Karna Itu Kamu

Karna Itu Kamu
Episode 3


__ADS_3

Butuh setengah jam untuk Laras menenangkan dirinya dan karna


itu meeting hari ini pun harus ditunda satu jam, aku tidak bertanya apa pun dan


terus menunggu agar Laras dapat bercerita dengan sendirinya, menjadi sahabatnya


sejak kecil dan menjadikan dirinya cinta pertama bagiku bukan lah hal mudah


ketika aku mendengar dia mencintai pria lain, dan mereka memutuskan bertunangan


setelah 2 tahun berpacaran.


Sudah hampir setahun ini aku mendengar hubungan mereka


tidaklah terlalu harmonis seperti biasanya, dan beberapa bulan ini Laras


bercerita hubungannya tidak lagi baik. Laras bilang tunangan nya berubah


setelah membantu seorang gadis yatim piatu yang sekarang bekerja di salah satu


minimarket milik tunangan nya.


Mendengarnya tentu saja rasanya aku naik pitam ingin ku pukul


pria itu, sudah merebut wanita yang ku cinta kini malah main belakang. Namun


tetap kujaga emosi ini karna aku tak ingin menjadi boomerang bagi diriku atau


pun Laras, karna yang kutau tunangan Laras sangat tidak suka tentang hubungan


aku dan Laras.


Flashback on


Kemarin Laras meminta izin padaku untuk pulang lebih cepat,


dan aku pun mengizinkannya. Tampak senyum sumringah dari bibir nya, aku sakit


jika melihat sumber senyum nya bukanlah diriku tapi melihat senyum itu


terpancar dengan jelasnya bagaimana aku bisa melarangnya.


Malamnya ku tidak bisa menahan diriku ketika Laras


menelponku dan mengatakan bahwa dirinya sakit, aku pun meninggalkan


ponakan-ponakan dan mendatangi apartemennya. Setiba disana dengan tampang


polosnya dia mengatakan bahwa pembalutnya habis dan memintaku untuk membelikan


beberapa karna dia sendiri dan si bibi sedang pulang kampung karna anaknya sakit.


Aku hanya bisa mengiyakan karna kulihat matanya yang bengkak


dan tubuhnya yang sedang menahan sakit, aku berpikir mungkin sebelum aku tiba


dia menangis sangking sakit nya. Setelah kuambilkan handuk hangat dan


membuatkan nya teh manis, ku tinggalkan dia untuk membeli keperluan yang


dibutuhkannya.


Sebenarnya tak jauh dari apartemen nya ada minimarket yang


lumayan lengkap dan aku bisa saja kesana, hanya saja aku penasaran dengan gadis


yang mengganggu hubungan sahabat ku itu. Maka berbekal rasa penasaran yang


besar ku lajukan mobilku ke salah satu minimarket tempat tunangan sahabat ku berada.


Saat tiba disana tidak ku temukan siapa-siapa di meja kasir,

__ADS_1


aku pun berkeliling dan menemukan apa yang kubutuhkan tapi kutahan dan


berkeliling kembali hingga ku temukan seorang wanita yang tidak terlalu tinggi


namun juga tidak pendek, rambutnya yang sepinggang dan diikat tinggi


menampakkan garis lehernya yang jenjang.


Cukup lama ku perhatikan wanita itu hingga tersadar aku


harus segera kembali, laras pasti sudah sangat risih dan kesakitan sekarang,


“permisi.. apa disini ada menjual pembalut wanita?” tanyaku pada wanita penjaga


minimarket itu. Ku perhatikan dia tersentak dari aktifitasnya,


pasti dia terkejut iss bodohnya aku..


Setelah hilang kagetnya, dia berbalik dan menatapku


sambil kembali bertanya, “ah iya, ada yang bisa saya bantu.?” Wajah yang kecil


dengan pipi tembamnya serta mata bulat itu seakan meminta perhatian lebih


padaku apalagi bibir yang tidak terlalu tipis juga tidak terlalu tebal sangat


pas tapi setelah kembali ku perhatikan dia sepertinya menahan tawa.


Wah sungguh menyebalkan, apa aneh pria menanyakan pembalut hingga dia tertawa...


Dengan wajah sebal dan tak terima ku tatap tajam dirinya pada akhirnya dengan menghela napas ku ulangi lagi yang ku cari,“mbak saya Tanya pembalut wanita, ada enggak?” Tanyaku lagi namun kali ini


dengan menekankan kata-kata itu.


