
Butuh setengah jam untuk Laras menenangkan dirinya dan karna
itu meeting hari ini pun harus ditunda satu jam, aku tidak bertanya apa pun dan
terus menunggu agar Laras dapat bercerita dengan sendirinya, menjadi sahabatnya
sejak kecil dan menjadikan dirinya cinta pertama bagiku bukan lah hal mudah
ketika aku mendengar dia mencintai pria lain, dan mereka memutuskan bertunangan
setelah 2 tahun berpacaran.
Sudah hampir setahun ini aku mendengar hubungan mereka
tidaklah terlalu harmonis seperti biasanya, dan beberapa bulan ini Laras
bercerita hubungannya tidak lagi baik. Laras bilang tunangan nya berubah
setelah membantu seorang gadis yatim piatu yang sekarang bekerja di salah satu
minimarket milik tunangan nya.
Mendengarnya tentu saja rasanya aku naik pitam ingin ku pukul
pria itu, sudah merebut wanita yang ku cinta kini malah main belakang. Namun
tetap kujaga emosi ini karna aku tak ingin menjadi boomerang bagi diriku atau
pun Laras, karna yang kutau tunangan Laras sangat tidak suka tentang hubungan
aku dan Laras.
Flashback on
Kemarin Laras meminta izin padaku untuk pulang lebih cepat,
dan aku pun mengizinkannya. Tampak senyum sumringah dari bibir nya, aku sakit
jika melihat sumber senyum nya bukanlah diriku tapi melihat senyum itu
terpancar dengan jelasnya bagaimana aku bisa melarangnya.
Malamnya ku tidak bisa menahan diriku ketika Laras
menelponku dan mengatakan bahwa dirinya sakit, aku pun meninggalkan
ponakan-ponakan dan mendatangi apartemennya. Setiba disana dengan tampang
polosnya dia mengatakan bahwa pembalutnya habis dan memintaku untuk membelikan
beberapa karna dia sendiri dan si bibi sedang pulang kampung karna anaknya sakit.
Aku hanya bisa mengiyakan karna kulihat matanya yang bengkak
dan tubuhnya yang sedang menahan sakit, aku berpikir mungkin sebelum aku tiba
dia menangis sangking sakit nya. Setelah kuambilkan handuk hangat dan
membuatkan nya teh manis, ku tinggalkan dia untuk membeli keperluan yang
dibutuhkannya.
Sebenarnya tak jauh dari apartemen nya ada minimarket yang
lumayan lengkap dan aku bisa saja kesana, hanya saja aku penasaran dengan gadis
yang mengganggu hubungan sahabat ku itu. Maka berbekal rasa penasaran yang
besar ku lajukan mobilku ke salah satu minimarket tempat tunangan sahabat ku berada.
Saat tiba disana tidak ku temukan siapa-siapa di meja kasir,
__ADS_1
aku pun berkeliling dan menemukan apa yang kubutuhkan tapi kutahan dan
berkeliling kembali hingga ku temukan seorang wanita yang tidak terlalu tinggi
namun juga tidak pendek, rambutnya yang sepinggang dan diikat tinggi
menampakkan garis lehernya yang jenjang.
Cukup lama ku perhatikan wanita itu hingga tersadar aku
harus segera kembali, laras pasti sudah sangat risih dan kesakitan sekarang,
“permisi.. apa disini ada menjual pembalut wanita?” tanyaku pada wanita penjaga
minimarket itu. Ku perhatikan dia tersentak dari aktifitasnya,
pasti dia terkejut iss bodohnya aku..
Setelah hilang kagetnya, dia berbalik dan menatapku
sambil kembali bertanya, “ah iya, ada yang bisa saya bantu.?” Wajah yang kecil
dengan pipi tembamnya serta mata bulat itu seakan meminta perhatian lebih
padaku apalagi bibir yang tidak terlalu tipis juga tidak terlalu tebal sangat
pas tapi setelah kembali ku perhatikan dia sepertinya menahan tawa.
Wah sungguh menyebalkan, apa aneh pria menanyakan pembalut hingga dia tertawa...
Dengan wajah sebal dan tak terima ku tatap tajam dirinya pada akhirnya dengan menghela napas ku ulangi lagi yang ku cari,“mbak saya Tanya pembalut wanita, ada enggak?” Tanyaku lagi namun kali ini
dengan menekankan kata-kata itu.
