedikit terlambat karna akan mencari kerja ditempat yang lumayan jauh.
Tapi kak bastian mengatakan bahwa akan menjemput ku dan pergi bersama sekalian makan siang bersama.
Mungkin lagi lagi ini bukan hari keberuntungan ku, sejak pagi aku selalu menerima penolakan di beberapa tempat bahkan menjelang tengah hari, sudah hampir 6 tempat ku imbangi.
akhirnya disinilah aku, didepan sebuah restoran tempat terakhir aku melamar kerja. mereka memang tidak menolak ku tapi juga tidak menerima ku.
saat akan melangkah ku rasakan handphone ku bergetar panjang, ternyata dari kak bastian
"di mana Di?" tanya nya
"di depan restoran AZ kak" jawabku
"ok, aku kesana sekarang.."
"iy kak, hati2.."
secara tidak sengaja aku menabrak orang di depan ku, aku langsung meminta maaf karena tidak sengaja..
"maaf mbak.. maafkan saya, saya tidak sengaja" kataku sambil menunduk.
anehnya bukannya mendapat jawaban, sebuah pelukan yang ku rasakan.
"Diandra, kamu Diandra kan bener kan..?? ini aku Lani, ingat.. teman sebangku saat SMA" katanya dengan nada gembira dan pelukan erat.
awalnya ku tidak mengingatnya dan merasa heran tapi setelah dia menyebutkan namanya, ingatanku langsung pulih..
__ADS_1
aku membalas pelukan Lani dan kemudian dia melepasnya, dengan wajah antara percaya dan tidak Lani menangis dihadapan ku..
kami bercerita sekedar basa basi, dan disaat itu aku merasa seperti pernah melihat orang yang mendekat padaku..
'oh mas bule waktu itu, ngapain kemari ya?'
jarak yang hanya tinggal beberapa langkah itu terhenti, saat suara klakson mobil yang besar menyadarkan aku dan berpaling dari si mas bule..
"Diandra.."
aku melambaikan tangan ke arah suara yang memanggilku dan memasang senyum lebar kepada kak bastian.
Kak Bastian turun dan menghampiriku, dan entah mengapa aku penasaran mengapa mas bule tadi mendekati ku hi nggak aku membalikkan badan ke belakang.
tapi, mas bule seperti nya sudah pergi ya.. mungkin hal yang kebetulan, aku pun mengajak Lani untuk makan siang bareng bersama kak Bastian dan setelah selesai Lani pamit kembali ke kantor dan kami ke minimarket untuk mulai bekerja.
POV END
tapi rasa nya tetap kesal, 'ahh, aku ini kenapa sebenarnya?'
Daniel memutuskan untuk melanjutkan langkah memasuki restoran, dan memilih kursi di pojok sebelah kanan restoran yang dibatasi kaca, sehingga bisa melihat bagian luar restoran.
dari dalam Daniel dapat melihat kalau Bastian dan Diandra sangat akrab, dia mulai menerka nerka hubungan mereka berdua, apalagi saat Diandra beserta teman dan Bastian masuk kedalam restoran dan duduk membelakangi Daniel.
sadar atau tidaknya ternyata Daniel menguping pembicaraan Diandra dkk, dan kebetulan yang sangat menguntungkan bagi Daniel karena Lani banyak bertanya tentang Diandra dan Bastian juga menguatkan jawaban Diandra.
saat dirasa cukup, dan pembicaraan mulai memudar Daniel melihat Diandra, Lani, dan Bastian keluar dari restoran setelah membayar tentunya.
Daniel yang masih duduk ditempatnya, masih memantau dan tidak memindahkan matanya dari Diandra,(ah, belom apa2 dah bucin dianya ๐ ๐ )
Setelah dilihat mereka berpisah dah pergi, baru lah Daniel memesan makanan dan menghabiskan nya dengan cepat (belom mesan dari tadi, cuma nguping orang aja ya ampun Daniel2)
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
.
Selanjutnya apa yang terjadi ya??
Kalau ingin tau, tinggalkan jejak biar Authornya semangat๐๐
__ADS_1