“oh iy mas bule ada, mau yang bersayap atau tidak? Dan


ukuran berapa?” tanyanya dan mengantarkanku kebagian rak khusus kebutuhan


siapa? aku? mas bule? wah tidak bisa


kupercaya, bisa-bisanya aku jadi mas bule..


memang sih masih aku turunan bule, tapi bukan berarti aku bule....


“ saya gak tau, saya gak ada Tanya..” jawabku ketus, “udah


lah, masukkan aja semua merek dan ukuran satu satu biar dia yang pilih sendiri”


kataku lagi dengan rasa masih tidak percaya.


Ku lihat dia meninggalkan ku dan kembali dengan keranjang belanjaan, setelahnya dia memasukkan permintaanku


dengan rasa kesal ku tinggalkan dia dan pekerjaannya. Aku memilih untuk ke rak


makanan untuk memilih cemilan dan ke rak minuman, mungkin ponakan ku akan senang jika aku bawakan cemilan


Saat akan kemeja kasir ku lihat box es cream, ku ambil


beberapa es cream karna ku ingat kak Tasya sedang ingin makan es cream lalu


membawanya kemeja kasir. Ku perhatikan dia berhenti  lalu melanjutkan kembali menghitung kembali


barang-barang yang kubeli.


Bosan menunggu ku perhatiakan cemilan yang kuambil


dan ingat bahwa Dino suka yang rasa original aku pun bertanya sama si


penjaganya, “mbak, ada yang rasa originalnya gak?” Tanyaku sambil menunjukkan


merek cemilan yang ku ambil.

__ADS_1


Setelah memperhatikan merek cemilan yang kumaksud, tangannya


meraba bawah meja kerjanya dan mengeluarkan catatan yang ku yakin itu pasti


catatan stok minimarket ini, “ yang original, baru saja habis mas bule. Yang


mas bule ambil juga enak kok” jawabnya, aku pun menimbang-nimbang perkataannya.


mungkin dino bakal suka juga rasa baru,


“ya udah deh, saya ambil yang ini sekalian


coba rasa” putusku, “iya mas..” jawabku sambil terus menghitung belanjaan.


Ruang hening pun tercipta yang terdengar hanya suara


scanning yang sedang bekerja, hingga akhirnya suara si penjaga menyadarkanku


karna sebenarnya dari tadi aku terus saja memperhatikan wajah dari wanita yang


ada di depan ku saat ini.


tidak mungkin masak aku langsung suka pada


pandangan pertama gak mungkin sekali..


cepet banget aku move on dari Laras, tapi emang harus move on sih..


tapi masa sama mbak-mbak penjaga kasir sih...


“ ini mas, semuanya Rp. 525.500,00” katanya sambil


memasukkan belanjaannya kedalam plastik belanja, “mbak dipisah aja ya pembalut


sama cemilan dan lainnya” kataku mengingat cemilan dan ecream untuk ponakan dan


kakak ku yang sedang mengandung, aku pun mengeluarkan kartu debit untuk


membayar semuanya.


Sebenarnya aku belum ingin pulang dan masih ingin melihat wajahnya,


setelah masuk ke mobil dan menaruk belanjaan di kursi sebelahku aku memutuskan


untuk pergi karna ku lihat wanita itu kembali ke rak tempat aku berjumpa dengan nya diawal tadi.


aku pun kembali ke apartemen laras untuk memberi pesananya setelah


itu kembali pulang untuk main dan kerja.


Ditengah jalan ku lihat hp ku berbunyi dan saat ku angkat telponku suara Dino


menggema disana, “ommm cepat pulang..” katanya, “ iy-iya om pulang” kataku


sambil menutup telpon, aku pun berhenti di depan apartemen Laras tapi kulihat


tunangan Laras baru saja keluar sana aku pun tidak ingin mempengeruh keadaan


sehingga aku menitipkan pesanan nya pada satpam dan mengirimkan nya sms setelah


itu aku pulang kerumah.


Flashback off


 


Ceritanya sampai sini dulu, jika kalian ingin lanjut atau tidaknya tulis dikomentar ya..


ditunggu loh...


Saran dan kritik nya juga..

__ADS_1


Terima Kasih :)


__ADS_2