“oh iy mas bule ada, mau yang bersayap atau tidak? Dan
ukuran berapa?” tanyanya dan mengantarkanku kebagian rak khusus kebutuhan
siapa? aku? mas bule? wah tidak bisa
kupercaya, bisa-bisanya aku jadi mas bule..
memang sih masih aku turunan bule, tapi bukan berarti aku bule....
“ saya gak tau, saya gak ada Tanya..” jawabku ketus, “udah
lah, masukkan aja semua merek dan ukuran satu satu biar dia yang pilih sendiri”
kataku lagi dengan rasa masih tidak percaya.
Ku lihat dia meninggalkan ku dan kembali dengan keranjang belanjaan, setelahnya dia memasukkan permintaanku
dengan rasa kesal ku tinggalkan dia dan pekerjaannya. Aku memilih untuk ke rak
makanan untuk memilih cemilan dan ke rak minuman, mungkin ponakan ku akan senang jika aku bawakan cemilan
Saat akan kemeja kasir ku lihat box es cream, ku ambil
beberapa es cream karna ku ingat kak Tasya sedang ingin makan es cream lalu
membawanya kemeja kasir. Ku perhatikan dia berhenti lalu melanjutkan kembali menghitung kembali
barang-barang yang kubeli.
Bosan menunggu ku perhatiakan cemilan yang kuambil
dan ingat bahwa Dino suka yang rasa original aku pun bertanya sama si
penjaganya, “mbak, ada yang rasa originalnya gak?” Tanyaku sambil menunjukkan
merek cemilan yang ku ambil.
__ADS_1
Setelah memperhatikan merek cemilan yang kumaksud, tangannya
meraba bawah meja kerjanya dan mengeluarkan catatan yang ku yakin itu pasti
catatan stok minimarket ini, “ yang original, baru saja habis mas bule. Yang
mas bule ambil juga enak kok” jawabnya, aku pun menimbang-nimbang perkataannya.
mungkin dino bakal suka juga rasa baru,
“ya udah deh, saya ambil yang ini sekalian
coba rasa” putusku, “iya mas..” jawabku sambil terus menghitung belanjaan.
Ruang hening pun tercipta yang terdengar hanya suara
scanning yang sedang bekerja, hingga akhirnya suara si penjaga menyadarkanku
karna sebenarnya dari tadi aku terus saja memperhatikan wajah dari wanita yang
ada di depan ku saat ini.
tidak mungkin masak aku langsung suka pada
pandangan pertama gak mungkin sekali..
cepet banget aku move on dari Laras, tapi emang harus move on sih..
tapi masa sama mbak-mbak penjaga kasir sih...
“ ini mas, semuanya Rp. 525.500,00” katanya sambil
memasukkan belanjaannya kedalam plastik belanja, “mbak dipisah aja ya pembalut
sama cemilan dan lainnya” kataku mengingat cemilan dan ecream untuk ponakan dan
kakak ku yang sedang mengandung, aku pun mengeluarkan kartu debit untuk
membayar semuanya.
Sebenarnya aku belum ingin pulang dan masih ingin melihat wajahnya,
setelah masuk ke mobil dan menaruk belanjaan di kursi sebelahku aku memutuskan
untuk pergi karna ku lihat wanita itu kembali ke rak tempat aku berjumpa dengan nya diawal tadi.
aku pun kembali ke apartemen laras untuk memberi pesananya setelah
itu kembali pulang untuk main dan kerja.
Ditengah jalan ku lihat hp ku berbunyi dan saat ku angkat telponku suara Dino
menggema disana, “ommm cepat pulang..” katanya, “ iy-iya om pulang” kataku
sambil menutup telpon, aku pun berhenti di depan apartemen Laras tapi kulihat
tunangan Laras baru saja keluar sana aku pun tidak ingin mempengeruh keadaan
sehingga aku menitipkan pesanan nya pada satpam dan mengirimkan nya sms setelah
itu aku pulang kerumah.
Flashback off
Ceritanya sampai sini dulu, jika kalian ingin lanjut atau tidaknya tulis dikomentar ya..
ditunggu loh...
Saran dan kritik nya juga..
__ADS_1
Terima Kasih :)